DARAH

DARAH
bab 9


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan dari dokter anestesi tentang kondisi pasien, Ri Ta pun siap melakukan operasi. Dia melakukan operasi dengan santai, bahkan da mengajak ngobrol dokter yang lain sambil mengoperasi. Terlihat sekali Ri Ta terlalu percaya diri dengan apa yang dia lakukan, sampai2 dia terus mengajak yang lain ngobrol dan tak terlalu fokus pada operasi. Dia mengajak tim-nya itu untuk makan bersama setelah operasi selesai.


Ketua Yoo memberitahu Ji Sang kalau Ri Ta memang orangnya agak sombong, tapi menurutnya Ri Ta adalah seorang ahli bedah yang berpotensi besar. “Dia menyelesaikan pendidikannya di rumah sakit universitas CSU dan datang ke sini. Orang2 mengatakan kalau dia itu jenius.” Ucap Ketua Yoo dengan bangga. “Aku tahu dia suka berpikir sendiri, tapi dia masih sangat kurang. Aku harap kau dapat membimbingnya. Ini adalah permintaan pribadiku.”


“Aku tidak berpikir dia perlu aku secara khusus.” Ucap Ji Sang dan Ketua Yoo masih tetap ingin Ji Sang yang membimbing Ri Ta karena Ri Ta adalah satu2nya keponakan Ketua Yoo.


Masih merasa kalau operasi yang dia lakukan adalah operasi yang mudah, Ri Ta terus saja mengajak dokter lain ngobrol dan kemudian Ri Ta melakukan pemisahan arteri. Melihat itu, Soo Eun berkomentar kalau operasi yang di lakukan Ri Ta sepertinya lebih aman dibanding dengan operasi Appleby. Namun Ji Tae tak berpikiran seperti itu, dia berpikir kalau operasi dengan metode appleby bisa menjadi harapan terakhir bagi pasien untuk hidup, karena metode itu adalah pilihan terbaik saat ini. Ji Tae mengatakan itu semua sambil melihat ke arah Ji Sang.

__ADS_1


“Itu akan baik2 saja kan?” tanya Ketua Yoo pada JI Sang mengenai operasi yang di lakukan Ri Ta.


“Sekarang, dia bersiap2 untuk melemparkan geranat.” Jawab Ji Sang dan membuat semua orang terkejut.


Masih membahas tentang pesta yang akan mereka lakukan setelah operasi, Ri Ta terus melakukan pemisahan arteri, namun tiba2 ekspresi santainya berubah menjadi ekspresi tegang karena dia menemukan masalah dan tepat disaat Ri Ta ingin melihat lebih jelas, dia malah ke cipratan darah. Semua orang panik karena arteri celiacnya pecah.


Ri Ta mulai panik, dia terus melihat ke arah pamannya, Ji Sang dan pasiennya. Merasa bertanggung jawab atas dilaksanakannya operasi itu, Il Nam pun menuju ke mikrofon dan meminta Ri Ta untuk tetap tenang dan melakukan kompresi, karena akan sulit mengontrol pendarahan dengan jahitan arteri pada kondisi seperti itu.

__ADS_1


“Aku tahu! Tolonglah diam.” Jawab Ri Ta dengan marah pada Il Nam dan langsung menyuruh tim-nya untuk melakukan kompresi.


Semua orang mulai panik, Soo Eun bertanya pada Ji Tae tentang apa yang seharusnya mereka lakukan jika dalam kondisi seperti itu. Ji Tae menjawab kalau mereka seharusnya memikirkan lebih lagi sebelum melakukan operasi itu.


“Manager Park, apa yang kau pikirkan untuk kita lakukan sekarang?” tanya Ketua Yoo pada Ji Sang namun saat dia berbalik, ternyata Ji Sang sudah tidak ada lagi di kursinya.


Kemana Ji Sang? Ternyata dia sedang berjalan dengan cepat menuju ruangannya. Dia mengambil pil yang biasa dia makan untuk mengendalikan diri saat melihat darah.

__ADS_1


__ADS_2