DARAH

DARAH
bab 82


__ADS_3

Ji Sang datang dan Ri Ta makin menakut-nakuti Na Jung kalau Ji Sang adalah dokter yang mengerikan. “Kau akan membuang obatnya lagi atau nggak?” tanya Ji Sang. Pertanyaan itu langsung dijawab tidak oleh Na Jung. Ri Ta kesal. Seharusnya Na Jung takut pada Ji Sang, bukannya senang. Na Jung mengaku tak takut Ji Sang, soalnya Ji Sang ganteng. Aih, Ji Sang langsung malu. Ji Sang berpesan pada Na Jung supaya mendengarkan ucapan dokter dan perawat yang ada disini. Na Jung mengiyakan.


Ri Ta mendengus mendengar Na Jung menurut dengan Ji Sang. Il Nam datang dan bertanya apa yang terjadi di ruangan tersebut. Na Jung bertanya dengan kasar, “Kau siapa sih?” Pertanyaan itu membuat Il Nam kesal. Dia bertanya kenapa Na Jung seperti itu? Tak ada yang menjawabnya. Hahaha.

__ADS_1


Ri Ta melihat jam di pergelangan tangannya dan mengatakan pada Ji Sang kalau sudah saatnya. Ji Sang mengiyakan.


Ji Sang, Ri Ta, dan Ga Yun pun menemui Soo Hyun. Ri Ta memberikan gaun berwarna putih untuk dipakai Soo Hyun. Tentu saja, Soo Hyun senang menerima itu. Dia pun berjalan di lorong RS bak seorang pengantin. Beberapa orang staf, dokter, dan pasien menyambutnya. Ri Ta mendorong Ji Sang untuk berpura-pura menjadi pengantin prianya. Ji Sang sebenarnya ogah, tapi demi Woo Shik yang sakit parah dia mau juga.

__ADS_1


Woo Shik, Soo Hyun, dan Ji Sang berjalan menuju altar, dimana Suster Sylvia sudah menunggu. Di tengah-tengah, Soo Hyun menangis dan mengatakan bahwa dirinya akan mengingat hari ini. Woo Shik juga menangis dan mendadak menegang. Penyakitnya kumat.


Ji Sang dan Ga Yun datang ke kamar Suster Sylvia untuk lakukan pengecekan rutin. Di saat itu, Ji Sang menanyakan, “Suster, aku baca di sebuah artikel kalau kau telah membantu banyak sekali orang miskin dan yatim-piatu. Jika kau diberi kesempatan hidup lagi, apakah kau akan membantu lagi?” Sambil tersenyum Suster Sylvia mengiyakan, tapi dia menyayangkan Tuhan sepertinya sudah sangat sayang pada dirinya dan ingin dia kembali. “Tapi, bagaimana bila Dia betulan memberimu kesempatan dan mengizinkannya?”

__ADS_1


Pertanyaan Ji Sang belum dijawab Suster Sylvia, karena kita harus beralih ke ruang lainnya, dimana Ji Tae dan Kyung In tengah bicara. Kyung In tampak menyesal karena Ji Tae harus mengalami kejadian tak menyenangkan kemarin. Dia mengerti kalau Ji Tae membutuhkan sampel darah dari pasien bangsal 21A untuk memverifikasi apa yang dilakukan tim pengembang obat baru. Karena itu, dia menawarkan diri melakukannya untuk Ji Tae.


Ji Tae tersenyum sinis. Dia coba percaya, tapi dia juga tahu Kyung In mendapat masalah gara-gara hal ini. Kyung In meminta Ji Tae mempercayainya dan memberinya satu kesempatan lagi.

__ADS_1


__ADS_2