DARAH

DARAH
bab 75


__ADS_3

Kyung In beralasan itu demi RS Taemin. Presdir Yoo menyahut, “Apa kau bilang demi Taemin? Kau rela berbuat sejauh ini hanya demi menyingkirkan direktur?” Kyung In mengelak. Apa yang dilakukannya adalah demi menyadarkan Presdir Yoo yang telah bertindak salah. Kaget dong Presdir Yoo dibilang salah.


Kyung In membenarkan. Dia sebutkan Presdir Yoo terlalu mempercayai Jae Wook dengan memberinya kebebasan dan keluasaan. Hal ini akan membahayakan Taemin. Presdir Yoo mengingatkan kalau Kyung In tidaklah pantas menilai Jae Wook. Tentu saja Kyung In tidak terima. Selama dua puluh tahun bekerja di Taemin, dia merasa berhak menilai dan menghakimi staf dokternya. Lagipula, dia berada di posisi sebagai Asosiasi Direktur.


Presdir Yoo menganggap posisi sebagai Asosiasi Direktur bagi Kyung In itu dinilainya berlebihan. Kyung In bertanya, “Apa kurangku? Aku telah melakukan semua yang kau perintahkan. Bahkan, hal-hal yang tak seharusnya dilakukan.”

__ADS_1


Presdir Yoo mendekat. “Maksudmu, sekarang kau memutuskan untuk mendorong jauh wajahku?” Kyung In meminta maaf telah bicara terlalu lancang dan kasar. Presdir Yoo memberinya peringatan terakhir: bila terjadi lagi, maka Kyung In harus angkat kaki dari Taemin.


Ketika keluar dari ruangan Kyung In, Presdir Yoo dipanggil Ri Ta yang kebetulan berpapasan. Ri Ta mempertanyakan alasan Presdir Yoo mengubah sistem pertemuan yang telah berjalan sekarang ini. Presdir Yoo beralasan hanya meminimalisir pemborosan waktu dll. “Apa direktur yang memintamu untuk mengubah sistem pertemuan? Apa dia nggak mau kita berdiskusi dan bicara lagi?” cerocos Ri Ta. Presdir Yoo membentak Ri Ta. Dia menyuruh Ri Ta berfokus pada pekerjaannya saja.


Presdir Yoo menuding Ri Ta dan Asosiasi Direktur sama saja, selalu saja mencoba menunjuk hidung orang lain. “Nggak pernahkah kalian memikirkanku barang sedikit pun?” kata-kata Presdir Yoo membuat Ri Ta tergugu. Dia kemudian melihat tangan kanan Presdir Yoo yang gemetar. Ditanyakanlah hal itu. Presdir Yoo langsung memegangi tangan kanannya. Tanpa menjawab, dia memutuskan pergi demi menghindari pertanyaan lainnya. Ri Ta memperhatikan tingkah pamannya itu yang menurut pengamatannya, aneh.

__ADS_1


“Bibi,” ucap Ri Ta, “Apa kau dapat masalah dengan Paman gara-gara aku?” Kyung In menggeleng. Ri Ta membenarkan ucapan Bibinya itu. Dia ingat kalau Ayahnya sering mengatakan kalau Kyung In tak pernah lakukan kesalahan, kecuali Presdir Yoo yang kerap marah padanya. Selain Ayahnya, dia juga menambahkan Ibunya juga menyukai Kyung In, yang cantik, cerdas, dan mandiri.


“Aku jadi kangen mereka,” timpal Kyung In, “Mereka baik banget sama aku. Ibumu memperlakukanku kayak adik kandungnya.”


Ji Sang tampak berjalan di lorong. Tampaknya, dia kesal banget, sampai-sampai plester di pipinya dibuang begitu saja. Dia pergi ke ruangan Jae Wook. Begitu sampai di depan, tanpa ragu dia langsung membuka pintu tanpa mengetuk. Kemarahannya langsung turun begitu disana dia melihat Jae Wook sedang bicara dengan Presdir Yoo.

__ADS_1


Melihat mereka, Ji Sang memutuskan untuk tidak mengganggu. “Maaf, aku akan mengunjungimu lain waktu.” Ji Sang pergi.


Seperginya Ji Sang, Presdir Yoo bertanya apa Ji Sang marah gara-gara perubah sistem pertemuan? Jae Wook mengangkat bahunya. Dia akan mencari tahunya segera setelah mereka bertemu nanti. Dia kemudian mengajak Presdir Yoo untuk menunjukkan sesuatu.


__ADS_2