DARAH

DARAH
bab 114


__ADS_3

Sang bertanya kembali, “Direktur, tiba-tiba aku jadi ingin tahu, vampir yang menyerang kita itu meneliti soal apa ya? Apa mungkin mereka meneliti sesuatu yang mengejutkan sambil menulis novel barangkali?” Jae Wook pura-pura ingin tahu juga. Ji Sang merasa ingin bergandengan tangan dengan mereka, walaupun tahu mereka adalah musuh. Jae Wook mengingatkan Ji Sang untuk tetap berhati-hati. Ji Sang mengiyakan dan pergi.


Ji Tae mengatakan pada Ji Sang bahwa dirinya ingin mengembangkan vaksin yang bisa menyembuhkan virus VBT-01. Dia merasa harus membayar apa yang sudah Bapaknya dalam mengembangkan virus tersebut.


Jae Wook berdiri di ruang perawatan Sylvia. Dia ingat Sylvia menolak ketika Presdir Yoo menawarkan hidup lebih lama? Tidak berapa lama kemudian, Sylvia bangun dan mengucapkan terima kasih karena Jae Wook telah meluangkan waktunya untuk mengunjunginya. Jae Wook menawarkan kembali kesempatan untuk hidup lebih lama, tapi Sylvia lagi-lagi menolaknya. Sylvia bertanya, “Kenapa Anda selalu berusaha mencoba menjadi Gusti Allah?”

__ADS_1


Dengan sombong, Jae Wook mengatakan bahwa Gusti Allah tidak bergerak langsung pada kenyataan. Sylvia tersenyum. Dia mengatakan Gusti Allah itu merupakan sandaran yang bisa disandari umatnya. Bagi Jae Wook, konsep itu terlalu mengawang-awang. Dia ingin konsep yang lebih nyata.


Ji Sang masuk ke dalam kamar dimana Ri Ta masih membereskan tempat tidur. Ri Ta memarahi Ji Sang karena masuk tanpa permisi. Ji Sang menerima telpon yang menyatakan Sylvia berada dalam kondisi kritis.


Kamar Sylvia sudah dipenuhi karakter yang bermain dalam drama Blood. Ri Ta tampak memegang tangan Sylvia dan meminta Ibu Angkatnya itu untuk tidak meninggalkannya. Sylvia sempat membuka mata dan melihat Ri Ta, tapi kemudian terpejam kembali. Orang-orang menatap Ri Ta, seolah memintanya untuk melepaskan Sylvia dengan tenang. Benar saja, begitu Ri Ta meletakkan tangannya, Sylvia pergi dalam damai.

__ADS_1


Ri Ta melihat warna yang Ji Sang buat adalah merah muda semuanya. Ji Sang menjelaskan hanya ada satu warna yang membuatnya tenang, yaitu warna pakaian Chae Yun. Ri Ta mau, dengan alasan melakukan apa yang Ji Sang minta.


Hyun Woo memanggil. Ji Sang dan Ri Ta keluar untuk menemui Hyun Woo yang menunjukkan pada mereka vampir yang berhasil terdeteksi berkeliaran di sekitar rumah. Hyun Woo menjelaskan biasanya vampir tak pernah terlihat di CCTV, tapi vampir satu ini memiliki warna yang cukup mencolok: biru dan merah. Dia menambahkan, “Ini pasti vampir yang telah menjadi 'manusia' setelah memakan serum! Tapi, serumnya telah mulai kehilangan pengaruhnya, karena itu warnanya menjadi merah dan biru.”


Jae Wook tengah menikmati sampanye di apartemennya, ketika Ji Sang berdiri di depan pintunya. Begitu dibuka, Jae Wook menemukan salah seorang minionnya ambruk. Ji Sang muncul dan mengatakan, “Vampir satu ini berkeliaran di depan rumahku. Aku menangkapnya dan segera membawa kesini. Tapi aku tidak membunuhnya, selain memberinya sedikit obat penenang. Dia akan bangun nanti.”

__ADS_1


“Kenapa kamu bawa dia kesini?” tanya Jae Wook. Ji Sang menjelaskan dengan tenang bahwa vampir ini adalah salah satu diantara mereka berdua. Karena, vampir ini tertangkap olehnya, maka dia ingin Jae Wook membunuhnya. Hiya loh.


__ADS_2