
Ji Sang menemui Jae Wook untuk mendapatkan berita baik yang dijanjikannya kemarin. Sebelum membicarakan itu, Jae Wook menyetel rekaman tentang kekisruhan pasien yang terjadi di bangsal 21A. Melihat Na Jung juga ada dalam rekaman itu, Ji Sang bertanya apa Jae Wook juga memvaksinnya? Jae Wook membenarkan dengan alasan sejak awal Na Jung adalah subjek penelitian. Ji Sang kesal dengan pengakuan Jae Wook. Tapi itu bukan berita baiknya.
Berita baiknya adalah Jae Wook memutuskan untuk mengeluarkan seluruh pasien di bangsal 21A. Dia beralasan tidak bisa menghilangkan efek samping dari vaksin baru hasil penelitiannya. “Pasien bangsal 21A tidak boleh dikeluarkan. Mereka harus diisolasi!” tegas Ji Sang. Jae Wook tidak yakin harus seperti itu. Pasalnya, tidak ada kemajuan berarti bila mereka tetap berada di bangsal 21A. Di samping itu, toh para pasien tetap akan meninggal juga akibat efek samping dari vaksin.
In Ho menjelaskan pada Presdir Yoo mengenai gejala yang akan menghilang dalam waktu dua sampai tiga hari. Sebelum menutup telpon, dia mengingatkan agar tak seorang pun mengetahui masalah ini. Ga Yun masuk. In Ho menyunggingkan senyum palsu. “Aku tidak menyangka kau memiliki 'tembakan besar', Tuan Victor Hansen!” kata Ga Yun, membuat senyum di wajah In Ho lenyap.
__ADS_1
Ga Yun meminta In Ho bertanggung jawab atas efek samping yang terjadi pada pasien 21A. Dalam hal ini, maksud Ga Yun, adalah dihukum – entah hukuman apa yang dimaksudnya. Penjarakah?
Jae Wook mengemukakan bahwa penyebab munculnya efek samping dari vaksin barunya masih belum diketahui. Kemudian, dia berharap ada seseorang yang akan mengambil alih pasien di bangsal 21A untuk menghilangkan efek samping yang muncul – yang dimaksud adalah Ji Sang dkk. Bila tidak ada yang mengambil alihnya, maka mereka harus menonton para pasien ini mati atas kegilaan dari efek samping vaksin.
“Oiya, jika kalian mengambil alihnya, aku akan menjamin keselamatan jiwa kalian semua!” kata Jae Wook, pelan tapi tegas. Ji Sang malas mendengarkan lebih lanjut penjelasan Jae Wook dan memutuskan pergi.
__ADS_1
Meski begitu, dia tetap menemui Ji Tae dan Ri Ta untuk mendiskusikan hal yang sebaiknya mereka ambil dalam masalah ini. Ji Tae dan Ri Ta menjelek-jelekkan Jae Wook dengan menyebutnya “iblis jahat”! Mereka beranggapan Jae Wook akan terus mengganggu bila mereka tidak mengambil tindakan. Ketika ditanyai apa yang harus dilakukan, Ji Sang mengajak mereka untuk melihat apa yang terjadi dengan pasien bangsal 21A.
Sesampainya mereka, bangsal 21A benar-benar kisruh dengan pasien yang mengamuk menyerang perawat. Petugas keamanan dihubungi untuk mengendalikan keadaan.
Di ruang perawatannya, wajah Woo Shik terlihat garang saat meminta Soo Yun mendekatinya. Ibu dan Soo Yun hanya bisa terduduk di sudut, sambil terlihat ketakutan. Kesal tidak dituruti perintahnya, Woo Shik berniat melemparkan tiang inpus. Untung Ji Sang datang tepat waktu untuk menahan aksi Woo Shik. Dia segera memerintahkan Soo Yun dan ibunya untuk pulang. Ji Sang berteriak pada Woo Shik untuk menyadarkannya bahwa dua orang yang hendak dicelakainya tadi adalah keluarga sendiri.
__ADS_1