
Itu tak lama, sebab Presdir Yoo ditemani Jae Wook datang. Dia langsung meminta sampel darah. Ji Tae menolak. Ri Ta menyatakan bahwa dokter berhak untuk menguji pasien. Ucapan Ri Ta tak digubris Presdir Yoo yang mendekat dan meminta kembali sampel itu baik-baik. Ri Ta mau bicara lagi, tapi Presdir Yoo menyuruhnya diam. Ji Tae memerintahkan Eun Soo memberikan sampel darah itu pada Presdir Yoo. Setelah itu, Presdir Yoo memberikan sampel darah pada tim keamanan.
Hye Rin mendekati Eun Soo dan coba mengambil sampel darah yang dikantonginya. Eun Soo coba halangi, tapi Hye Rin menatapnya tajam. Sehingga, tak ada pilihan bagi Eun Soo untuk membiarkan Hye Rin mengambilnya. Jae Wook kemudian memandangi Ji Sang.
__ADS_1
Presdir Yoo memanggil Ji Tae, Ji Sang, dan Ri Ta untuk bicara. Jae Wook ikut serta duduk bersama. Presdir Yoo bertanya bagaimana bisa dokter-dokter bersikap di luar dugaan di muka umum. Ji Tae menjawab bila pekerjaan tim pengembang obat baru tidak dirahasiakan maka semua itu takkan terjadi. Jae Wook berbicara dengan sangat manis, “Maaf Presdir, aku nggak membuat semua dokter bisa paham apa yang sedang dikerjakan. Ini salahku. Silakan beri saya tindakan disiplin sebagai gantinya.”
Presdir Yoo membenarkan kalau Jae Wook ikut bertanggung jawab. Dia kembali pada tiga dokter yang berbuat ulah. Dengan adanya kejadian ini, maka citra RS Taemin secara keseluruhan akan tercoreng. Ri Ta angkat suara, “Apa kau benar-benar nggak paham Presdir? Sejak tim pengembang obat baru dan bangsal 21A dibuka selalu muncul kejadian heboh dan kemalangan.”
__ADS_1
Presdir Yoo beralasan ada semacam gap (rahasia) yang tidak dibagi-bagikan pada semua karyawannya begitu saja, kecuali karyawan terpilih. Dia minta kejadian serupa tak terjadi lagi di masa depan. “Andai saja aku nggak menghormati kalian, pasti kalian sudah out sebagai dokter sekitar sepuluh menit lalu,” ancam Presdir Yoo.
Seorang perawat melaporkan kejadian tadi pada Kyung In yang mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah diberikan. Kyung In berjanji jasa perawat akan tetap dibayar. “Oiya, mengambil sampel darah dari pasien, setahuku nggak boleh ya dilakukan perawat? Tapi tetap bisa dilakukan kan?” tanya Kyung In. Perawat menjawab kalau hal itu memang memungkinkan tapi saat ini penjagaan makin diperketat, karena tiap kamar pasien telah dipasangi kamera CCTV dan orang yang keluar-masuk dari sana badannya harus dicek oleh penjaga.
__ADS_1
Ri Ta mencak-mencak kesal pada Eun Soo karena tidak menyembunyikan botol sampel darah dengan baik. Di celana dal*m atau di dalam br* kek. Eun Soo menjelaskan kalau disembunyikan di dalam br* maka botolnya akan dengan mudah keluar – menunjukkan kalau tet*knya kecil, hahaha. Ji Tae menenangkan mereka berdua. Mereka merasa seperti sekolompok orang aneh yang berpikiran sempit dan pecundang yang tak bisa mengakses informasi rahasia. Jae Wook memang memegang kendali dengan cukup kuat.