DARAH

DARAH
bab 30


__ADS_3

Di sisi lain, Jae Wook bicara dengan anak buahnya (orang yang telah membunuh ayah dan ibunya Ji Sang). Dalam pembicaraan itu Jae Wook memintanya untuk membiarkan Ji Sang dan hanya mengawasinya saja untuk sementara. Minionnya Jae Wook mengatakan bahwa ketika melihat Ji Sang, dirinya selalu teringat Park Hyun Seo (ayahnya Ji Sang). Khususnya di bagian mata. Dalam pandangannya, mata Ji Sang benar-benar mirip dengan mata Hyun Seo.


Jae Wook menarik kesimpulan apa minionnya ingin mengatakan kalau Ji Sang akan berdiri berseberangan dengan mereka? Sehingga Ji Sang harus segera dilenyapkan sebelum menjadi masalah besar. Dia mengatakan sia-sia saja menyingkirkan orang seperti Ji Sang sekarang ini. Si minion hendak protes, tapi Jae Wook mengingatkannya bahwa Ji Sang yang sekarang bukanlah Ji Sang kecil yang dulu. “Yang terpenting adalah apa yang kau lihat dari Ji Sang, belum sepenuhnya tereksplorasi!”

__ADS_1


Di rumah Hyun Woo menunjukkan pada Ji Sang hasil penelitiannya. Dia menemukan bahwa sel-sel darah merah Ji Sang telah berhasil pulih sepenuhnya, baik itu plasma darah, trombosit darah, sel darah merah, sel darah putih, dll. Dia menambahkan Ji Sang bukan hanya pulih, tapi sistem antibodinya meningkat. Sehingga, Ji Sang menjadi lebih kuat. LUUVY ikut-ikutan berkoar kalau antibodi Ji Sang meningkat 24,76 kali.


“Dan dari semua itu, kau tahu yang lebih dahsyat?” tanya Hyun Woo. LUUVY menyebutkan kalau segala bentuk racun yang ada di tubuh Ji Sang netral. Hyun Woo menambahkan, “Dengan kata lain, tak satu pun senyawa bisa membunuhmu! Tak satupun reaksi kimia yang bisa membunuhmu!” Ji Sang tersenyum getir mendengar penjelasan Hyun Woo. Hal ini tentu membuat Hyun Woo bertanya-tanya kenapa? Ji Sang mengatakan bahwa dirinya menjadi yang terkuat dari semua orang yang terinfeksi. Dengan begitu, berarti akan makin sulit bagi dirinya untuk menjadi manusia normal lagi.

__ADS_1


Mendengar suara gaduh dari kamar Ji Sang, Sun Young masuk. Ji Sang dengan wajah campur aduk mengungkapkan bahwa ibunya salah. Dia menyatakan tidak bisa menjadi manusia sejati, karena rusa yang sangat disukainya pun dibunuhnya. Sun Young coba menjelaskan itu tantangan yang harus Ji Sang lawan. Dia yakin Ji Sang bisa mengatasinya. Toh, Ji Sang tidak membunuh seseorang.


Sambil menangis, Ji Sang mengatakan dirinya yakin akan membunuh orang tidak lama lagi. Dia hampir melakukannya sebelumnya, saat melihat karyawan toko. Sun Young yakin Ji Sang bisa mengendalikan diri, sebab Ji Sang bukan binatang tapi manusia. Ji Sang berteriak dirinya bukan manusia normal, sebab tidak bisa melihat matahari. Dia bahkan harus minum obat untuk mencegahnya menjadi brutal ketika melihat darah. Itu membuatnya frustasi.

__ADS_1


Sun Young terus meyakinkan biar bagaimanapun Ji Sang tetaplah seorang manusia, yang eksistensinya sedikit di luar manusia lain. Ji Sang menampik ucapan ibunya. Dia tidak percaya dirinya manusia, yang eksistensinya berbeda dari manusia lain. Pasalnya, dia merasa ingin membunuh orang-orang lain. “Kenapa aku?” pekik Ji Sang, tangisnya makin pecah, “Kenapa harus aku?” Sun Young memeluk putra semata wayangnya.


__ADS_2