DARAH

DARAH
bab 120


__ADS_3

Ji Sang menjelaskan pada Hyun Woo jika vampir yang menyerang Byung Soo pastilah vampir yang memakai serum darah buatan Jae Wook. Ri Ta menebak Jae Wook-kah yang melakukannya? Ji Sang tidak mau langsung menuduh itu, sebab bisa jadi itu perbuatan vampir dari luar yang masuk ke rumah sakit. Mereka takut lebih banyak korban jiwa berjatuhan jika hal-hal seperti ini dibiarkan. Ri Ta memberikan ide supaya Hyun Woo mengembangkan cara mendeteksi senyawa tubuh vampir yang memakai serum darah. Biar bagaimana pun, vampir yang menggunakan serum darah ini memiliki kekhasannya. Bohlam di benak Hyun Woo seperti terpantik dengan ide tersebut.


Presdir Yoo menegaskan bahwa RS Taemin tak bisa memiliki “cacat” kecil akibat kematian Byung Soo. Karena itu, dia menyuruh Jae Wook memastikan takkan terjadi hal semacam ini lagi kelak dan menyuruh Kyung In untuk menjaga rahasia dari media. Kyung In mengaku telah bergerak. Presdir Yoo memuji kerja Kyung In yang cekatan dan menyuruhnya pergi, karena dirinya hendak bicara dengan Jae Wook. Tapi, Jae Wook menjawab bahwa dirinya ada operasi. Presdir Yoo menyatakan akan menunggunya.

__ADS_1


Ri Ta melihat bobot tubuh Na Jung sudah naik, karena itu sudah bisa dioperasi. Na Jung merebahkan diri di tempat tidur sambil mengeluh harus menjalani operasi yang tak disukainya. Ri Ta menjelaskan Na Jung akan sehat kembali jika sudah dioperasi nanti. Na Jung mengiyakan dengan mulut cemberut.


Ri Ta berbicara pada Ga Yun untuk merawat Na Jung sampai minggu depan. Meski begitu, dia meminta Ga Yun tidak abai dengan pasien lainnya. Ga Yun masuk kembali dan melihat Yoo Jin yang meringkuk saja di tempat tidur. Dengan kasar Yoo Jin bertanya, “Apa lihat-lihat?” Ga Yun mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


Sekeluarnya dari ruang operasi, Ji Sang dan Jae Wook bicara sambil jalan. Ji Sang mengungkapkan kekecewaannya tentang obat baru yang Jae Wook pakai untuk pasien di bangsal 21A. Jae Wook tahu Ji Sang membicarakan tentang subkultur yang diminimalkan. Ji Sang pura-pura terkejut, tapi bertanya dengan tajam, bagaimana bisa Jae Wook masih tetap melanjutkannya jika memang sudah tahu?


Jae Wook menemui Presdir Yoo yang sudah menunggunya tadi. Saat ditemui Presdir Yoo meminta disuntikkan vaksin walaupun belum sepenuhnya dikembangkan. Jae Wook menolak sebab hal itu akan memiliki imbas yang lebih besar. Presdir Yoo marah. Dia kesal karena vaksin belum bisa diberikan walaupun penelitian tersebut didanai oleh duitnya. Jae Wook mendekatkan wajahnya pada Presdir Yoo dan memintanya tenang.

__ADS_1


Presdir Yoo meminta maaf. Beban pekerjaan membuatnya stres. Jae Wook meyakinkannya kembali bahwa tinggal sebentar lagi dan mengingatkan Presdir Yoo untuk tidak melakukan kebod*han. Presdir Yoo mengangguk-angguk mendengar kata-kata Jae Wook.


Ri Ta bertemu dengan dokter yang merawat Presdir Yoo. Dia mengajak dokter itu bicara untuk menanyakan kondisi Presdir Yoo. Dokter itu justru balik bertanya apa Kyung In tidak memberitahunya? Ri Ta bingung apa yang dirahasiakan Kyung In?

__ADS_1


__ADS_2