
Kembali lagi ke tempat Jae Wook, dimana dia sedang mengatakan bahwa dirinya menciptakan serum darah itu karena kebetulan. Dia mengaku menciptakan serum tersebut untuk menghindari terdeteksi dan kejaran orang-orang lain yang juga terinfeksi. Dia mengaku work it dan berhasil menghindari kejaran dengan menyuntikkan serum itu sebanyak dua kali sebulan. Satu-satunya kelemahan yang ada adalah serum ini disertai oleh rasa sakit yang hebat.
Ji Sang langsung bertanya apa bahan obatnya. Jae Wook mengatakan bahwa bahan serum itu adalah empat virus virulen berbeda dan sengaja membuat serum itu bekerja hanya melalui darah. Ketika serum masuk ke dalam tubuh, maka sel darah putih akan mulai berjuang. Akibatnya akan tercipta demam yang tinggi yang berlangsung selama lima belas hari. Dalam kondisi seperti ini, orang-orang yang terinfeksi akan memiliki suhu tubuh yang sangat tinggi. Dengan demikian suhu tubuh akan mendekati suhu tubuh manusia normal.
__ADS_1
Jae Wook menyatakan bahwa nggak hanya itu. Dengan mengonsumsi serum tersebut, detak jantung juga akan menjadi lebih mendekati manusia normal. Bersamaan dengan itu, sinyal frekuensi tinggi akan dilemahkan, kecuali Jae Wook berada dalam kondisi ceramah yang membutuhkan fokus tinggi. Itu sebabnya Ji Sang merasakan hawa keberadaannya di hari peresmiannya sebagai direktur. Ji Sang manggut-manggut. Ji Sang bertanya bukankah lebih baik daripada meneliti pembuatan serum bukankah lebih baik meneliti cara menjadi manusia kembali?
Di sisi lain, Ja Bok sedang menggigil kedinginan dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Perawat menyatakan kondisi Ja Bok semuanya normal tapi kenapa tampak nggak baik-baik saja? Ja Bok membuka matanya, tampak merah matanya itu.
__ADS_1
Jae Wook yakin bahwa kondisi Ji Sang sekarang pasti membuat semuanya sulit, bukan hanya operasi, tapi aktivitas sehari-hari juga. Bila Ji Sang mau, Jae Wook berjanji akan menyuplai Ji Sang terus. Jae Wook membalikkan tubuhnya. Ji Sang sempat tergoda untuk meminumnya. Dia bahkan sudah menempelkan ujung gelas ke bibirnya. Kemudian, dia meletakkan gelas itu lagi. Jae Wook kembali menghampiri Ji Sang dan menyatakan bahwa tanpa serum darah ini akan sulit bagi Ji Sang untuk bertahan.
“Kau kan bilang sendiri, mungkin ada orang yang terinfeksi yang nggak mengonsumsi darah manusia. Ya emang ada satu. Bahkan setelah melihat darah sekalipun, dia nggak tertarik. Dia satu-satunya orang yang bisa menahan keinginan untuk mengisap darah. Mengerikan,” ucap Ji Sang, “Orang itu nggak lain nggak bukan adalah ibuku sendiri. Untuk sekarang, aku akan coba hidup seperti yang ibuku lakukan.”
__ADS_1
Ri Ta sedang berdoa di gereja rumah sakit ketika Presdir datang. Setelah Presdir duduk di sebelahnya, Ri Ta mengelap sedikit air matanya yang menitik dan meminta Presdir untuk nggak perlu datang berdoa mulai tahun ini dan seterusnya. Presdir menyatakan bahwa hari ini adalah hari di mana Ayah-Ibu Ri Ta meninggal. Dia mengaku nggak bisa melewatkannya karena itu sama sekali nggak nyaman. Ri Ta menyahut kalau Presdir bisa berdoa di rumah.