
Hyun Woo menjelaskan pada Ji Sang dan Ri Ta bahwa obat baru yang diberikan pada pasien bangsal 21A adalah gabungan dari serum kekebalan dan vaksin. Serum ini meningkatkan kekebalan tubuh sebagaimana diharapkan tapi membunuh vaksin pada tingkatan tertentu. “Bisa jadi vaksin hidup tapi masih...” tukas Ji Sang.
“VBT-01 subkultur yang diminimalkan,” sambung Hyun Woo. Ri Ta minta mereka berdua menjelaskan “bahasa ilmiah” yang tak dimengertinya. Ji Sang mengatakan bahwa kondisinya bukan benar-benar vaksi, tapi keadaan mirip terinfeksi. Itu membutuhkan kesimbangan. Jika keseimbangan itu hilang, maka dengan cepat pasien terinfeksi menjadi vampir. Hal ini bisa menginfeksi orang lain. Ji Sang menegaskan bahwa masalah utama di sini adalah soal keseimbangan. Obat baru buatan tim pengembang obat baru sangat tidak stabil.
Jae Wook menanyakan ekspresi wajah Ga Yun yang menanyakan soal minimalisir vaksin subkultur terakhir. Dia menjawab bahwa tak ada yang salah memakai metode yang lebih baik. “Apakah ada yang salah?” tanyannya. Ga Yun mengaku tidak mempertanyakan metodenya, melainkan hanya ingin tahu sejauh apa perkembangan obat barunya. Jae Wook bertanya kenapa sekarang Ga Yun banyak bertanya. Ga Yun meminta maaf dan meminta Jae Wook tidak menjadi Na Jung sebagai subjek penelitian. Jae Wook memastikan takkan melakukannya.
__ADS_1
Ga Yun hendak pergi, dan Jae Wook memanggilnya kembali. Dia menyatakan tidak mau Ga Yun menjadi kelemahan baginya. Jika itu terjadi, maka akan sangat fatal akibatnya.
Di suatu tempat, J dan rekannya mengumpulkan pasukan vampir berpakaian hitam-hitam. J memperhatikan pasukannya ketika rekannya dihubungi oleh Jae Wook yang memerintahkan pasukan untuk diberi serum, sehingga mode sejatinya tidak tampak. Rekannya J mengiyakan.
Ri Ta dan Ji Sang jalan bareng. Karena itu kali pertamanya bagi mereka, Ri Ta terlihat senang betul dan mencemooh Ji Sang yang susah payah mendadani diri sendiri tapi hasilnya serius. Ji Sang tersenyum, setelah teringat gaya Ri Ta dulu seperti gadis LA. Mereka kemudian melihat sepasang kekasih saling merayu di sebuah taman.
__ADS_1
Setelah mereka pergi, Ri Ta kepingin Ji Sang merayu juga seperti itu. Ji Sang mau menolak, tapi Ri Ta sudah berdiri di taman bebungaan dan berkata, “Coba cari aku!” Entah tidak peka atau bagaimana, Ji Sang langsung menunjuk tempat Ri Ta berdiri. Ri Ta mendengus, menilai Ji Sang tidak asyik. Dia bergidik sendiri mengetahui pola pikir Ji Sang yang terlalu serius.
Ri Ta mengejar langkah Ji Sang dan mengadu kalau jari tangan kirinya keriting akibat bergidik tadi. Ji Sang mengatakan akan meluruskan jari tangan itu untuk Ri Ta. Dia menggenggam tangan Ri Ta dan berjalan dengan nyaman. Itu membuat Ri Ta senyum-senyum geli sendirian.
Di rumah sakit, In Ho merasa tubuhnya pegal-pegal. Dia mengecek suhu tubuhnya dan termometer memperlihatkan angka 32,2 derajat. Dia pun menyuntik dirinya dengan serum darah buatan Jae Wook. Tidak disangka seorang dokter junior melihatnya dari sela-sela jendela.
__ADS_1