
Suasana di lobby perusahaan Alexander pagi itu nampak dihebohkan oleh kedatangan Marvel, Dio dan Kevin untuk kesekian kalinya. Jika biasanya mereka memilih langsung masuk ke dalam lift, berbeda dengan hari ini mereka memilih untuk tebar pesona lebih dulu dengan karyawan wanita yang sedang berlalu lalang di lobby perusahaan.
"Apa kalian masih lama ingin berada di sini?" Tegur Kevin yang sudah merasa jengah melihat kedua sahabatnya.
"Sebentar lagi. Aku ingin mencuci mata lebih dulu untuk melihat yang segar-segar sebelum melihat wajah menyebalkan Daniel." Balas Dio tanpa menatap Kevin. "Hai cantik..." sapanya pada wanita dengan tubuh tinggi langsing yang baru saja melewatinya.
"Hai Tuan Dio..." wanita yang disapa Dio pun nampak malu-malu menatap pada Dio.
"Siapa namamu?" Timpal Marvel yang turut terpesona pada wanita di depannya.
"Nama saya—" ucapan wanita itu terputus saat Kevin memotongnya.
"Pergilah. Lanjutkan langkahmu dan segera bekerja sebelum pimpinanmu melihat kau berlama-lama di lobby." Ucap Kevin dengan datar.
Wanita itu seketika mengangguk lalu segera berjalan ke arah lift.
"Hei, kenapa kau mengusirnya!" Dio menepuk pundak Kevin.
"Aku sudah muak berlama-lama di sini." Balas Kevin apa adanya.
__ADS_1
"Jika kau muak, kenapa kau tidak berjalan duluan saja ke ruangan Daniel." Gerutu Marvel.
"Karena aku tidak menginginkannya." Balas Kevin apa adanya.
Di ambang pintu, Sasa nampak menghentikan langkahnya saat melihat ketiga pria tampan yang selalu membuat matanya segar. "Naina, kau lihat itu, teman-teman tampan Tuan Daniel berkunjung kembali ke perusahaan." Ucap Sasa pada Naina hingga membuat pandangan Naina teralihkan pada ketiga sosok pria yang sangat dikenalinya.
Marvel, Kevin, Dio? Ucap Naina dalam hati.
"Naina, apa kau tidak melihatnya?" Ucap Sasa lagi karena Naina tidak menjawab ucapannya.
"Tentu saja aku melihatnya. Memangnya ada apa?" Tanya Naina.
"Emh, ya. Mereka cukup tampan." Balas Naina.
Sasa menggelengkan kepalanya. Cukup tampan? Huh, rasanya aku ingin membawa Naina ke dokter mata. Apa dia tidak lihat jika mereka sangat tampan bukan sekedar cukup. Ucap Sasa dalam hati.
Naina dan Sasa pun kembali melanjutkan langkahnya hingga berada dekat dengan Dio, Marvel dan Kevin. Pandangan Dio, Marvel dan Kevin pun seketika tertuju pada sosok Naina yang kini sudah berada dekat dengan mereka.
"Hai Nai—" Dio yang hendak menyapa Naina menghentikan ucapannya saat Marvel menginjak kakinya.
__ADS_1
"Naina, apa Tuan itu mau menyapamu?" Bisik Sasa di telinga Naina.
Naina mengangkat kedua bahunya. "Aku juga tidak tahu."
Sasa pun akhirnya tersenyum pada Dio, Marvel dan Kevin saat melewati mereka. Sedangkan Naina memilih menundukkan pandangannya seolah enggan menyapa sahabat Daniel.
"Kau lihat itu? Naina sepertinya masih menyimpan dendam pada kita." Ucap Dio sambil menatap punggung Naina yang sudah masuk ke dalam lift.
"Kau benar. Dia sepertinya masih marah pada kita." Balas Marvel.
"Jika kalian sudah tahu, maka lebih baik sekarang kita cepat menemui Daniel dan membahas pertemuan nanti malam dengan Naina." Ucap Kevin dengan tegas.
Dio dan Marvel dengan cepat mengangguk. "Ayo ke ruangan Daniel. Aku sungguh lupa dengan niat kita datang ke sini." Kilah Dio lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Marvel dan Kevin.
Lidah Kevin berdecak. "Apa kau ingin mengatakan hal yang sama dengannya?" Kevin menatap Marvel tajam.
"Emh, sepertinya..." Marvel memilih berjalan meninggalkan Kevin dari pada mendapatkan amukan dari Kevin karena sejak tadi mengulur waktu dengan menggoda para karyawan wanita Daniel.
***
__ADS_1
Lanjut? Kalau vote dan komennya banyak yaa...