
Raut wajah Ga Yun berubah, terlihat sedikit cemas. Jae Wook bertanya apa Ga Yun bermasalah dengan perintahnya itu? Ga Yun menggeleng.
Ri Ta mengeluarkan alat perekam milik Pamannya untuk menunjukkan bahwa dirinya tahu apa yang dilakukan Kyung In bersama Pamannya. Dia mengatakan bahwa kepedulian yang diberikan mereka berdua untuknya hanyalah perasaan bersalah, yang dibungkus dengan nama cinta. Atas semua yang telah dilakukan, dia memberikan Kyung In satu kesempatan: menyerahkan diri bersama orang-orangnya ke pihak berwajib atau dibongkar di depan rapat pemegang saham!
Kyung In coba memberi pemahaman. Namun, dengan tegas, Ri Ta menyuruhnya diam, karena itu makin membuat dirinya terlihat bodoh! Dengan mata merah, Kyung In menegaskan perasaannya tulus untuk Ri Ta. “Sesuatu yang disembunyikan itu pada awalnya dibuat untuk menutupinya dari orang lain,” tutur Ri Ta, pelan dan tajam, “Tapi pada akhirnya kau membodohi diri sendiri!” Ri Ta pergi.
__ADS_1
Seorang perawat yang berada di salah satu ruang perawatan bangsal 21A merasa risih ketika mata para pasien pria nyalang menatap lehernya. Entah apa yang berada dalam pikiran pasien yang tampilannya sangat pucat itu.
Ji Sang dan Ji Tae berdiskusi sambil jalan. Mereka berdua menarik kesimpulan bahwa penelitian tidak bisa dilanjutkan jika efek samping obat terus memburuk, sehingga para pasien bersikap seperti orang yang terinfeksi. Yang pada akhirnya akan mati juga. Ji Tae meminta darah Ji Sang, karena selama ini belum pernah melihatnya secara langsung. Dia tahu mengenai darah Ji Sang dari Eun Soo – langsung berpikir bahwa darah Ji Sang unik sekaligus berbahaya. Di luar dugaan Ji Sang setuju ide ini.
Ga Yun galau mengenai tindakan yang harus diambilnya. Dia memikirkan semuanya di sudut lorong. Ga Yun akhirnya memutuskan menginformasikan pada Ji Sang melalui pesan singkat. Tapi setelah mengetikkan kata “Ri Ta dalam bahaya”, dia menghapusnya lagi.
__ADS_1
Ga Yun berpapasan dengan Ji Sang yang baru saja keluar dari ruangannya. Melalui bahasa simbolis, dia mengatakan supaya Ji Sang menemani Ri Ta malam ini – untuk menemaninya melewati masa-masa sulit. Ji Sang mengikuti saran Ga Yun. Tapi saat hendak mengantar Ri Ta ke apartemen, dia menerima telpon yang mengharuskannya melakukan operasi transplantasi hati. Sementara dirinya akan tetap kembali, Ri Ta menyuruh Ji Sang melakukannya dan memintanya tidak terlalu protektif padanya – nanti malah kena gangguan saraf.
Sebelum Ri Ta benar-benar pergi, Ji Sang berpesan supaya Ri Ta mengiriminya pesan jika sudah sampai, mau dan bangun tidur, karena operasi akan memakan waktu sekurangnya sepuluh jam.
Ketika pergi ke ruang istirahat, Ga Yun terkejut melihat Ji Sang ada di sana menunggu donor. Dia pun pergi ke apartemen Ri Ta bersama Chul Hoon. Namun, dia menegaskan akan pergi sendirian, tak ingin rekannya melihat dirinya membunuh seseorang.
__ADS_1