
Jae Wook memerintahkan minionnya untuk melakukan lagi, tanpa kesalahan. Dia minta minionnya melakukan yang terbaik. Apa perintahnya?
Dokter Lee tampak sedang melakukan transaksi dengan seseorang. Ketika selesai, dokter Lee celingak-celinguk. Dia merasa seseorang membuntutinya. Ketika menengok, tak ada siapa-siapa. Detik berikutnya terdengar satu teriakan panjang memecah kesunyian, selanjutnya hanya ada keheningan. Kita melihat minionnya Jae Wook melongok dari parkiran ke arah bawah, dimana Dokter Lee sudah membujur menjadi bangkai dengan kepala pecah.
Ji Sang bertanya, “Kenapa kau pura-pura nggak tahu setelah melihatku berubah?” Ri Ta menegaskan dirinya ketakutan – takut disedot darahnya, hiiiy. Ji Sang balik bertanya apa dirinya monster?
“Terus kau ini apa Manajer? Apa kau sejenis makhluk supranatural atau bagaimana?” tanya Ri Ta. Benak Ri Ta ingat saat dirinya mengajukan pertanyaan pada Ji Sang muda yang belum dikenalnya itu. Pertanyaannya hampir sama, yaitu 'Apa kau sejenis makhluk penunggu hutan atau bagaimana?'
__ADS_1
Waktu itu jawaban Ji Sang juga sama dengan jawaban Ji Sang sekarang. “Kau bisa menganggapnya begitu.”
Ri Ta bertanya lagi, “Apa makhluk supranatural yang ambigu banget?” - mirip dengan pertanyaannya dulu, 'Apa setan yang ambigu banget?'
Dulu, Ji Sang juga menjawab pertanyaan itu dengan kata-kata 'Ada setan yang ambigu juga'. Itu sama dengan jawabannya sekarang, “Ada makhluk supranatural yang ambigu juga.”
“Aku merasa nyaman di sana, meskipun selalu sendirian, sampai ada seorang cewek entah datang dari mana. Dia memakai rok bunga-bunga dan baju berwarna pink, senada dengan topinya. Cewek itu jalan tanpa takut tersesat. Begitu tersesat, dia kabur nggak tentu arah karena dikejar-kejar anj*ng liar. Untung, aku ada didekatnya dan berhasil selamatkan dia,” cerita Ji Sang, “Aku beneran mau nyelamatin dia aja, padahal aku sendiri ketakutan banget.”
__ADS_1
“Yang kau bilang mimpi kan?” tanya Ri Ta, matanya berkaca-kaca, “Aku berharap sih bukan. Kalau begitu, aku beneran ketemu cowok yang selamatin aku dulu. Selama hidup, aku berharap bisa melihatnya seenggaknya sekali seumur hidup. Ternyata, cowok itu ternyata...” Ri Ta jatuh tertidur. Ji Sang tersenyum dan membelai wajah Ri Ta.
Sementara itu, Ji Tae masih terus bekerja lakukan penelitian pustaka. Dia mengunggah beberapa data. Di sisi lain, Hyun Woo juga sedang bekerja lakukan penelitian. Dia menemukan beberapa data tambahan dari database RS Taemin, dan kembali menemukan bahwa data diunggah dari ruang departemen pengembang obat baru.
Keesokan harinya, Ri Ta bangun dan kaget menemukan Ji Sang tidur duduk di sisi tempat tidurnya. Dia bertanya kenapa Ji Sang tidur disini? Ji Sang bertanya apa Ri Ta sudah baikan? Ri Ta memegang lehernya untuk mengecek, dan menyatakan tak ada panas lagi, berarti dirinya baik-baik saja.
“Cuci rambut sono. Rambutmu berminyak banget, kayak kulit pohon aja,” komentar Ji Sang. Ri Ta mendengus, kenapa Ji Sang peduli itu? Ingatan Ri Ta sudah pulih. Karena itu, dia bertanya pada Ji Sang, untuk memastikan, apa yang diceritakan semalam itu benar? Ji Sang mendekatkan tubuhnya kepada Ri Ta dan menyuruhnya untuk mengingat yang benar.
__ADS_1