DARAH

DARAH
bab 11


__ADS_3

Hal itu pun membuat Ji Sang menunjuk-nujuk kepalanya saat matanya bertatapan dengan Ri Ta, maksud Ji Sang adalah agar Ri Ta menggunakan otaknya saat melakukan sesuatu.


Ri Ta sekarang sudah bersama dengan Soo Eun, dia mengeluh atas apa yang sudah terjadi padanya. Ri Ta benar2 terlihat marah karena kesombonganya sudah dijatuhkan oleh Ji Sang. Wuiiih ada gitu orang kayak gini. Udah salah gak mau ngaku salah malah maunya nyalahin orang. Bukannya menenangkan Ri Ta, Soo Eun malah membela Ji Sang dengan mengatakan kalau Ji Sang memang orang yang hebat dari buku-buku yang sudah dia keluarkan. Mendengar itu, Ri Ta pun berkata kalau dia akan membakar semua buku-buku itu, dia tak mau lagi membaca buku karangan Ji Sang itu.


Ri Ta lalu mengungkapkan rasa kesalnya pada Soo Eun karena tak mau membela nya saat berada di diskusi terbuka. Soo Eun menjawab kalau dia tak bisa melakukannya karena ada supervisor disana. Soo Eun tak peduli bagaimana bencinya Ri Ta pada Ji Sang karena dia malah merasa kagum pada Ji Sang. Dia menyebut Ji Sang itu sangat begitu seksi.

__ADS_1


Soon Eun kemudian bertanya2 tentang umur Ji Sang dan dengan malas-malasan Ri Ta menjawab kalau dia kemungkinan berumur antara 37 atay 38 tahun. Mendengar itu Soo Eun tambah terlihat kagum karena wajah Ji Sang terlihat masih sangat muda, seperti pria berumur 20 tahunan. Ri Ta pun bertambah kesal karena Soo Eun malah terus memuji Ji Sang, padahal Ri Ta sudah di ejek olehnya.


Tepat di saat itu Gerrard muncul dan menunjukkan rasa perhatiannya pada Ri Ta, namun Ri Ta tak suka dengan perhatiannya itu. Dia bahkan berkata kalau dia sudah memesan restoran Gerald Fronsac dengan chef yang luar biasa, dia ingin mengajak Ri Ta makan bersama. Ri Ta menolaknya dengan mentah-mentah dan pergi begitu saja.


Ri Ta pergi menemui pasien yang tadi dia operasi dan disana dia bertemu dengan Ji Sang. Saat Ri ta ingin mengecek kondisi pasien, Ji Sang langsung berkata kalau Ri Ta tak perlu mengecek karena kondisi pasien sudah stabil. Di beritahu seperti itu, tambah membuat Ri Ta merasa kalau Ji Sang terus mengejeknya.

__ADS_1


“Kau pelajari hal itu dengan cepat dan catatan itu milikku.” Ucap Ri ta dan meminta catatan kondisi pasien. Ji Sang pun merobek lembaran paling atas dan meremas-remasnya kemudian melemparkannya pada Ri Ta. Mendapati catatannya di hancurkan seperti itu, tentu saja membuat Ri Ta kesal.


“Cek lagi vitalnya. Lalu datang ke ruanganku setelah itu.” ucap Ji Sang dan pergi. Diperintah seperti itu, bukannya langsung melakukan apa yang diperintahkan, Ri Ta malah mengejar Ji Sang.


Tanpa mereka sadari ternyata sedari tadi Ho Yong menguping pembicaraan mereka dengan bersembunyi di balik tirai pasien sebelah.

__ADS_1


Ri Ta sekarang sudah berada di ruang Ji Sang dan dia masih dengan gaya sombongnya. Ji Sang bertanya, “Ada apa dengan sikapmu ketika kau gagal dalam operasi itu?”


Ri Ta menjawab kalau da tidak melakukan sesuatu yang salah, jika saja Ji Sang membiarkan dia untuk meneruskan operasi maka dia pasti akan bisa menyelesaikannya dengan baik. Namun kalau Ji Sang ingin menghukumnya dan mempermalukanya, Ri Ta pun mempersilahkannya dengan tanpa ragu. Ji Sang menjawab kalau dia akan membiarkan Ri Ta untuk kali ini. Mendengar itu, Ri Ta mengira kalau Ji Sang melakukannya karena dia takut dengan status dirinya yang merupakan ponakan Ketua Yoo.


__ADS_2