DARAH

DARAH
bab 64


__ADS_3

Kyung In ditemui oleh seorang wartawan senior kenalannya. Dia menyatakan nggak mau ada pemberitaan yang nge-blow soal pengobatan gratis di Taemin. Meski begitu, dia memiliki satu informasi rahasia, yang jika dikatakan padanya nggak boleh dijadikan artikel atau disebarkan kepada pihak lain.


Jae Wook menerima telpon yang menyatakan bahwa pasien Min Kyung Hee siap dioperasi. Setelah menerima telpon itu, dia pun segera menuju ruang pantau. Begitu melihat Ri Ta yang akan mengoperasi, senyum di wajah Jae Wook sirna. Dia menanyakan keberadaan Ji Sang melalui mikrofon? Ri Ta menyebutkan Ji Sang mendadak sakit radang usus lagi.

__ADS_1


Menerima informasi tersebut, Jae Wook langsung menemui Ji Sang. Dia langsung berasumsi bahwa Ji Sang nggak meminum apa yang telah diberikannya kemarin. Nggak mudah untuk mengubah dari bukan peminum darah menjadi peminum darah, meski Ji Sang sudah memutuskannya. Dia menyatakan nggak coba mendorong Ji Sang menjadi seorang terinfeksi yang mengonsumsi darah. Dia hanya mendorong untuk menjadikan Ji Sang hidup secara alami. Yah, seperti laiknya karnivora menjadi karnivora dan herbivora menjadi herbivora. Jae Wook tahu Ji Sang masih belum percaya seratus persen padanya. Dia meyakinkan Ji Sang bahwa dirinya adalah sekutu bukan musuh.


Setelah ditegur oleh Jae Wook, Ji Sang datang menemui Ri Ta untuk mengucapkan terima kasih. Kali ini nada suaranya terdengar tulus, akhirnya. Ri Ta tersenyum sinis mendengar keajaiban ucapan tulus yang keluar dari mulut Ji Sang. Membela dirilah Ji Sang dan menyatakan bahwa dirinya adalah sudah dua kali mengucapkan terima kasih secara tulus. Ri Ta menolak. Dia nggak menganggap ucapan terima kasih yang sebelumnya, dinilainya nggak tulus.

__ADS_1


“Sekarang enteritis telah menjadi bagian dari alasan yang kau buat-buat,” tukas Ri Ta, “Kau sih nggak mau dengerin ucapanku. Ayolah, masak kau nggak mau mengungkapkan sedikittt saja penyakitmu padaku.” Ji Sang menjawab akan membayar Ri Ta dengan beberapa cara lainnya.


Ja Bok sudah sadar. Dia bertanya pada Hye Ri yang ada di sana apa dirinya akan baik-baik saja. Dia menyatakan dirinya lapar dan ingin makan sosis darah. Dia mengaku mulutnya berliur hanya membayangkannya. Hye Ri menyuruh Ja Bok makan sambil menyuntikkan serum lain.

__ADS_1


Ri Ta mengajak Ji Sang merayakan pesta perpisahan dengan makan makanan siap saji. Dia juga mulai membagi cerita pemuda yang menolongnya di Pulau Jeju. Dia mulai, “Orang-orang mungkin bilang aku udah gila, saat aku merasa ditolong seorang pemuda di Pulau Jeju dari serangan kawanan anj*ng liar. Walau orang-orang bilang aku ngimpi, tapi aku yakin itu nyata. Mereka bilang aku berimajinasi, karena aku kepalaku sakit. Entah kenapa untuk beberapa alasan aku percaya padamu. Mungkin karena kau memiliki sesuatu yang nggak bisa dijelaskan oleh sains.”


Ri Ta melanjutkan, “Anj*ng-anj*ng liar itu muncul begitu saja dari dalam hutan. Mungkin sepuluh...” Ji Sang memotong dengan mengatakan kalau jumlah itu terdengar terlalu banyak. Ri Ta menyebut Ji Sang sok tahu. Dia menambahkan, “Pokoknya waktu itu, si pemuda itu terbang entah dari mana kira-kira tingginya sekitar 30 meter ke udara.” Lagi-lagi Ji Sang menimpali apa Ri Ta yakin? Bukannya waktu 5 meteran? Ri Ta menyuruh Ji Sang untuk mendengarkan ceritanya saja.

__ADS_1


__ADS_2