
"Zeline..." Naina menggelengkan kepalanya agar Zeline tak lagi bertanya.
"Mama..." Balas Zeline dengan malu-malu.
Naina tersenyum. Hatinya kembali menghangat mendengar panggilan Mama keluar dari mulut putrinya. Tangannya pun terulur mengelus rambut Zeline.
"Ayo kita masuk." Ajak Daniel yang diangguki oleh Naina.
Kedatangan Naina dan Daniel membuat percakapan di ruang tamu terhenti. Semua orang yang ada di ruang tamu kini menatap Daniel dan Nana dengan penuh pertanyaan.
"Naina. Kalian sudah kembali." Ibu bangkit dari duduknya. Menghampiri Naina dengan wajah cemasnya.
Naina mengangguk dan menyematkan senyuman di wajahnya agar Ibu tak lagi cemas atas apa yang terjadi.
"Nenek..." Suara Zeline yang terdengar mengalun mengalihkan pandangan Ibu pada cucunya yang kini berada dalam gendongan Daniel. Ibu tertegun. Untuk pertama kalinya Zeline memanggilnya dengan benar.
"Ze-zeline..." kedua mata Ibu mulai tergenang.
"Nenek..." Ucap Zeline lagi sambil mengulurkan tangannya pada Ibu.
"Zeline... cucu Nenek..." Ibu tak dapat membendung rasa harunya. Buru-buru Ibu mengambil Zeline dari gendongan Daniel lalu memeluk Zeline erat.
__ADS_1
"Nenek..." ucap Zeline lagi sambil mengelus wajah Ibu dengan tangan mungilnya.
"Zel benar, sayang... Ibu adalah Nenek..." ucap Ibu lalu mencium kening Zeline.
"Zel inda lahil dali pelut Nenek?" Tanya Zeline mengingat percakapannya dan Naina tadi.
Ibu menggeleng. "Zel lahir dari rahim Mama Naina."
Zeline mengalihkan pandangannya pada Naina yang kini tengah menangis. "Mama Naina yang lahilkan Zel. Inda boleh nangis itu." Mengulurkan sebelah tangan mungilnya untuk menjangkau wajah Naina.
Naina mendekat lalu meletakkan tangan mungil putrinya di pipinya. "Mama menangis bahagia." ucap Naina.
"Zeline..." Amara pun turut berdiri menghampiri Zeline.
Amara turut menangis namun bibirnya tersenyum melihat Zeline akhirnya tahu siapakah dirinya yang sebenarnya. "Zel adalah keponakan Aunty Mara." Ucap Amara mengecup pipi bulat Zeline.
"Hua... inda ngelti Zel tuh." Ucap Zeline yang masih nampak bingung.
Naina mengelus kepala putrinya. "Ayo sini sama Mama." Ucap Naina yang diangguki oleh Zeline. Ibu pun menyerahkan tubuh Zeline kepada Naina.
"Zel lihat itu? Orang tua Papa adalah Kakek daj Nenek Zel juga." Ucap Naina memperkenalkan Papa Alex dan Mama Hasna.
__ADS_1
"Nenek... Kakek..." ucap Zeline dengan wajah yang sudah basah.
Papa Alex dan Mama Hasna tersenyum. Mereka pun turut berdiri menghampiri Zeline.
"Zel adalah cucu kami." Ucal Mama Hasna yang sudah menangis.
Zeline menganggguk. "Banak ini Nenek Zel. Kakek juga banak. Bingung Zel tuh." ucapnya dengan bibir mengerucut.
"Nanti juga akan gak bingung lagi kok." Ucap Mama Hasna dengan lembut.
Zeline mengangguk saja walau pun masih bingung. Wajar saja, untuk anak seusia Zeline tidaklah mudah memahami apa yang terjadi padanya saat ini.
Suasana haru semakin menyelimuti perasaan mereka saat Zeline mengatakan dengan begitu bangga jika Daniel adalah ayah kandungnya. Bahkan Zeline dengan wajah malu-malunya tak henti memuji ketampanan Daniel di depan kakek dan neneknya.
Malam itu keluarga Alexander pun pulang dengan perasaan lega di hati mereka masing-masing karena Zeline nampak begitu bahagia setelah mengetahui jika ia adalah anak kandung Daniel dan Naina.
"Kenapa Papah inda bobo sini ja, Ma?" Tanya Zeline memasang wajah sendunya menatap mobil keluarga Alexander yang mulai lenyap dari pandangan mereka.
***
Lanjut lagi? Kencengin vote, gift, like dan komennya dulu yuk untuk mendukung karya SHy.
__ADS_1
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku Bukan Sekedar Menikahi☺️
Berhubung kita sudah memasuki bulan suci ramadhan, SHy mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Selamat menjalankan ibadah puasa buat teman-teman yang menjalankannya🌹