
"Tak..." Suara Zeline yang terdengar mengigau kembali membuyarkan lamunan Naina akan masa lalunya.
"Zeline..." Lirih Naina lalu menepuk bokong putrinya agar kembali tidur dengan tenang. "Kenapa suka ngigau sih akhir-akhir ini." Ucap Naina lalu mengecup singkat kening putrinya. Setelah Zeline kembali lelap dalam tidurnya, Naina pun segera menyusul Zeline melanjutkan tidurnya.
*
Pagi senin pun telah menyambut. Setelah melewati dua hari bermain bersama putrinya, akhirnya hari ini Naina pun harus kembali bekerja seperti biasanya.
"Hallo, Naina..." Sapa Sasa saat bertemu dengan Naina di lobby perusahaan.
"Sasa..." Balas Naina tersenyum.
"Apa kau sudah melihat grup pagi ini?" Tanya Sasa saat mereka sudah masuk ke dalam lift.
Naina menggeleng. "Memangnya ada apa?"
"Tidak ada. Kau bisa melihatnya sendiri nanti." Balas Sasa melipat bibirnya.
"Kau itu aneh sekali." Gumam Naina menatap pada Sasa.
Naina dan Sasa berjalan beriringan menuju ruangan divisi mereka berada. Saat sudah masuk ke dalam ruangan, mereka dikejutkan oleh kehadiran Dimas dan Thoriq yang sudah nampak duduk di kursi kerja mereka masing-masing.
"Tumben cepat amat datangnya?" Cibir Sasa lalu berjalan menuju meja kerjanya.
__ADS_1
"Kalau tidak disuruh Aga datang cepat, aku tidak akan mau datang lebih dulu dari pada kalian." Seloroh Dimas membalas cibiran Sasa.
Sasa berdecak. "Memangnya untuk apa Aga meminta kalian untuk datang lebih awal?" Tanya Sasa penasaran.
"Itu karena Aga ingin memeriksa ponsel kita—" Ucapan Dimas melayang begitu saja di udara saat mendengar deheman yang cukup keras dari Aga.
"Apa kalian tidak memiliki pekerjaan lain selain bergosip!" Tegur Aga tanpa melihat pada Sasa dan Dimas.
"Huh, dia selalu saja mengacaukan rasa penasaranku." Gerutu Sasa merasa sebal karena keingintahuannya tidak terjawab.
Sedangkan di meja kerjanya, Naina nampak melebarkan kedua kelopak matanya saat melihat foto-foto dirinya dan Zeline nampak memenuhi grup divisi Humas. Bukan hanya foto-fotonya dan Zeline yang membuat Naina terkejut. Namun juga foto ia bersama Aga yang terlihat begitu dekat saat menjaga Zeline juga ada di dalam grup mereka.
"Dimas... Thoriq..." Gumam Naina membaca nama pengirim foto-foto tersebut. Mereka itu ada-ada saja. Batin Naina saat membaca pesan-pesan lucu yang dikirimkan oleh rekan kerjanya itu. Tak lama, Naina pun kembali meletakkan ponselnya di laci kerjanya saat jam sudah memasuki jam kerja dimulai.
*
"Iya... Kau duluan saja. Aku masih ada pekerjaan sedikit lagi. Nanti aku akan menyusul." Ucap Naina dengan tangan yang masih fokus mengetik di atas keyboard di depannya.
Sasa pun mengangguk lalu berjalan meninggalkan ruangan diikuti oleh Dimas dan Thoriq. Sepuluh menit berlalu, Naina masih nampak fokus mengerjakan pekerjaannya. Hingga tak lama ia dikejutkan oleh kedatangan Aga ke meja kerjanya.
"Apa kau tidak ingin makan siang?" Ucap Aga dengan datar.
Naina menghentikan kegiatannya. "Sebentar lagi, Kak." Balasnya tanpa menatapa wajah Aga.
__ADS_1
"Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu setelah istirahat siang nanti. Istirahatlah atau aku akan menambah pekerjaanmu." Tekan Aga.
"Baiklah, Kak." Naina menghembuskan nafasnya lalu segera berdiri.
Aga pun berjalan lebih dulu meninggalkan Naina.
"Naina..." Ucap Aga saat mereka sudah masuk ke dalam lift.
"Iya, Kak?"
"Apa nanti malam kau sibuk?" Tanya Aga sambil menatap Naina yang berdiri di sampingnya.
Naina nampak berpikir. "Sepertinya tidak, Kak." Balasnya kemudian.
"Kalau begitu bolehkah aku mengajakmu untuk pergi jalan-jalan nanti malam?" Tanyanya dengan datar namun berhasil membuat Naina terkejut akan ajakannya.
***
Kalian tim yang mana ini?
Aga - Naina?
Daniel - Naina?
__ADS_1