
Ji Tae merasa Ji Sang ingin berbagi penelitian Ayahnya dan orangtuanya? Dia merasa itu agak dipaksakan, sebab hasil penelitian yang telah dilakukan Ayahnya, seperti harta pusaka baginya. Ji Sang meminta maaf telah meminta banyak, tapi dia mengaku hanya melalui penelitian itu dirinya bisa melengkapi hasil penelitiannya. Dia berjanji takkan melewati batas-batas. Ji Tae meminta waktu untuk berpikir. Ji Sang setuju.
Eun Soo masuk dengan langkah tergopoh-gopoh. Dia bercerita tentang kecelakaan yang dialami Dokter Lee di parkiran apartemennya.
Jae Wook memperlihatkan pada Presdir Yoo seorang pasien bangsal 21A yang menderita kanker hati dan kelumpuhan. Penyakit itu mirip dengan yang diidap Presdir Yoo. Dia menjelaskan setelah melalui serangkaian tes, hasilnya dia cukup bisa bergerak, padahal sebelumnya tidak bisa. Dia memperlihatkan video dimana pasien menerima pengobatan sesi satu dan dua. Hasilnya, pasien tak lagi kejang dan jika terus dilakukan akan bisa berjalan.
__ADS_1
“Kemarin aku menunjukkan padamu efeknya bagi tumor. Sekarang aku tunjukkan efeknya pada sistem saraf yang rusak,” ungkap Jae Wook. Merasa kemajuan yang dilakukan Jae Wook dan tim pengembang obat baru sangat signifikan, Presdir Yoo menyatakan diri ingin menjadi subjek tes. Jae Wook memintanya menunggu sedikit lebih lama. Presdir Yoo mengiyakan.
Ji Tae yang sedang berpikir di ruangannya akhirnya memutuskan untuk mengambil sampel darah dari bangsal 21A untuk diuji. Dia mengajak Eun Soo turut serta. “Kan mereka berada di bawah pengawasan tim pengembang obat baru?” tanya Eun Soo. Ji Tae tidak peduli dan menyuruhnya untuk mengikutinya.
Di pintu muka bangsal 21A, seorang perawat bertanya apa Ji Tae memiliki izin untuk mengecek ke dalam? Ji Tae mengaku tak kantongi izin. Meski begitu dia tetap akan melakukannya.
__ADS_1
Ji Sang dan Ri Ta yang sudah makin luengket berjalan bersama. Mereka membicarakan tentang Dokter Lee. Ri Ta mengungkapkan pikirannya bahwa apa yang terjadi dengan Dokter Lee itu aneh. “Mungkin ini kebetulan. Tapi, dia meninggal beberapa hari setelah diketahui berada satu barisan dengan direktur. Yang terpenting adalah, aku yakin semabuk-mabuknya orang sekalipun pasti tetap bisa berjalan dengan baik di parkiran bahkan dengan mata tertutup. Dia dilaporkan jatuh dari gedung parkiran seperti itu.”
Ji Sang malah bertanya, “Sekarang kau jadi intel (indomi telor)?” Ri Ta menggeleng. Dia hanya merasa semuanya terasa salah, bahkan untuk hal-hal kecil. Di saat tengah berdiskusi seperti itu, mereka melihat tim keamanan lari tergopoh-gopoh ke arah bangsal 21A. Mereka segera menyusul.
Di depan bangsal 21A, Ji Tae menyuruh tim keamanan menyingkir dari jalannya. Tapi tim keamanan tak melakukannya. Mereka meminta sampel darah diserahkan terlebih dulu sebelum Ji Tae pergi. “Sejak kapan tim keamanan mencampuri urusan dokter?” tanya Ji Tae. Tapi, tim keamanan menjawab kalau apa yang dilakukan Ji Tae bukanlah bagian dari pengobatan dan bertentangan dengan peraturan. Karena tidak ada titik temunya, tim keamanan berniat memakai kekerasan.
__ADS_1
Tepat di saat dua anggota keamanan coba menyerang Ji Tae, Ji Sang datang dan dengan mudah memukul mundur keduanya. Kepala keamanan memperingatkan bahwa apa yang dilakukan Ji Sang justru memperumit keadaan. Ji Sang menyuruh Ji Tae pergi. Tapi, Kepala Keamanan menahannya. Gontok-gontokan pun hendak terjadi lagi.