
"Apa yang kalian perhatikan. Ayo cepat duduk!" Titah Daniel menunjuk pada kursi yang berada tidak terlalu jauh dari Naina dan yang lainnya duduki.
Marvel, Dio dan Kevin menurut. Namun pandangan mereka tak beralih pada wanita yang terlihat cantik tanpa polesan make up di wajahnya.
"Gadis kecil itu lucu sekali." Ucap Dio yang mulai mengalihkan pandangannya pada Zeline yang nampak tertawa lucu saat Sasa menggelitik perutnya.
Pandangan Daniel pun ikut tertuju pada gadis kecil itu. Entah mengapa perasaan hangat tiba-tiba menusuk ke dalam relung hatinya saat melihat gadis kecil itu. Detak jantung Daniel pun berdetak tidak berirama. Pandangannya kembali terpaku di detik kemudian saat gadis kecil itu tiba-tiba menatap matanya.
Mata itu... Batin Daniel saat melihat dengan samar warna mata Zeline.
"Niel..." Tepukan di bahunya membuat pandangan Daniel terputus.
"Apa kau ingin menghampiri Kak Aga?" Tawar Kevin mengira Daniel sedang memperhatikan Aga.
"Tidak." Cetus Daniel lalu meneguk minuman botol di depannya.
"Tak... Mau main itu Tak..." Pinta Zeline pada Naina menunjuk pada ayunan yang berada tidak terlalu jauh dari Daniel dan teman-temannya duduk.
Naina mengalihkan pandangannya pada mainan yang Zeline tunjuk.
"Main ayunan?" Tanyanya.
"Iya, Tak." Balas Zeline begitu bersemangat.
__ADS_1
"Capek tidak?" Tanya Naina merasa ragu.
Kepala Zeline menggeleng. "Inda tapek kok." Balasnya dengan mata berkedip-kedip.
Naina menghela nafasnya. Jika tidak dituruti bisa-bisa Zeline akan merajuk.
"Ya sudah, ayo!" Aja Naina lalu berdiri.
"Aku ikut, Nai." Ucap Sasa yang ikut berdiri.
"Baiklah." Ucap Naina lalu menggendong tubuh Zeline. "Sebentar ya... Aku mau ajak Zel main dulu." Ucap Naina pada Aga, Dimas dan Thoriq yang diangguki oleh mereka.
"Tak... Ayo cepat, Tak...!!" Seru Zeline menarik tangan Naina.
"Ayo sama Kakak Sasa aja dulu ke sana." Ajak Sasa melihat wajah Zeline yang sudah tidak sabar.
"Ayo, Tak!" Ajak Zeline menarik tangan Sasa menuju ayunan.
"Zel... Jangan lari-lari..." Ucap Sasa sedikit berteriak saat Zeline terlihat berlari menuju ayunan.
Brak
"Hua..." Suara tangisan Zeline yang terdengar cukup nyaring membuat Naina yang masih mengikat tali sepatunya yang tinggal sebelah lagi terhenti.
__ADS_1
"Zeline." Ucap Naina melihat putrinya terjatuh karena tersandung batu.
Naina pun segera berjalan ke arah putrinya. Tangisan Zeline pun berhasil membuat pria yang tengah meneguk minumannya itu tanpa sadar langsung berdiri dan berjalan ke arah gadis kecil yang sedang menangis sambil mengelus lututnya yang sakit.
"Duh... Kan sudah Kakak bilang jangan lari-lari." Sasa nampak merasa bersalah sambil mengelus lutut Zeline yang kotor.
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya seorang pria yang ikut berjongkok pada gadis kecil di depannya.
"Tuan Daniel..." Kedua bola mata Sasa nampak membola saat melihat pria petinggi perusahaan di tempatnya bekerja kini berada di depannya.
Kepala Zeline menggeleng. "Atit kok." Adunya menunjuk pada lututnya.
Daniel pun tiba-tiba menggendong tubuh Zeline karena merasa tak tega melihat gadis itu menangis.
"Zeline..." Suara Naina terdengar begitu khawatir.
Deg
Mendengar kembali suara yang sangat familiar di telinganya membuat pandangan Daniel beralih pada wanita itu.
Daniel... Ucap Naina dalam hati saat melihat dengan jelas wajah Daniel kini tepat berada di depan matanya.
***
__ADS_1
Lanjut lagi kalau like, komen dan votenya banyak deh... Komen yuk... Masa enggakk... Biar aku makin smgt ini. Hehe☺