
Ji Sang menangis mendengar apa yang dikatakan ibunya, dia lalu mem-pause videonya dan menangis di depan gambar ibunya.
Hari sudah pagi dan Ji Sang terbangun dari tidurnya. Karena tak bisa melihat matahari secara langsung, diapun menatap gambar matarahi terbit di sebuah lukisan. Sama halnya dengan Ji Sang yang tak bisa terkena sinar matahari pagi, karena baru bangun tidur Jae Wook pun menutup tirai rumahnya dan kemudian pergi ke brangkasnya. Dari dalam brangkas itu, Jae Wook mengambil sebuah cairan dan meminumnya. Setelah meminum cairan kuning itu, tiba2 Jae Wook terkulai lemas, namun dia sempat menyuggingkan senyuman di wajahnya.
Ji Sang sudah bersiap berangkat kerja namun dia dikejutkan dengan Luuvy yang tiba2 muncul di hadapannya dan menyapanya. Ji Sang langsung memanggil Hyun Woo dan meminta dia untuk mengecilkan suara Luuvy karena ini masih terlalu pagi untuk membuat keributan. Luuvy berkata kalau perut Ji Sang kosong, jadi dia harus sarapan terlebih dulu.
Hyun Wook muncul dan memberikan obat pada Ji Sang, dia memberikan obat itu karena dia tahu hari ini Ji Sang akan melakukan banyak operasi, dan obat yang dia berikan itu untuk berjaga2 kalau saja obat yang Ji Sang punya sebelumnya habis. Lagi pula pada obat barunya itu, Hyun Woo sudah menambah dosisi dan komposisi yang baru.
__ADS_1
Ji Sang sudah sampai di rumah sakit, di lobi dia membaca spanduk penyambutan Lee Jae Wook sebagai direktur baru rumah sakit. Tepat disaat itu, Ri Ta muncul dengan membawa kacamata yang berhasil dia beli untuk menggantikan kaca mata Ji Sang yang rusak. Ji sang heran kenapa Ri Ta bisa mendapatkan kacamata itu dengan sangat mudah, karena Ji Sang sendiri mendapatkan kaca mata itu di Chile.
“Itu sama persis kan? Itu terbuat dari kulit buaya dari Amazon.” Ucap Ri Ta saat melihat keheranan di wajak Ji Sang.
“Dimana kau mendapatkannya?”
“Stand kacamata? Bukankah ini barang tiruan?” tanya Ji Sang masih tak percaya.
__ADS_1
“Tidakkah kau melihat sertifikat keasliannya pada bagian bawahnya?” jawab Ri ta dan Ji Sang tak bisa berkata2 lagi karena sertifikat keaslian kacamata memang ada di dalam kotak. “Chile? Edisi terbatas, apa iya?” ejek Ri ta sambil berjalan pergi.
“Stand?” ucap Ji Sang tak percaya.
Di ruang kerjanya, Ji sang berusaha mengakses data keamanan rumah sakit namun dia tak bisa dan sepertinya karena waktunya masih terlalu pagi. Tepat disaat itu, dia mendapat pemberitahuan kalau dia harus menghadiri interview residen.
Dalam proses interview, Ji Sang terlihat gelisah dia terus saja melihat jam tangannya. Residen yang mereka interview ada dua orang. Orang yang pertama sangat mahir berbahasa Inggris dan juga memiliki nilai-nilai akademi yang bagus. Sedangkan orang yang kedua, tidak bisa berbahasa Inggris dan saat di tanya tentang alasan dia ingin masuk ke rumah sakit itu, dia berkata kalau dulu ibunya meninggal di rumah sakit itu.
__ADS_1
“Saat aku berumur 10 tahun, ia sudah memiliki kanker ovarium stadium akhir. Rumah sakit lain mengatakan waktunya hanya 2 bulan. Dia dirawat dsini dan bisa hidup 8 bulan. Selama 8 bulan tambahan waktu... aku bisa berbagi momen berharga dengan ibuku. Itulah kenapa aku ingin menjadi dokter. Walaupun tidak ada harapan... aku ingin memberi harapan pasien bisa hidup lebih lama.” Cerita Ga Yeon dan Gerrard terharu mendengarnya.