DARAH

DARAH
bab 98


__ADS_3

Ji Sang dan Ri Ta bergegas ke ruang perawatan Suster Sylvia. Disana, mereka menemukan Ga Yun. Ji Sang bertanya pada Ga Yun sejak kapan kondisi Suster Sylvia menggawat? Ga Yun menyebutkan kondisi Suster Sylvia memang buruk sepanjang hari. “Periksa tanda-tanda vital dan beri Ioprin 50 tiap dua jam,” perintah Ji Sang pada Ga Yun.


Di luar kamar perawatan, Ji Sang berdiri menghadap Ri Ta yang duduk terpekur sendirian. Ri Ta mengatakan bahwa sejak ibunya meninggal, Suster Sylvia-lah seperti ibu sendiri, yang ada dalam suka-dukanya. Dia menyesal tak tahu Suster Sylvia sedang sakit. “Nggak usah nyalahin diri sendiri kayak gitu,” pinta Ji Sang. Ri Ta meminta untuk melakukan pemeriksaan ulang pada Suster Sylvia.


Ji Sang mengiyakan, meskipun tetap tak memberikan harapan bahwa itu takkan mengubah apa-apa. Ri Ta mengetahui itu. Pun demikian, dia tetap merasa harus melakukan sesuatu, meskipun itu hal paling kecil sekalipun. Dia tak mau menyesal nantinya. “Aku ini dokter! Kenapa aku nggak bisa melakukan sesuatu untuknya?” Ji Sang memegang bahu Ri Ta, menguatkannya.

__ADS_1


Ga Yun memberikan jadwal operasi untuk bulan selanjutnya. Ji Sang bertanya apa yang menjadi penyesalan Ga Yun ketika Ibunya meninggal? Ga Yun plegak-pleguk. Ji Sang menjawab sendiri pertanyaannya. “Apa itu hal kecil, seperti sesuatu yang nggak bisa kau ungkapkan padanya? Atau kau kesal ketika merawatnya? Atau kau memperlihatkan ketidaktangguhanmu?” tanya Ji Sang, “Ya, mungkin kayak begitu ya?”


“Terus apa yang menjadi penyesalan terbesarmu?” tanya Ji Sang lagi, “Kau nggak bisa menyelamatkannya? Nggak peduli besar atau kecil, tanpa kematian, nggak akan ada penyesalan.” Ga Yun manggut-manggut (Harusnya tak usah kau jawab sendiri Manajer Park, nanti dia kan tak bisa jawab?).


Ri Ta dan Ji Sang menemui Suster Sylvia lagi yang kondisinya sedikit lebih baik dari sebelumnya. Ri Ta menenangkan Suster Sylvia dengan mengatakan hasil tesnya akan positif. Suster Sylvia mengiyakan. Di luar kamar perawatan, tiba-tiba Ji Sang mengajak Ri Ta untuk mengoperasi Suster Sylvia. Dia berharap bisa menemukan solusinya setelah membedah. Ri Ta tak setuju ide Ji Sang.

__ADS_1


Hyun Woo kaget waktu Ji Sang berniat membedah Suster Sylvia. Bukan apa-apa, kondisi Ji Sang saat ini tak memungkinkan untuk melakukannya. Dia kesal banget, terlebih waktu Ji Sang memintanya mencari solusi lain dalam dua hari.


Ri Ta memikirkan kata-kata Ji Sang yang memintanya memikirkan ide yang dilontarkannya.


Ji Sang berjalan di lorong dan berpapasan dengan seorang pria berjas hitam. Tak ada sapa di antara mereka, karena memang tak saling mengenal. Pria berjas dan Ji Sang sempat saling menengok, tapi mereka melanjutkan perjalanan, karena memang tak tahu harus melakukan apa.

__ADS_1


Rupanya pria berjas hitam ini adalah temannya Jae Wook. Di ruangannya, Jae Wook menyambutnya dan menjanjikan pekerjaan yang lebih menarik serta menantang. Apakah dia penggantinya Hye Ri?


Eun Soo mengungkapkan kekhawatirannya pada Ji Tae kalau Ji Sang adalah vampir. “Kau ngemeng apa sih? Ngaco aja!” hardik Ji Tae.


__ADS_2