
Ji Sang bertanya apa bisa dosis serum atisan ditingkatkan? Hyun Woo menggeleng. Itu akan lebih mempersulit Ji Sang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Lagipula, dia telah menambahkan sedikit dosis dari batas maksimumnya. LUUVY mengimbuhi berdasarkan catatan Sun Young, penambahan dosis serum atisan akan melemahkan tubuh Ji Sang, dan akan makin bertambah parah dengan menurunnya metabolisme tubuh, hingga akhirnya lumpuh saraf. Terlebih jika Ji Sang mengalami depresi berat. Dengan kata lain, itu akan memengaruhi performa Ji Sang dalam melakukan operasi.
Hyun Woo teringat cermin yang ada di kamar mandi. Dia menanyakannya kenapa cermin itu retak? Ji Sang mengaku kehilangan kontrol diri dalam sekejap. Hyun Woo mengajak Ji Sang melakukan tes darah. Ji Sang bilang ada satu masalah lagi. Dia bilang Ri Ta melihat cederanya di pipi. Meski, dia nggak merasa yakin Ri Ta melihat pipinya sembuh lebih cepat. Hyun Woo mengeluh.
__ADS_1
Ji Sang sedang berjalan di sebuah lorong rumah sakit. Ketika dia mendengar suara wanita sedang menyanyi dan mengubah arah jalannya. Dia menemukan seorang wanita berpakaian merah jambu sedang duduk dengan leher terlihat jelas. Ji Sang mendekati wanita itu dan langsung berubah menjadi vampir. Dia membuka mulut dan mengigit leher wanita itu.
Ji Sang membuka matanya dengan napas terengah-engah. Dia mendudukkan dirinya. Diusapnya bibir, untuk melihat apakah ada darah di sana. Ketika yakin nggak ada, dia menghela napas lega.
__ADS_1
Besok pagi, Hyun Woo mengingatkan Ji Sang untuk nggak melakukan operasi selama beberapa hari ke depan. Dia juga mengingatkan agar Ji Sang menghindari tempat di rumah sakit yang memberinya kemungkinan melihat darah. Dia mengatakan Ji Sang nggak lagi bisa mengontrol diri memakai serum atisan lagi. Ji Sang sudah berada di luar wilayah serum atisan. Dia menegaskan Ji Sang harus bisa mengontrol rasa hausnya akan darah pada keinginan sendiri.
Ji Sang melontarkan satu pertanyaan: kenapa dirinya merasa lumpuh dan lemah, padahal orang-orang yang juga terinfeksi akan merasa jauh lebih kuat dan agresif bila melihat darah. Hyun Woo berpendapat itu bisa jadi gegara penggunaan serum atisan yang dipakai Ji Sang selama ini, sehingga hasilnya berlawanan dari kebiasaan. Dia nggak yakin juga akan seperti itu terus. Ji Sang mau berangkat, tapi Hyun Woo langsung menarik plester di pipi Ji Sang. “Bukannya Dokter Yoo melihat luka di pipimu ya? Kok hanya menempel plester saja?” Ji Sang mengaku nggak bisa berbuat banyak.
__ADS_1
Kepala petugas CCTV memberikan laporan pada Jae Wook tentang kejadian Dong Pal mengamuk. Mereka sedang melihat Ri Ta coba mengecek luka di pipi Ji Sang. Kepala petugas CCTV menginformasikan kalau Ji Sang tampak terluka parah di bagian pipi, karena darah sampai mengucur begitu.
Jae Wook memerintahkan kepala petugas CCTV untuk memutar rekaman ke bagian Ji Sang mau diserang. Setelah melihatnya, dia memerintahkannya untuk memberikan rekaman Park Ji Sang di OR, ICU, dan ER dalam waktu tiga hari terakhir.
__ADS_1