DARAH

DARAH
bab 71


__ADS_3

“Dia bilang hidup dengan obat-obatan seperti itu percuma saja. Pilihannya hanya satu: dia harus keluar!” tukas pria itu. Dia bahkan berbohong kalau dokter yang bertanggung jawab yang merekomendasikannya keluar. Ji Sang datang dan bertanya siapa yang telah merekomendasikannya? Pria itu terdiam.


“Pasien ini masih menerima pengobatan kankernya. Tinggalkan dia!” ucap Ji Sang tegas. Pria itu mencoba menabrakkan permintaan Ji Sang dengan peraturan yang berlaku. Ji Sang tak menganggap peraturan itu ada.


Eun Soo yang sudah susah payah menyembunyikan fakta soal penelitiannya akhirnya membongkar semuanya pada Ri Ta. “Jujur ya, aku nggak percaya, lihat deh gigi dan kuku-kuku itu. Ini memang beneran ada loh,” jelas Eun Soo. Ri Ta memicingkan matanya, memperhatikan tiap detail yang Eun Soo berikan padanya.

__ADS_1


“Jika Ji Tae mengungkapkan hal ini pada para akademisi hematoma, tentu akan terjadi kehebohan,” terang Eun Soo lagi. Ri Ta bertanya vampir sudah tak ada lagi kan sekarang? Eun Soo mengiyakan. Jika sekarang masih ada vampir, maka semua orang sudah jadi vampir sekarang.


Ri Ta mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada Eun Soo karena telah memberi penjelasan padanya. Dia bangkit hendak pergi, tapi malah terhuyung. Eun Soo membantunya duduk kembali. Dia menyuruhnya pulang.


Ji Sang dan Ga Yun mengecek kondisi Suster Sylvia, yang bertanya jika dirinya benar-benar tak memiliki harapan sama sekali tolong dikatakan. Ji Sang menjawab kalau belum waktunya bagi Suster Sylvia menghadap pada Tuhan. Dia minta Suster Sylvia tak ajukan pertanyaan itu lagi. Suster Sylvia mengaku lega mendengar hal positif dari Ji Sang.

__ADS_1


Ga Yun manggut-manggut mendengar penjelasan Ji Sang. Kemudian, dia mengajak Ji Sang makan malam bersama, tapi jika keberatan tidak mau juga tak apa-apa. Ji Sang menjelaskan dirinya benci makanan tepung, pedas, asin, berminyak, dan berkaki lebih dari empat. Dia minta Ga Yun mempersiapkannya, dan hari Jumat mereka akan pergi bersama.


Ri Ta pulang ke rumah dan langsung merebahkan diri di kasur.


Ji Sang mendapat telpon dari bagian perawatan di depan. Dia segera kesana dan melihat banyak pasien memiliki gejala tinnitus (istilah sudah dijelaskan di part sebelumnya). Seorang perawat menjelaskan bahwa tim pengembang obat baru yang akan mengurusnya. Dia menambahkan bahwa pasien-pasien ini super-duper menjengkelkan.

__ADS_1


Ji Sang bertanya apa ada pasien yang memiliki hiper sensitivitas bersamaan dengan tinnitus. Perawat mengiyakan. Pasien ini meminta lampu di lorong dimatikan, karena cahayanya menyakitkan mata. Perawat kaget melihat salah seorang pasien menempelkan wajahnya di kaca dengan tatapan mupeng. Ji Sang menengok dan menemukan hal yang sama.


Di sisi lain, Hye Ri melaporkan kemajuan yang telah dibuatnya pada Jae Wook tentang hiper sensitivitas dan tinnitus. Para pasien ini akan bertahan setidaknya seminggu lamanya. Hasilnya cukup menggembirakan. Efek bisa dikontrol sesuai keinginan, yaitu sementara. Reaksinya pun cukup menonjol.


__ADS_2