DARAH

DARAH
bab 39


__ADS_3

Soo Eun mempertanyakan kenapa Ri Ta bisa update informasi mengenai kejanggalan yang dimiliki Ji Sang? Dia bertanya apa benar pipinya Ji Sang sembuh dengan sendirinya? Ri Ta membenarkan, tanpa peduli apa Soo Eun mau percaya atau nggak padanya. Soo Eun bertanya apa yang mau Ri Ta lakukan? Memverifikasinya. Pertanyaan itu justru memberikan ide segar bagi Ri Ta. Dia beranjak karena merasa perlu melakukan verifikasi.


Soo Eun mengekori Ri Ta yang memanggil Ji Sang untuk menanyakan luka di pipi Ji Sang apakah dijahit sendiri? Ji Sang mengiyakan. Ri Ta mau membukanya, tapi tentu saja Ji Sang nggak mengizinkannya. Soo Eun mengajak Ri Ta pergi. Ri Ta pura-pura menyapa Presdir. Sehingga Ji Sang menengok, memberikan kesempatan pada Ri Ta untuk bisa menarik plester dari pipinya. Begitu plester terbuka, Ri Ta dan Soo Eun kaget melihat pipi Ji Sang dipenuhi jahitan. Ji Sang memarahi Ri Ta, “Apa sih yang kau lakuin? Apa kau mau tanggung jawab kalau sampai bertambah buruk. Akan kulaporkan kau ke komite etik kedokteran!”

__ADS_1


Luka di pipi Ji Sang terlihat nyata, karena Hyun Woo sudah mempermaknya dengan bagus sebelum Ji Sang pergi tadi. Diam-diam Hyun Woo artis berbakat. Yap, dia mampu membuat luka di wajah Ji Sang terlihat lebih nyata.


Jae Wook sedang berdoa di gereja rumah sakit. Suster Sylvia datang. Jae Wook membantunya berjalan. Melihat kebaikan Jae Wook, Suster Sylvia mengucapkan terima kasih dan bertanya apa Jae Wook salah seorang karyawan RS Taemin? Jae Wook memperkenalkan dirinya sebagai direktur RS. Dia merasa terhormat kedatangan pasien seperti Suster Sylvia. Hal itu membuat Suster Sylvia bertanya apa Jae Wook mengenalnya? Jae Wook mengangguk dan mengatakan siapa nggak mengenal “Bunda Theresa-nya Asia”? Suster Sylvia malu mendengar pujian itu.

__ADS_1


Ji Sang dan Manajer Jung membicarakan tentang bangsal 21A yang dinilainya agak aneh. Pasalnya sampel darah yang diambil dari sana nggak diberikan ke lab RS, tetapi diberikan ke lab untuk dikembangkan oleh tim pengembang obat baru. Manajer Jung menginformasikan bahwa hasilnya pun nggak bisa diakses sembarang orang. Dia yakin pasien di bangsal 21A dijadikan kelinci percobaan oleh tim pengembang obat.


“Pernahkah kau memikirkan memar pasien berasal dari perdarahan pembuluh?” tanya Ji Sang. Manajer Jung mengaku dirinya telah melakukan riset pustaka, namun sama sekali nggak menemukan kasus serupa. Meski begitu, apa yang disebutkannya barusan baru sebagai teorinya saja. Dia merasa pasien-pasien itu nggak dicatat rekam medisnya. Dia merasa akan mendapatkan sesuatu disini dan mengaku akan ikut “bermain”.

__ADS_1


“Kau mau bergabung denganku?” tanya Manajer Jung, “Kita bisa menyelidiki hasil lab bersama-sama.” Ji Sang menolak. Manajer Jung menuding Ji Sang hanya memberi umpan lantas melangkah mundur.


__ADS_2