DARAH

DARAH
bab 147


__ADS_3

Untuk itu, Ji Sang berangkat ke markas Jae Wook. Ketika pintu lift terbuka, dia disambut oleh Jae Wook dan para minionnya yang banyak – termasuk In Ho di sana. Dengan senyum menyebalkan In Ho menyapa Ji Sang untuk meledeknya. Ji Sang memekik: “JOO IN HO!” Para minion Jae Wook maju melawan Ji Sang. Tentu saja, Ji Sang menimpali serangan para cecunguk dengan mudah, tapi tangan banyak lebih baik melawan tangan satu. Karena itu, Ji Sang tidak bisa menangkis ketika para minionnya Jae Wook menginjekkan serum pelemah ke tubuh Ji Sang.


Alhasil tubuh Ji Sang melemah. Dia akhirnya harus duduk berlutut di hadapan Jae Wook. “Kau memastikan sesuatu,” kata Jae Wook, “Vampir normal lainnya pasti mati sekali suntik.” Dia yakin Ji Sang datang untuk membalaskan dendam Hyun Woo yang mati di tangan In Ho. Kemudian, dia menyatakan andai saja penelitian diserahkan lebih awal, tentu Hyun Woo takkan menjadi korban. Pengandaian itu disertai pujian bahwa Ji Sang memiliki data penelitian yang sangat menakjubkan.


Jae Wook mengimbuhi apa yang terjadi sekarang disebabkan dosa Ji Sang yang menyimpan data penelitian untuk diri sendiri. Itulah kenapa dia menghukum Ji Sang dkk. Dengan suara serak, dan tubuh tak mau diajak bergerak, Ji Sang menggeram: “Akan kubunuh kalian semua!”

__ADS_1


Jae Wook tersenyum, meremehkan pola pikir Ji Sang yang terlalu sempit. Dia pun menjelaskan situasinya dengan menelpon minionnya yang lain. Suara di HP-nya di-loud-speaker, sehingga terdengarlah jelas suara minionnya menunggu perintah apa yang harus dilakukan terhadap Ri Ta yang saat ini tengah menangis di sebelah jasad Hyun Woo. “Apa yang harus kujawab?” tanya Jae Wook pada Ji Sang, meminta pendapat, “Jika kembali ke apartemenmu, kau akan menemukan dua mayat.”


Ji Sang meminta Jae Wook melepaskan Ri Ta. Sebelum itu, Jae Wook bertanya apa keputusan Ji Sang: mengikuti perintahnya atau membiarkan Ri Ta mati juga? *simalakama sebetulnya* Ji Sang tidak menjawab, melainkan hanya menundukkan kepala. Jae Wook menarik kesimpulan Ji Sang setuju syarat pertama. Untuk itu, dia memerintahkan minionnya untuk membiarkan Ri Ta tetap menangis.


Ji Sang kembali ke apartemennya dengan wajah yang cukup pucat. Ri Ta yang sedang menunggui jasad Hyun Woo bertanya kenapa Ji Sang tidak mengangkat telponnya dan pulang terlambat? Melihat wajah kekasihnya terdiam dan pucat, dia kembali bertanya apa telah bertemu Jae Wook? Ji Sang mengiyakan, lalu memeluk Ri Ta.

__ADS_1


Ji Sang menggenggam tangan Hyun Woo untuk meminta maaf. Saking merasa bersalahnya dia berharap dalam kehidupan Hyun Woo yang akan datang tidak dipertemukan lagi dengannya.


Ga Yun menemui Jae Wook di ruangannya untuk mengkonfirmasi apa benar In Ho membunuh Hyun Woo atas perintahnya? Dengan ringan Jae Wook menjawab kelompok Ji Sang dkk itu pemalas yang harus diberi motivasi. Dia mengingatkan Ga Yun kembali untuk mengurus Ri Ta.


Ji Sang meminta maaf pada Ji Tae karena tidak bisa melangkah lebih lanjut dan melimpahkan tanggung jawab penelitian untuk bangsal 21A padanya. Ji Tae siap menerimanya – biar bagaimana efek samping harus tetap menjadi prioritas mereka. Dia juga merasa sedih atas kepergian Hyun Woo. Ji Sang mengangguk dan menyatakan, “Untuk sekarang, aku belum bisa melakukan apapun untuk Direktur. Maaf...” Ji Tae meminta Ji Sang tidak menyalahkan diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2