
"Mama tenanglah..." Dara kembali mencoba menenangkan Mama Hasna.
"Dara diamlah! Apa kau masih ingin membela adikmu yang sudah melakukan perbuatan dosa ini?!" Cecar Mama Hasna pada putrinya. Emosinya yang sudah memuncak akibat kekecewaannya membuat Mama Hasna lepas kendali.
"Mama..." Dara menggeleng. Ia tidak sedang tidak membela adiknya. Namun ia hanya takut kemarahan Mamanya saat ini berefek buruk pada kesehatannya.
Mama Hasna mengalihkan kembali pandangannya pada Daniel yang nampak sedang menghembuskan nafas di udara.
"Jawab pertanyaan Mama, Daniel! Apa kau juga melakukan dosa besar itu pada wanita lainnya? Atau bahkan benihmu sudah berkembang dimana-mana saat ini?!" Tanya Mama Hasna dengan suara yang semakin meninggi.
"Aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain Naina." Balas Daniel dengan cepat karena tak ingin melihat Mamanya semakin berpikiran yang tidak-tidak.
"Termasuk pada Queen?" Tanya Mama Hasna dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Daniel mengangguk.
"Kau jangan berbohong pada Mama, Daniel!" Mama Hasna memegang erat sebelah tangan putranya.
"Aku berani bersumpah untuk itu, Ma. Hanya Naina. Hanya Naina wanita yang pernah aku sentuh." Balas Daniel dengan tegas.
Pegangan tangan Mama Hasna di lengan Daniel perlahan melonggar. Helaan nafas Mama Hasna kian melambat. Hatinya cukup merasa lega sebab putranya bukanlah pemain wanita seperti yang ia duga.
"Mama..." Daniel berusaha menjangkau tubuh Mama Hasna yang nampak lemah.
Dara nampak khawatir. "Mama... Dara mohon tahan emosi Mama...." Dara memeluk tubuh ibunya. Berharap dapat menyalurkan kekuatan pada wanita yang telah melahirkan. Dara paham betul kekecewaan Mamanya saat ini. Terlebih Daniel ada putra kesayangannya. Anak yang selalu ia harapkan dapat membanggakan keluarga mereka. Namun saat mengetahui kenyataan ini, pastilah Mamanya sangat terluka.
"Selama ini Mama membebaskanmu bukan berarti Mama memberikan peluang untukmu melakukan hal di luar batas, Daniel. Mama tidak menyangka jika kepercayaan Mama selama ini kau balas dengan kekecewaan." Mama Hasna kembali menangis. Sebelah tangannya memegang dadanya yang kian sesak.
__ADS_1
"Mama..." Daniel berucap lirih. Memberanikan dirinya mendekat pada Mamanya yang kini duduk dengan pandangan kosong ke depan. "Maafkan aku, Ma..." Ucapnya saat sudah berada di depan Mamanya. "Maafkan aku..." Daniel menjatuhkan wajahnya di paha wanita yang telah melahirkannya. Wanita yang telah memberikan rasa sayang yang tak terhingga untuknya selama ini.
"Kau benar-benar mengecewakan Mama Daniel." Air mata Mama Hasna kembali mengalir dengan deras. "Mama sangat kecewa memiliki anak yang tidak bertanggung jawab seperti dirimu." Lanjutnya kemudian dengan pandangan yang masih lurus ke depan.
Daniel mengangkat wajahnya. Menatap pada Mama Hasna walau pun Mamanya nampak enggan untuk menatapnya.
"Jangan membela dirimu karena saat ini kau benar-benar bersalah!" Ucap Mama Hasna saat Daniel hendak berbicara. "Kau tega membiarkan anak kandungmu hidup tanpa kasih sayang seorang ayah selama ini. Gadis kecil dan lucu itu bahkan menganggap kakek dan neneknya sebagai orang tuanya. Malang sekali nasib cucuku." Ucap Mama Hasna terisak.
"Aku memang bersalah, Ma. Bukan hanya pada Mama. Tapi juga pada Naina yang telah aku rusak masa depannya. Namun demi Tuhan, aku sama sekali tidak tahu jika selama ini Naina telah melahirkan anakku dari dalam rahimnya." Ucap Daniel dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
***
Lanjut? Berikan dukungan dulu yuk dengan cara komen, like dan votenya.
__ADS_1
Dan sambil menunggu cerita Naina dan Daniel update, silahkan mampir ke karya aku yang baru yang berjudul Bukan Sekedar Menikahi. Lanjutan dari novel aku Hanya Sekedar Menikahi. Terimakasih😉