
Ketika berpapasan dengan Ji Tae, Jae Wook menebak Ji Sang telah memberitahu segalanya pada Ji Tae. Dia mempertanyakan apakah Ji Tae ingin membalas dendam atas kematian Han Su? Ji Tae mengepalkan tangannya dan mengajak Jae Wook berkelahi selaiknya dokter. Dia berkata, “Aku akan menetralisir VBT-01. Kalau bisa akan kukembalikan semuanya ke kondisi semula.”
Kyung In menonton video rekaman kotak hitam mobil Hye Ri, dan menemukan fakta bahwa mobil itu sempat terparkir di apartemen Jae Wook. Dia kemudian dihubungi Presdir Yoo untuk diminta menghadap.
Presdir Yoo menggebrak meja dan menuding Kyung In telah mencuranginya karena membeberkan penyakitnya pada orang lain. Dengan dingin, Kyung In menyatakan bahwa dirinya tak memiliki rencana apapun. Presdir Yoo menuding Kyung In yang ingin membuatnya dipecat dengan mengekspos penyakitnya dalam salah satu rapat dewan. Rasa sakit menyerang. Presdir Yoo mengerang. Setelah berhasil menahan rasa sakitnya, dia mengatakan, “Seharusnya aku mengetahui tujuanmu ketika kau begitu patuhnya mengikutinya perintahku. Orang yang membunuh demi masa depannya sendiri bukanlah orang normal. Kau tipe orang seperti itu!”
__ADS_1
Tanpa perasaan iba sedikit pun, Kyung In menegaskan bahwa dirinya akan melakukan pembun*han lagi di masa depan. Kesal dengan sikap yang ditunjukkan Kyung In, berdiri Presdir Yoo untuk menyuruhnya keluar. Seperginya Kyung In, Presdir Yoo menjatuhkan kepalanya ke atas meja. Dengan tangan gemetar, dia berusaha mengambil obat yang selalu tersimpan di saku jasnya.
Ji Sang, Ji Tae, dan Ri Ta sepakat bahwa Jae Wook dan tim pengembang obat baru takkan menyerah untuk tidak memvaksin dengan mudah. Hal yang perlu mereka ketahui segera adalah soal motif utama, sambil tetap menjaga pasien berada di dalam bangsal 21A.
Ga Yun meminta pada Jae Wook untuk memindahkan Na Jung ke bangsal biasa tanpa vaksin. Jae Wook berjanji akan memberi keputusannya besok. Ga Yun membungkuk mengucapkan terima kasih beberapa kali.
__ADS_1
Ri Ta mengungkapkan pada Ji Sang bahwa dirinya ingin kembali ke apartemennya. Ji Sang mengingatkan bahayanya, tapi Ri Ta mengaku telah mengancam Jae Wook untuk tidak menyentuhnya dengan memakai tameng nama Ji Sang. Dia beralasan Ji Sang cukup tangguh untuk melawan Jae Wook. Dengan demikian, Jae Wook takkan melakukan tindakan gegabah padanya lagi. Lagipula, dia yakin Ji Sang akan mengunjunginya setiap hari. Hahaha, digoda niye.
Ji Sang mengeluarkan kotak kado, yang ketika Ri Ta buka berisi HP baru. Dia menjelaskan kalau Ri Ta telah kehilangan HP sebelumnya gara-gara dirinya. Karena itu, dia berniat membelikan satu HP untuknya yang cantik.
In Ho teringat obrolannya dengan Jae Wook yang mengajak untuk kembali pada rencana awal tanpa mengabaikan prinsip. “Apa aku keluar jauh dari jalur?” tanya Jae Wook. In Ho mengiyakan dan menyebut beberapa contoh, yaitu: pemberian vaksin putaran ketiga, tidak disuntiknya Presdir Yoo dan Na Jung yang berada dalam lindungan Ga Yun. Dia berpikir semua objek penelitian harus diperlakukan sama dan adil.
__ADS_1
Jae Wook meminta In Ho tidak bicara lebih jauh dan berhenti memberi komentar tentang penelitian yang dilakukan. Lamunan In Ho buyar ketika terdengar suara ketukan di pintu ruangannya. Ternyata yang masuk adalah Presdir Yoo.