
"Bagaimana kalau siang ini kita makan di restauran langganan kita saja? Sudah lama kita tidak makan di sana." Tawar Thoriq saat jam sudah hampir menunjukkan waktu istirahat.
Pertanyaan Thoriq pun sukses membuat lamunan Naina terhenti.
"Bagaimana Naina? Apa kau setuju?" Tanya Sasa setelah mengiyakan ucapan Thoriq.
"Boleh saja." Balas Hana.
"Untuk makan siang kali ini jatah Thoriq yang mentraktir kita bukan?" Tanya Sasa pada Dimas dan Aga mengingat mereka kemarin sudah mendapatkan gajian. Dan sudah menjadi tradisi diantara mereka jika mereka akan bergantian membayarkan makan siang setelah gajian setiap bulannya.
"Kau benar. Aku hampir saja melupakannya!" Balas Dimas.
"Ya, ya. Aku mengajak kalian makan di sana karena untuk itu." Timpal Thoriq.
"Bagus..." Sasa mengangkat kedua jempolnya pada Thoriq.
"Kalau begitu ayo berangkat sekarang saja." Ajak Dimas setelah melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan waktu istirahat.
Thoriq, Sasa dan Naina mengangguk mengiyakan. Sedangkan Aga hanya diam namun tetap mengikuti keinginan teman-temannya.
*
"Presdir?" Ucap Sasa dengan suara terdengar cukup keras saat melihat seseorang yang baru saja masuk ke dalam restoran.
__ADS_1
Mendengar ucapan Sasa, Naina pun sontak menatap ke arah pintu restoran dimana sosok Daniel dan asistennya nampak berjalan dari sana. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Naina dapat melihat wajah Daniel yang nampak lebam dan sedikit bengkak.
Apa apa dengannya? Batin Naina bertanya-tanya.
"Daniel..." Aga yang turut memperhatikan wajah Daniel pun bergumam. Tak berbeda jauh dengan Naina, Aga pun turut bertanya-tanya apa yang terjadi pada sepupunya itu.
"Kau lihat bukan jika wajah tampan Presdir kita lebam dan bengkak." Ucap Sasa dengan pelan pada Thoriq yang nampak sedang memperhatikan Daniel.
Thoriq mengangguk. "Sepertinya Presdir baru saja mendapatkan bogem mentah." Seloroh Thoriq.
Dimas menyikut lengan Thoriq lalu mengarahkan pandangan pada Aga yang kini turut memperhatikan langkah Daniel menuju ruangan VIP.
"Kau ingin cari mati ya?" Bisik Sasa di telinga Thoriq karena hampir melupakan jika Daniel adalah sepupu Aga.
Thoriq pun membalas ucapan Sasa dengan tertawa kecil sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
*
"Apa, Bu? Daniel datang ke sini untuk meminta maaf dan dipukul oleh Ayah?" Kedua bola mata Naina membola. Ia sungguh tidak menyangka jika Daniel melakukan hal yang tak pernah ia bayangkan tanpa sepengetahuannya.
Ibu mengangguk membenarkan. "Nak Daniel melakukannya demi memperjuangkan Zeline dan meminta maaf padamu."
Naina tertunduk. "Pantas saja tadi wajahnya nampak lebam saat di perusahaan." Lirih Naina namun masih dapat didengar oleh Ibu.
__ADS_1
"Jadi Daniel tetap bekerja dengan wajahnya yang seperti itu?" Tanya Ibu.
Naina mengangguk membenarkan. "Lagi pula untuk apa dia melakukan hal yang tidak akan pernah Nai kabulkan, Bu." Ucap Naina dengan suara yang sedikit meninggi.
"Naina... Ibu tidak pernah mengajarkanmu untuk berhati batu seperti ini. Daniel sudah berani mengakui kesalahannya di depan Ayah dan Ibu bahkan dia rela mendapatkan pukulan dari Ayah tanpa membela dirinya. Apa yang dilakukan Daniel cukup membuktikan jika dia bukanlah pria yang tidak bertanggung jawab. Cobalah untuk membuka hatimu untuk menerima kebaikannya, Naina." Ucap Ibu.
"Nai tidak keras kepala, Bu. Nai hanya tidak ingin dia berniat buruk pada Zel. Nai tidak akan membiarkannya mendapatkan apa yang dia inginkan sebelum Nai memastikan jika dia benar-benar menerima dengan tulus Zeline sebagai putrinya." Ungkap Naina.
"Naina..."
"Sebanyak apa pun dia meminta maaf, tidak akan pernah mengubah rasa sakit yang Nai rasakan selama ini, Bu." LanjutNaina kemudian dengan mata berkaca-kaca.
***
Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗
Sambil menunggu cerita Naina dan Daniel update, teman-teman silahkan mampir di karya aku yang lainnya ya.
- Bukan Sekedar Menikahi (On Going)
- Hanya Sekedar Menikahi (End)
- Oh My Introvert Husband (End)
__ADS_1
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
Terimakasih🌹