DARAH

DARAH
bab 122


__ADS_3

Dia mempertanyakan apa alasan Jae Wook pecah kongsi dengan tim penelitinya? Apa karena Jae Wook merasa bisa berhasil sendirian? Atau karena Jae Wook tidak diakui oleh tim peneliti lainnya?


Jae Wook memerintahkan Ji Sang untuk diam. Ji Sang sinis menanyakan kenapa Jae Wook bertingkah semenakutkan seperti sekarang? Dia menegaskan bahwa dirinya bicara seperti ini karena tahu sesuatu. Jae Wook menjelaskan bahwa dirinya melakukan yang ditakutkan orang lain. “Bukan karena keserakahan kau sendiri kan?” tanya JI Sang, “Sehingga kau kehilangan hati nuranimu terhadap mentor dan teman-temanmu?”


Jae Wook menyalahkan mereka semua karena kepengecutannya. Dia menilai mereka tak berhak dengan semua penelitian yang dimulai bersama. “Oh, jadi karena pengecut berarti mereka salah? Mereka tidak punya hak, dan kau harus sebegitunya membenci mereka?” nada bicara Ji Sang terdengar meledek, “Itulah kenapa kau berpikir untuk mengambil semuanya?”

__ADS_1


Tensi bicara Jae Wook mulai naik. Dia memerintahkan Ji Sang untuk tidak bicara seperti itu padanya. Ji Sang juga naik tensi bicaranya, dengan menjawab, “Jadi itu sebabnya kau bunuh mereka, orangtuaku, dan semua orang?!” Jae Wook dengan tegas mengakui bahwa memang dirinyalah yang telah memerintahkan semuanya dibunuh.


Ji Sang memprovokasi Jae Wook yang telah meninggalkan mentor dan teman sesama peneliti hanya demi berada di depan. Tidak ingin disalahkan, Jae Wook mencari kambing hitam dengan menyalahkan mereka yang dinilainya pengecut dan salah. “Oh, jadi karena pengecut dan salah, mereka tak punya hak. Dan kau harus betul-betul membencinya begitu?!” Kata-kata Ji Sang tepat mengenai sasaran, karena Jae Wook kemudian berteriak untuk memintanya tidak berbicara sekasar itu.


“Aku tak memberitahumu tentang kematian orangtuamu bukan lantaran perasaan bersalahku, tapi itu untuk membuatmu sedih! Andai saja, kau tak tahu kebenarannya, kau pasti sedikit lebih bahagia dan menganggap semua ini: kesempatan!” Geram, Ji Sang mencekik Jae Wook. Begitu pula sebaliknya, Jae Wook membalas cekikan ke leher Ji Sang. Mereka berdua menjadi vampir mode on.

__ADS_1


Sejurus kemudian, Jae Wook melepaskan cekikannya dan menyuruh Ji Sang membunuhnya. Ji Sang memutuskan melakukan hal yang sama dan berjanji akan menghancurkan semua hal yang telah Jae Wook rintis selama bertahun-tahun dengan banyak pengorbanan. “Apa kau yang membunuh Dokter Jung Han Su juga?” tanya Ji Sang sebelum pergi. Jae Wook menjawab jika Han Su dibun*hnya, sebelum membun*h orang tua Ji Sang.


Ri Ta masih berada di rumah sakit ketika Ji Sang menghubunginya. Sementara itu, Ji Sang menyusuri jalanan dalam keadaan terguncang oleh kenyataan bahwa Jae Wook-lah yang bertanggung-jawab atas kematian orang tuanya. Dia berpapasan dengan tiga orang berandal yang kemudian coba mengganggunya. Belum sempat berkelahi, Ri Ta muncul menenangkan Ji Sang. Tapi, itu justru membuat para berandal itu menyingkirkan Ri Ta, sampai-sampai HP-nya terjatuh di aspal. Saat itu, Ri Ta tetap tenang dan mengajak Ji Sang pergi sebelum terjadi pertumpahan darah.


Ga Yun menyalahkan In Ho atas terbunuhnya Byung Soo, tapi In Ho mengingatkannya bahwa prinsip terpenting bagi vampir adalah merahasiakan identitas mereka.

__ADS_1


__ADS_2