DARAH

DARAH
bab 100


__ADS_3

Ji Sang mengiyakan. Lalu, Hyun Woo mengungkapkan satu rahasia kecil bahwa obat ini direkomendasikan oleh Ri Ta melalu email. “Uh, pasti dia begadang semalaman untuk mencari obat ini.”


Detik berikutnya, adegan berpindah dimana Hyun Woo menyuntikkan serum tumatox ke tangan kanan Ji Sang. Dia bertanya apa yang Ji Sang rasakan? Ji Sang menggeleng, menandakan dirinya belum merasakan efek obat tersebut. “Kalau kau merasa obat itu nggak bekerja, cus langsung saja dari ruang operasi secepatnya, oke?”

__ADS_1


Presdir Yoo dan Jae Wook datang ke ruang perawatan Suster Sylvia. Presdir Yoo menawarkan Sylvia jalan untuk membuatnya hidup lebih lama. Sylvia menyebutkan Presdir Yoo takkan bisa melakukan. Sebanyak apapun duit seseorang tetap saja tak bisa mengingkari takdir kematian. Presdir Yoo meyakinkan Sylvia bahwa dirinya benar-benar bisa melakukannya. Sylvia menolaknya dan menyuruh Presdir Yoo memberikan pada orang yang lebih membutuhkan dibandingkan dirinya.


Ji Sang berdiri di depan pintu lorong ruang operasi. Dia menarik napas dalam sebelum masuk melewati pintu itu. Setelah melewatinya, bayangan-bayangan buruk tentang operasi sebelumnya terlintas di benaknya. Tiba-tiba sebuah tangan hangan menyentuh tangannya. Ji Sang menoleh dan menemukan Ri Ta di sisinya, menatapnya sambil mengisyaratkan dengan matanya “apa-telah-terjadi-sesuatu”? Lewat matanya pula, Ji Sang menjawab bahwa “dirinya-baik-baik-saja”.

__ADS_1


Ri Ta dan Ji Sang berjalan masuk ke ruang operasi. Tim yang sudah ada di sana mengangguk menyambut kedatangan mereka, juga Presdir Yoo dan Jae Wook yang duduk di ruang pantau. Ri Ta dan Ji Sang membalas sambutan tersebut. Selanjutnya, Ji Sang mulai melakukan pembedahan. Ketika dibuka, Ji Sang terdiam, Ri Ta juga. Jae Wook bangkit berdiri menatap layar monitor lebih jelas. Presdir Yoo bertanya, “Apa itu sangat buruk kondisinya?”


Ri Ta membujuk bahwa pada kenyataannya tak ada yang bisa mereka lakukan. Ji Sang menyahut, “Kita sudah membukanya nih, bagaimana bisa ditutup begitu saja tanpa dioperasi? Kita lakukan sesuatu dulu.” Presdir Yoo yang memantau ruang operasi dari ruang pantau mengambil mikrofon dan mengatakan pada Ji Sang bahwa dirinya setuju dengan opini dari Ri Ta. Lebih baik semua diakhiri sekarang, sebelum terjadi hal yang gawat terjadi. Dia mengangguk pada Jae Wook yang berdiri, lalu berlalu dari ruang pantau.

__ADS_1


Di luar ruang operasi, Ri Ta menemui Ji Sang. Dia mengatakan, “Kau benar. Operasi itu jauh lebih berharga dari darahmu.” Ji Sang menyahut bahwa mereka tak melakukan operasi, kecuali hanya membedah tubuh Sylvia saja. Ri Ta menampik, “Kau salah. Itu operasi. Kuyakin Suster Sylvia bangga pada kita dan bersyukur atas apa yang telah kita lakukan. Aku juga ingin berterima kasih juga, untuk membuatku nggak menyesal.” Dia memeluk Ji Sang.


Di sudut lain, si dokter magang bermuka dua, Ga Yun, mencuri-dengar Ri Ta dan Ga Yun. Dia kemudian melaporkan semua temuannya pada Jae Wook, terutama tentang Ri Ta yang tahu kondisi Ji Sang. Dia yakin. “Melihat kejadian terakhir soal sampel darah... kurasa dia tahu. Wah, terlalu banyak orang yang tahu nih. Dia nggak tahu berapa biaya keingintahuannya yang nggak perlu itu...”

__ADS_1


__ADS_2