
Ji Sang ragu-ragu, apakah harus kembali atau menemui Ri Ta. Dia melempar koin untuk bertaruh apa yang musti dilakukannya. Ketika yang muncul ada gambar, dia tampak kesal. Pun begitu, dia pergi ke ruangan Ri Ta.
Di sisi lain, Ri Ta bersiap pulang. Dia melihat Ji Sang masuk dengan wajah canggung. Tak seperti biasanya, Ji Sang plegak-pleguk bicaranya. “Hmm, anu, hmm, kau sudah makan malam belum?” Ri Ta mengaku belum, karena baru keluar dari ruang operasi sepuluh menit lalu. Kebetulan yang asyik. Ji Sang langsung mengajaknya makan malam.
“Tumben. Ada apa?” tanya Ri Ta, “Kau merasa bersalah membuatku melakukan semua operasi-operasimu?” Ji Sang menampik tudingan itu. Dia mencari alasan yang tepat, dan yak... dia beralasan ini adalah makan malam tim.
__ADS_1
Ji Sang mengajak Ri Ta ke restoran yang dinamai Kimbab Heaven. Itu sebuah restoran yang menyediakan 80 item menu enak. Ri Ta membuat pesanan dua tuna gulung dan satu kue beras tumis. Setelah itu, Ri Ta menyatakan, “Sekarang bantulah aku!” Ji Sang mengernyitkan dahi. Apa yang musti dibantunya?
“Mulai ini hari, akan kuajukan 100 pertanyaan padamu dan kau harus menjawab 100 pertanyaan itu!” tukas Ri Ta. Ji Sang menolak menjawabnya. Hahaha, Ri Ta mentang-mentang udah baca buku Wawancara dengan Vampir langsung bersikap sama. Tapi Ri Ta memaksa. Dia mengatakan pertanyaan akan diajukan secara random, tergantung situasinya.
“Aku nggak bisa ngerasain makanan apapun. Karena, aku nggak punya indera perasa,” jelas Ji Sang. “Jadi kau nggak bisa makan sup tom yum atau lainnya? Sungguh disayangkan,” komentar Ri Ta, “Eh, walau gitu, kau masih bisa makan apapun kan?” Ji Sang mengiyakan, dan menyebutkan bahwa tiap kali habis makan saat itu juga dia harus membiarkan makanan itu keluar. Hening. Pernyataan Ji Sang seolah membuat enek pengunjung lain. Hahaha.
__ADS_1
Pramusaji datang dan meletakkan menu yang dipesan Ri Ta. Langsung deh Ri Ta menyuap satu kimbab untuk Ji Sang. Tapi Ji Sang segera menolak. Tidak bisa tidak, Ri Ta melolohkan begitu saja kimbab yang ada di tangannya ke mulut Ji Sang. “Kunyahlah! Kalau kau mengajakku makan, maka kau juga harus makan.” Ri Ta tersenyum. Begitu pula dengan Ji Sang.
Ri Ta turun dari mobilnya setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran. Dia berjalan menuju lift untuk membawa ke lantai apartemennya. Di saat itu, dia merasa ada seseorang menguntitnya. Dia tidak bisa mengetahui siapa orang itu, tapi kita tahu kalau orang itu ternyata adalah minionnya Jae Wook.
Di rumah, Hyun Woo menjelaskan pada Ji Sang bahwa dirinya sama sekali tidak tahu apa yang bisa dibaca dari data yang telah didapatkannya. Dia bertanya apa Ji Tae telah memberikan kunci jurnalnya? Ji Sang menggeleng, tapi dia mengaku telah meminta pada Ji Tae untuk mengizinkannya membacanya karena ingin ikut berpartisipasi dalam penelitian. Besok mungkin Ji Tae baru akan membalas pertanyaannya. “Bagus deh kalau gitu,” sahut Hyun Woo.
__ADS_1