Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Kenyataan yang mengejutkan


__ADS_3

Marvel dan Dio semakin dibuat bingung dengan ucapan Daniel. Namun tidak dengan Kevin yang sepertinya sudah paham arah pembicaraan Daniel saat ini.


"Apa maksud ucapanmu? Kenapa kau harus membawa Naina ke dalam permasalahanmu?" Tanya Dio.


"Karena kini aku sudah memiliki seorang anak darinya!" Ucap Daniel dengan datar.


"Apa?!" Dio dan Marvel hampir saja menggebrak meja di depannya karena rasa keterkejutannya. Namun di tempat duduknya. Kevin hanya diam sambil menatap kedua sahabatnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Kau sudah memiliki anak dari Naina? Wanita cupu yang kini sudah menjelma menjadi bidadari itu? Tapi bagaimana bisa?" Cecar Marvel merasa tak percaya.


"Tentu saja bisa. Karena aku telah menidurinya berkali-kali dan tanpa menggunakan pengaman." Balas Daniel.


"Tapi itu dulu. Tidak untuk sekarang." Pungkas Dio. "Dan tidak mungkin kau memiliki anak darinya saat ini." Dio tertawa sinis.


"Daniel memang tidak memiliki anak dengan Naina saat ini. Tapi mereka sudah memiliki anak sejak empat tahun yang lalu." Ucap Kevin.


Sontak saja ucapan Kevin membuat Marvel dan Dio semakin terkejut. Sedangkan Daniel kini menatap Kevin dengan bingung.

__ADS_1


"Kau seperti orang yang sudah tahu dengan permasalahanku saat ini Vin?" Tanya Daniel menatap tajam pada Kevin.


Kevin menyandarkan kepalanya di sandaran kursi. "Aku juga baru mengetahuinya dan lebih tepatnya menduganya."


"Apa maksud ucapanmu? Jangan bertele-tele?!" Cecar Daniel.


"Apa kau tidak ingat dengan pertayaanku padamu saat kau bermain dengan gadis kecil itu di taman bermain milik Mamiku?" Tanya Kevin.


Daniel terdiam.


Daniel dibuat terdiam. Sejak awal memang warna mata gadis kecil itu selalu mengganggu pemikirannya.


"Kau bahkan bisa sangat dekat dengan gadis kecil itu sedangkan kau begitu kesal jika berdekatan dengan dua keponakan nakalmu. Apa kau tidak sadar arti kasih sayang yang tiba-tiba saja kau berikan pada gadis kecil itu karena kau memiliki ikatan batin dengannya? Kau juga memperlakukannya layaknya anakmu sendiri walau kau belum menyadari kenyataannya." Lanjut Kevin.


"Tunggu dulu. Jangan bilang jika gadis kecil di taman waktu itu adalah anak Daniel dan Naina bukan adik dari Naina?" Ucap Dio semakin memajukan tubuhnya ke depan.


"Kau benar. Gadis kecil itu adalah anak Daniel." Jawab Kevin.

__ADS_1


"Apa?!" Dio dan Marvel kembali dibuat terkejut.


"Apa karena itu Naina tidak hadir di acara wisudanya waktu itu?" Ucap Dio bertanya-tanya.


"Mungkin saja." Balas Kevin singkat.


"Aku tidak menyangka jika taruhan konyol kita menghadirkan seorang anak." Marvel terlihat mulai bersalah. "Apa karena waktu itu Naina mendengar ucapan kita yang menjadikannya sebagai taruhan hingga membuatnya menyembunyikan anak yang sedang ia kandung. Karena jika umur gadis kecil itu sudah empat tahun, berarti waktu itu Naina dalam keadaan mengandung. Dan... ucapan Daniel waktu itu yang ingin menggugurkan bayinya jika ia sedang mengandung anaknya membuat Naina berusaha menutupi status asli anaknya." Ucap Marvel panjang lebar sambil menebak-nebak.


Daniel pun kembali mengingat tempat dan tanggal lahir Zeline. "Waktu itu Naina sedang hamil lima bulan. Dan dengan bodohnya aku tidak menyadarinya." Ucap Daniel.


Dio, Marvel dan Kevin kembali dibuat terkejut akan kenyataan yang sebenarnya.


***


Lanjut?


Berikan vote, komen dan like yang banyak dulu yuk.

__ADS_1


__ADS_2