
Ri Ta bergegas masuk ke dalam apartemen dan menutup pintunya. Di apartemennya yang gelap dia mendengar suara musik klasik. Dihampirinya asal suara itu dengan langkah pelan, sangat pelan. Dia sama sekali tak menyadari ada action figure Dracula yang jatuh ke lantai. Di ruang tengah, dia tak menemukan seorang pun kecuali pemutar musiknya menyalakan musik klasik. Dia menarik napas lega dan langsung mematikannya.
Begitu berbalik, Ri Ta menjerit. Ada Eun Soo berdiri di sana. “Ih, mengagetkanku saja!” hardik Ri Ta, “Harusnya kasih tahu kek kalau kesini!” Eun Soo merebahkan tubuhnya di sofa dan dengan ringan meminta maaf. Ri Ta melihat action figure Dracula-nya terjatuh. “Sudah kubilang jangan sentuh action figureku kan?” ucapnya. Eun Soo mengaku tak menyentuh itu.
“Ri Ta. Yang kesini cuman kau seorang?” tanya Eun Soo masih dalam posisi rebahan. Ri Ta mengiyakan. Eun Soo menjelaskan bahwa dirinya merasa ada seseorang beberapa waktu lalu. Ri Ta yang baru membenarkan posisi action figure-nya tersentak. Apa minionnya Jae Wook tadi yang masuk ke apartemennya Ri Ta?
__ADS_1
Hyun Woo memuji jurnal Han Su itu sangatlah menakjubkan. Dalam jurnal itu, dia menemukan catatan bahwa Han Su menggali makam tua tersebut setelah mendengar mengenai legenda mengenai vampir. Hasilnya, mereka menemukan tulang-belulang yang hilang. Lebih dari itu mereka berhasil mengambil sampel dan mengaktifkan virus.
“Akhirnya kita menemukan apa yang dicari selama ini, Ji Sang. Babenya virus VBT-01!” seru Hyun Woo sumringah, “Sayangnya tak ada solusi manual di dalam jurnal ini, kecuali refleksi dan representasi doang. Kalau dia hidup, mungkin dia akan menulis solusi manualnya. Ngemeng-ngemeng, nggak ada orang lain yang tahu kan soal jurnal ini?”
Di ruang kerjanya di apartemen, Ji Sang merenungkan ucapan Jae Wook sebelumnya yang menginformasikan bagaimana dia tertular di Kochenia. Dia juga merenungkan ucapan Hyun Woo yang mengatakan jurnal Han Su menyebutkan penemuan tulang dan virus VBT-01. Tampaknya Ji Sang sedang membandingkan dua data yang hampir cocok satu sama lain.
__ADS_1
Hye Ri sedang menyuntik pasien bangsal 21A dengan serum aneh lagi. Di tempat tidur sebelah, Ga Yun sedang mengecek pasien dan langsung pergi begitu selesai. Hye Ri menyusulnya dan mengatakan, “Aku iri padamu. Direktur selalu bangga padamu.” Seolah terganggu dengan pernyataan Hye Ri, Ga Yun menyuruhnya memelankan suara. Dengan senyum lepas, Hye Ri mengatakan tak ada yang mendengar dan tahu apa yang mereka bicara. Jadi bebas dong bicara? Ga Yun memotong ucapan Hye Ri dan mengajaknya bicara sebentar di tangga darurat.
Detik berikutnya, kita melihat dia mencekik dan mendorong tubuh Hye Ri ke dinding. Dia mengancam, “Nggak usah ngomong lagi padaku di RS ini kayak tadi! Nggak usah ngomong iri-irian atau omong kosong lainnya. Kau mengerti? Sekali lagi, kau akan rasakan akibatnya!” Ga Yun melepaskan tangannya dari leher Hye Ri.
Di ruangan Departemen Hematoma, Ji Sang menyatakan pada Ji Tae bahwa mereka tak bisa berdiskusi mengenai penelitian bersama di RS, sebab terlalu banyak “mata”. Dia mengajak Ji Tae untuk melakukannya di apartemennya.
__ADS_1