Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Tamu yang diundang


__ADS_3

Pagi itu, sebelum berangkat ke perusahaannya, Daniel memutuskan untuk lebih dulu datang ke rumah sakit tempat Zeline dirawat untuk memastikan keadaan putrinya.


Dengan memakai kaca mata hitam dan masker hitam yang menutupi wajah tampannya, Daniel berjalan di lorong rumah sakit dengan kepala sedikit tertunduk agar orang-orang tak dapat mengenalinya termasuk bilan ia bertemu dengan kakaknya yang sedang bekerja.


Daniel melangkah dengan lebar menuju ruang rawat Zeline. Saat berada tak jauh dari pintu ruangan, Daniel menghentikan langkahnya saat melihat Naina keluar dari dalam ruangan rawat putrinya. Daniel pun dengan buru-buru bersembunyi dari balik dinding.


"Huft." Daniel menghela nafas lega sebab Naina melewatinya begitu saja tanpa ada rasa curiga.


Daniel pun kembali melangkah. Namun lagi-lagi langkahnya dibuat terhenti saat seorang suster turut keluar dari ruangan rawat Zeline. Daniel pun buru-buru membalikkan tubuhnya seperti orang yang hendak pergi dari sana. Untung saja suster itu tak merasa curiga padanya dan melewatinya begitu saja.


Setelah memastikan kondisi disekitar ruangan putrinya aman, Daniel kembali melanjutkan langkahnya. Tak ingin membuang waktu lama, Daniel pun membuka pintu ruangan.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka. Daniel kembali menghela nafas lega sebab tak melihat keberadaan satu orang pun di sana kecuali putrinya yang kini tengah tertidur sambil memeluk boneka kecil di tangannya.


Dengan langkah ragu Daniel pun mendekat ke arah ranjang. Detak jantungnya bekerja semakin cepat bersamaan dengan langkahnya yang semakin mendekat ke ranjang putrinya.

__ADS_1


Daniel menatap lekat wajah gadis kecil yang kini tengah tertidur dengan damai. "Wajahmu sangat mirip dengan wajah Naina..." Gumam Daniel dengan pelan setelah memperhatikan setiap pahatan yang tergambar di wajah Zeline.


Tangan Daniel pun terulur mengelus rambut pirang Zeline. "Syukurlah demamnya sudah turun." Gumam Daniel lagi setelah meletakkan telapak tangannya di kening Zeline. Untung saja gadis kecil itu tidak merasa terganggu dengan pergerakan yang ia lakukan. Zeline masih terlihat nyaman dalam tidurnya. Mungkin saja efek obat yang baru saja diminumnya membuat Zeline begitu lelap dalam tidurnya hingga tak menyadari kehadiran Daniel di sana.


"Maaf, untuk saat ini kita hanya bisa bertemu sebentar saja. Namun tidak untuk hari-hari kedepannya. Tidurlah dengan nyenyak princess. Karena hari esok kita akan melewati hari yang akan terasa lebih panjang." Bisik Daniel dengan pelan di telinga Zeline.


Dengan langkah berat dan terpaksa, Daniel pun meninggalkan ruang rawat Zeline sebelum Naina kembali dan menyadari kehadirannya di sana.


*


Ruangan presdir siang itu terdengar dihebohkan oleh kedatangan Dio, Marvel dan Kevin. Untuk pertama kalinya, mereka datang atas undangan dari Daniel.


"Ya. Sepertinya Daniel sedang membutuhkan bantuan kita. Kau tahu jelas bukan bagaimana sifatnya selama ini. Dia tidak akan mungkin membuang waktunya dengan mengundang kita di sini." Ledek Dio. Pandangannya pun kini tertuju pada Daniel yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Kau terlihat sedang memiliki masalah besar, Niel?" Ucap Kevin yang dapat menangkap raut tak bersahabat dari wajah Daniel.


Daniel tak langsung menjawabnya. Ia lebih memilih menjatuhkan bokongnya duduk di samping Kevin.

__ADS_1


"Kevin benar. Kau seperti orang yang memiliki masalah besar saja." Ucap Marvel dengan nada yang mulai serius.


"Kalian benar. Aku memang memiliki permasalahan besar saat ini." Ucap Daniel lalu menatap tajam ketiga sahabatnya. "Permasalahan yang aku hadapi saat ini berhubungan dengan kalian." Lanjutnya kemudian.


"Apa maksudmu?" Tanya Dio merasa bingung. Begitu pula Marvel dan Kevin.


"Permasalahan yang sedang aku hadapi saat ini karena ide kalian yang menjadikan Naina sebagai bahan taruhan untukku waktu itu!" Cecar Daniel menatap tajam ketiga sahabatnya.


***


Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺


Sambil menunggu cerita DABA update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


- Hanya Sekedar menikahi (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)

__ADS_1


- Oh My Introvert Husband (End)


__ADS_2