
Jae Wook memberitahu In Ho supaya mengabaikan permintaan Presdir Yoo untuk divaksinasi. Bahkan, jika perlu In Ho harus memanggilnya. In Ho bertanya balik kenapa pasien 21A divaksin walaupun belum stabil? Tentu saja, sebab Presdir Yoo-lah orang yang mendanai penelitian tim pengembang obat baru. Jika sampai terjadi apa-apa pada Presdir Yoo, maka habis sudah semuanya.
Ji Sang memberikan antibodi yang dikembangkan Hyun Woo kepada Ji Tae. Setelah melihat reaksi terhadap sampel darah dari pasien bangsal 21A, Ji Tae menyatakan jika antibodi yang diberikan Ji Sang sangatlah berbahaya. Sebab, antibodi itu tak cuma membunuh sel-sel virus, tapi sel-sel sehat juga. Itulah sebabnya, Ji Sang ingin penelitian di bangsal 21A diakhiri, karena takkan mudah menemukan penyebab kenapa antibodi itu berbahaya. Ji Tae menegaskan dirinya akan meneruskannya. Ji Sang setuju.
Lalu, Ji Tae bertanya soal perang agresif-pasif antara Ji Sang dan Jae Wook. Ji Sang mengaku masih terus terjadi. Ji Tae melontarkan ide untuk memprovokasi Jae Wook.
__ADS_1
Ri Ta menemui Kyung In untuk menanyakan soal cek fisik Presdir Yoo. Kyung In mengatakan Presdir Yoo sudah menjalani satu kali cek pemeriksaan fisik, tapi berpesan tidak memberitahu Ri Ta. Hasil dari cek fisik tersebut adalah kadar glukosa meningkat. Meskipun itu belum akan berdampak buruk. Kyung In mengaku khawatir soal tremor di tangannya yang makin memprihatinkan. Dia meminta Ri Ta tidak memberitahu ataupun bertanya pada Presdir Yoo.
Jae Wook kembali ke ruangannya dan menemukan CD bertuliskan “Bombs”. Dia memasukkan CD itu di DVD driver pc. Dia menemukan rekaman sel darah yang tersusupi oleh vaksin dan meledak.
Ri Ta bertanya balik apa penyakit langka yang dimiliki Presdir Yoo dan apakah tidak ada kesempatan untuk menyembuhkannya? Dokter menyebutkan memang belum ada pengobatannya. Ada kemungkinan penyakit ini akan menurun pada Ri Ta, ya sekitar lima puluh persen kemungkinan. Dia menyebutkan bahwa Bapaknya Ri Ta tidak terkena penyakit ini, tapi itu tak berarti Ri Ta menjadi aman.
__ADS_1
Ji Sang menemui Jae Wook di apartemennya untuk melakukan evaluasi. Sesampainya di sana, Jae Wook menunjukkan CD bertuliskan bom dan menghancurkannya dengan mudah. Dia menanyakan nama rekaman antibodi yang di dalam CD, yang memakan semua yang disentuh? Ji Sang menjawab santai: antibodi vampir ke manusia VTh versi 16.
Jae Wook menanyakan alasan Ji Sang menunjukkan rekaman tersebut? Ji Sang meledek jika Jae Wook membutuhkannya untuk memborbardir pasien yang gagal diobati dengan obat barunya. Dengan penuh percaya diri, Jae Wook menyatakan takkan membutuhkan hal tersebut. Obatnya sempurna. Ji Sang menghela napasnya dan menghembuskannya untuk memberikan Jae Wook lebih banyak waktu.
Ji Sang menilai jika kerjasama Jae Wook, Han Su, dan kedua orang tuanya tidak berantakan, mungkin Jae Wook sudah berhasil sekarang.
__ADS_1