
Ji Sang tersenyum mendengar pernyataan Ri Ta itu. Melihat senyum Ji Sang, Ri Ta memarahinya. Ji Sang santai menyahut kalau Ri Ta disangkanya sudah jinak-jinak merpati.
Sehabis marah-marah, Ri Ta menyandarkan kepalanya pada Ji Sang dan mengatakan bahwa dirinya yakin pemuda itu ada di suatu tempat di dunia ini. Dia berharap bisa bertemu dengannya, walau hanya sekali saja. Ri Ta mengajak Ji Sang pergi. Tapi, baru berdiri, tubuhnya langsung limbung. Ji Sang menangkapnya. Ri Ta mengeluh kalau sebelumnya Ji Sang menjaga jarak aman 30 senti darinya. Ji Sang mengatakan hari ini pengecualian.
__ADS_1
Ji Sang kemudian menggendong Ri Ta di punggung. Ketika digendong, Ri Ta mengoceh kalau seseorang mencemaskannya rasanya seperti wajahnya mau membeku. Dia juga mengatakan alasan sebenarnya membohongi pada Jae Wook soal Ji Sang yang mabuk bukanlah bentuk kasihannya. Dia merasa tahu kenapa Ji Sang sampai seperti itu, karena ibunya Ji Sang sudah nggak ada lagi. Waktu itu kan Ji Sang sempat mengigau, memanggil-manggil ibunya. Saat itu, Ri Ta yakin ibunya Ji Sang sudah tiada, sama seperti ibunya.
“Melepaskan saat kau nggak mau melakukannya adahal hal yang menyedihkan,” ungkap Ri Ta, dalam kondisi mabuk, “Tapi kau tahu apa yang lebih menyedihkan? Yaitu nggak siap melepaskan dan nggak mampu menerimanya. Meski begitu tetap saja harus melepaskan.”
__ADS_1
Ji Sang mengantar Ri Ta ke kamar dan meletakkannya di ranjang. Dia memandangi Ri Ta dan teringat saat menyelamatkannya dulu. Setelah itu, dia pergi.
Di sisi lain, seorang minion Jae Wook bertanya pada Jae Wook benarkah rencana “itu” akan dijalankan? Dia menilai rencana itu agak berlebihan. Jae Wook menggeleng, sebab rencana itu bertujuan baik demi mereka semua. Itulah sebabnya Ji Sang perlu diselamatkan lewat rencana itu.
__ADS_1
Ri Ta yang tengah tertidur terbangun mendengar suara alarm kebakaran dan bergegas keluar. Ternyata nggak cuma Ri Ta saja yang keluar. Semua orang melongokkan kepala dari kamar masing-masing. Termasuk Ji Sang. Rupanya, nggak ada kebakaran. Alarm dipencet oleh Dokter Kim yang sedang mabuk, seperti kejadian di konferensi Amerika. Semua orang menghela napas. Ri Ta menatap Ji Sang dan menemukan kejanggalan lain: codet di pipi Ji Sang nggak ada lagi. Saat itu Ri Ta nggak bertanya-tanya lagi dan langsung masuk, meski benaknya dipenuhi tanda tanya. Ji Sang juga masuk ke kamarnya dan menemukan plester di pipinya tergeletak di meja. Kagetlah dia.
Keesokan harinya, Ri Ta dengan pakaian rapi menunggu Ji Sang di pintu depan hotel. Pikirannya tampak melayang-layang. Ji Sang datang dan bertanya apa tidurnya Ri Ta nyenyak? Ri Ta tersentak oleh pertanyaan itu, karena lamunannya mendadak buyar. Ji Sang menerima sms dari dua minionnya Jae Wook yang mendapat perintah membunuh Ji Sang. Pesan itu tertulis: “Kau bilang mau tahu siapa pembunuh ibumu? Jika kau ingin tahu, datanglah ke sini nanti malam. Bersiaplah mati.”
__ADS_1