DARAH

DARAH
bab 21


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Ga Yun dan salah seorang dokter junior lain datang. Ri Ta langsung mengusirnya karena bisa menangani Ji Sang. Dokter junior segera pergi. Tidak dengan Ga Yun yang masih menatap Ji Sang dengan tatapan penuh kekhawatiran. Ri Ta, masih dalam posisi berdirinya, berkicau, “Kau juga. Pergi saja sana!” Ga Yun pun pergi.


Selanjutnya, Ri Ta merawat Ji Sang. Saat itu dia mulai menemukan beberapa kejanggalan yang ada pada Ji Sang, seperti detak jantung yang iramanya lebih cepat. Dalam ketidaksadarannya, Ji Sang juga mengigau memanggil-manggil nama Sun Young. Ri Ta bertanya kenapa dengan Ji Sang? Ketika Ri Ta mau memberi suntikan, Ji Sang terbangun dan bertanya apa yang dilakukan Ri Ta? Dengan ketus dan sombong seperti biasanya Ri Ta mengatakan bahwa dirinya ingin mengecek darah Ji Sang. “Siapa izinkan kau melakukannya?” semprot Ji Sang tak kalah ketus.

__ADS_1


Ri Ta mengangkat bahunya dan mendesah, merasa kesal apa yang didapatnya setelah membantu Ji Sang bukannya ucapan terima kasih melainkan semprotan ludah. Ji Sang bangkit dari tempat tidur dan pergi begitu saja. Ri Ta menjejerinya dan meminta penjelasan apa yang telah terjadi. Ji Sang bungkam. Ri Ta terus saja bertanya-tanya ini itu, membuat Ji Sang kesal dan akhirnya berteriak, “Tinggalkan aku sendiri!”


Ri Ta bersidekap. Dia menebak Ji Sang menyembunyikan sesuatu. Dia minta Ji Sang bercerita dan berjanji akan merahasiakannya dari orang lain. Dia mengatakan permintaannya itu bukan sebagai dokter kepada dokter, tetapi sebagai dokter kepada pasiennya.

__ADS_1


Di tempat lain, seorang anak buah Jae Wook bertanya apa rencana Jae Wook terhadap Ji Sang? Jae Wook menjawab, “Ji Sang melupakan siapa dirinya yang sesungguhnya. Dia meniru manusia sekarang. Jadi, akan kutunjukkan padanya kebebasan dari asal dirinya. Aku menunjukkannya jalan ke mana dia harus melangkah untuk menemukan lebih jauh mengenai dirinya. Aku menyadarkannya akan fakta bahwa dia itu makhluk unggul.”


Si anak buah menarik kesimpulan kalau Jae Wook berniat memakai orang-orangnya demi menggaet Ji Sang. Jae Wook tersenyum membenarkan. Hanya saja saat ini isu itu belum menjadi hal yang terpenting. Yang terpenting adalah sejauh apa Ji Sang melakoni hidup laiknya manusia. Dia minta anak buahnya memberikan keterangan lebih lanjut.

__ADS_1


“Orangtua Ji Sang adalah makhluk berdarah dingin, tapi memilih menjalani hidup laiknya manusia. Itulah sebabnya, hidup mereka menjadi tragedi. Mau kemana nantinya Ji Sang? Ke arah makhluk berdarah dingin, yang arogan, penuh amarah, dan ambius? Atau justru sebaliknya, laiknya manusia yang hangat tapi berbahaya?” jelas Jae Wook, sambil menatap foto lama hitam-putih dirinya bersama ayah-ibu Ji Sang dan seorang dokter yang belum diketahui namanya. Pakaian mereka sama: jas dokter berwarna putih.


Ji Sang pulang ke rumah. Hyun Woo memeriksanya. LUUVY menampilkan data statistik di dadanya yang berisi tentang temperatur, detak jantung, dan beberapa hal penting lainnya. Dia kemudian mengatakan supaya Ji Sang menurunkan suhu tubuh. Hyun Woo kaget demi melihat peluru suntik yang ditembakkan ke arah Ji Sang. “Apa-apaan ini? Kau bukan seekor Singa yang melarikan diri dari bonbin!” pekik Hyun Woo. Ji Sang menyuruhnya diam. Pekikan Hyun Woo membuatnya sakit kepala.

__ADS_1


__ADS_2