DARAH

DARAH
bab 37


__ADS_3

Dong Pal menurut. Diam-diam perawat mencoba mengambil suntikan penenang. Dong Pal melihatnya dan kembali menggila. Dia menjungkir-balikkan meja yang ada suntikan penenang itu dan mengambil pisau kecil. Tangan Dong Pal berdarah akibatnya.


Melihat tangan Dong Pal yang berdarah Ji Sang pusing. Begitu Dong Pal menyerang Ri Ta, secara refleks Ji Sang melindungi Ri Ta dan membiarkan pipinya tersayat pisau. Dia lantas pergi dengan sempoyongan. Ri Ta membuntutinya. Ketika Ji Sang berbalik, Ri Ta melihat luka di pipi Ji Sang mengeluarkan darah, tapi dengan cepat luka itu menutup. Ri Ta kaget.

__ADS_1


Di akhir episode sebelumnya, ketika orang-orang memaksa akan mengurung Dong Pal sebagai jawaban atas reaksi kerasnya, Ji Sang justru menyatakan akan memberinya soj*. Syaratnya Dong Pal meletakkan gagang besi yang dipegangnya. Dong Pal melunak dan meletakkan gagang besi di tempatnya.


Di saat seperti itu, seorang perawat diam-diam berusaha mengambil suntikan penenang yang berada di meja kecil nggak jauh darinya berdiri. Dong Pal melihatnya. Emosinya mendadak tinggi kembali. Dijungkirbalikkannya barang-barang yang ada di atas meja kecil itu. Dia mengambil pisau kecil. Akibatnya tangannya terluka. Dong Pal berteriak akan membunuh mereka semua. Ji Sang, yang melihat darah di tangan Dong Pal, langsung pening. Dipegangi kepalanya.

__ADS_1


Dong Pal menyerang Ri Ta. Secara refleks, Ji Sang pasang badan melindungi Ri Ta. Akibatnya pipinya sempat terluka, terkena sayatan pisau kecil yang dilayangkan Dong Pal. Karena nggak tepat sasaran, Dong Pal terjungkal sendiri. Dengan cepat, petugas keamanan membekuknya. Sementara itu, Ji Sang meninggalkan kerumunan itu dengan jalan sempoyongan. Ri Ta membuntutinya dan memanggil Ji Sang. Ketika berbalik, tampak luka sayatan di pipi Ji Sang mengeluarkan banyak darah, namun itu nggak lama. Pasalnya, luka itu dengan segera menutup. Ji Sang sadar dari linglungnya. Ditutupinya luka itu dengan penuh keterkejutan.


Di ruangannya, Ji Sang melepas jas dan mengambil kotak P3K. Dia mengelap darah di lukanya yang sudah sembuh. Ri Ta mengetuk, menuntut dibukakan pintu. Ji Sang meminta Ri Ta bersabar, sebab dirinya sedang mengobati luka-lukanya. Ri Ta mau membantu merawat Ji Sang. Dibukalah pintu. Ji Sang menyuruh Ri Ta pergi, karena dirinya baik-baik saja. Dia menutup pintu ruangan lagi.

__ADS_1


Malam harinya, Hye Ri dan Jae Wook melihat Dong Pal yang tengah tertidur di ruangannya. Hye Ri meminta maaf Dong Pal menggila, sebab kecanduannya terhadap alkohol nggak ada dalam rekam medisnya. Jae Wook memerintahkan Hye Ri untuk mengeluarkan Dong Pal besok. Hye Ri mengungkapkan kekhawatirannya Dong Pal telah mencapai tahap pertama dari reaksi obat. Jika dia sampai pergi ke RS lain dan obat yang telah diberikan ditemukan pihak lain, maka bisa timbul masalah nanti. Tetap saja, Jae Wook nggak mau mengambil risiko.


Di rumah, Hyun Woo menanyai Ji Sang, apa benar perubahan terjadi hanya berselang tiga jam dari dosis terakhir diberikan? Ji Sang mengiyakan. Dia menyebutkan itu terjadi waktu operasi transplantasi hati dan di ICU. Hyun Woo menyebutkan hal itu bukanlah masalah besar, bila perubahan hanya memengaruhi kedua pancaindera dan kemampuan fisik Ji Sang. Walaupun, tetap harus diambil sedikit tindakan.

__ADS_1


__ADS_2