DARAH

DARAH
bab 68


__ADS_3

Melihat Ri Ta datang dengan kondisi kurang fit, Ji Sang bertanya apa Ri Ta baik-baik saja? Ri Ta menjawab sengak bahwa dirinya baik-baik saja. Ji Sang mengatakan ada pasien bedah hari ini. Dengan malas, Ri Ta pergi dan menyuruh Ji Sang mengiriminya file.


Pasiennya Ji Sang mengatakan pada istrinya bahwa dirinya bermimpi menjadi pengiring pria di hari pernikahan putrinya, Soo Hyun. “Kau tahu betapa cantiknya dia?”


“Aku yakin dia cantik banget. Sebab dia adalah putri kita,” sahut istri pasien menangis.


“Nggak bisakah seseorang ciptakan mesin waktu atau sesuatu? Supaya aku bisa kesana barang lima menittt sajaaa...” tukasnya. Hal itu membuat istrinya menangis dan berulang kali mengelap air mata yang tumpah. Sementara itu Soo Hyun berdiri di depan pintu. Dia tak kuasa membendung air matanya demi melihat kondisi dan impian sang Ayah.

__ADS_1


Soo Hyun masih menyisakan air matanya ketika duduk di ruang tunggu. Ga Yun mendekat dan bertanya apa Soo Hyun menangis lagi? Cepat-cepat Soo Hyun menghapus air matanya. Dia mengaku hanya sedang berpikir. “Berpikir apa? Tentang ayahmu?” Ga Yun coba mengorek informasi lebih lanjut. Soo Hyun mengiyakan dengan mimik sedih.


Ri Ta masuk ruangannya dengan ekspresi lemah, letih, lesu. Sedang berpikir, tiba-tiba HP-nya berdering. Ketika diangkat, dia menyatakan akan datang ke ruang operasi dalam sepuluh menit untuk mengoperasi pasien bernama Park Soon Young. Setelah menutup telpon, Ri Ta tidak lekas beranjak dan duduk selama beberapa saat. Saat itulah, kita tahu Ji Sang mengintipnya dari luar.


Seorang perawat bercerita pada rekannya mengenai beberapa pasien yang terkena tinnitus (berdasarkan situs mayoclinic, tinnitus adalah suara atau dengungan yang terjadi di dalam telinga, Dua rekannya bertanya ada berapa banyak? Perawat ini menjawab sekitar sepuluh, termasuk dua pasien yang berkata padanya tadi. Mereka sepakat untuk mengkonsultasikan hal ini kepada dokter THT, tapi sebelum itu harus dokter penanggung jawab pasien harus diinformasikan.


Di ruangannya, Ri Ta tampak kebingungan memikirkan kejanggalan yang dilihatnya dari Ji Sang. Dia coba mengingat-ingat kembali, apanya yang salah.

__ADS_1


Ji Sang mengumpulkan dokter-dokter ahli bedah di Taemin. Dia memberi penjelasan kenapa belakangan ini tidak bisa melakukan operasi.


“Alasanku nggak bisa melakukan operasi adalah lantaran masalah kesehatanku yang makin memburuk belakangan ini,” jelas Ji Sang. Dia menambahkan penyakitnya bukanlah enteritis kronis sebagaimana gosip beredar, melainkan gangguan kepanikan. Dia beralasan gangguan itu terjadi ketika dirinya bertugas di medan perang Kochenia.


Ji Sang mengatakan dokter yang merawatnya menjelaskan butuh waktu setidaknya satu-dua bulan pengobatan untuk memulihkan dirinya. “Jadi, selama dua bulan ke depan, aku nggak akan lakukan operasi apapun. Meski begitu, aku sadar ini bukan hakku untuk memutuskan. Itulah sebabnya, kupanggil kalian kesini.”


Tim bedah kedua bertanya siapa yang bisa menggantikan Ji Sang? “Dokter Yoo Ri Ta yang akan melakukannya,” sahut Ji Sang. Ri Ta menyanggupi hal itu, tapi dia tak yakin Ji Sang bisa sembuh hanya dalam tempo dua bulan saja, karena itu harus resign dari RS... Il Nam memotong ucapan Ri Ta dan meminta semua orang saling mendukung. Dia minta Ji Sang tidak dihakimi karena penyakit mentalnya.

__ADS_1


Tak ada yang menentang ucapan itu. Jae Wook mengambil alih dan mengatakan akan menerima permintaan Ji Sang. Hal itu membuat Ji Sang berterima kasih padanya. Dia menatap Ri Ta yang tampak tajam sekaligus sinis menatapnya.


__ADS_2