
Kumpulan foto yang menunjukkan kebersamaannya dan Naina nampak berjejer di atas meja sofa ruang tamu Dara malam itu. Daniel dibuat terkejut. Dari mana Mamanya mendapatkan foto-foto itu? Apa orang suruhan Kakaknya yang mendapatkannya? Tapi bagaimana bisa?
"Apa kau bisa menjelaskan tentang ini semua Daniel?" Suara Mama Hasna terdengar bergetar. Ibu dari dua anak itu memasang wajah penuh kekecewaan. Seharian ini ia lewati dengan menyuruh banyak orang kepercayaannya untuk mencaritahu tentang kehidupan anaknya selama sekolah dulu dan ia benar-benar mendapatkan hasil yang mengejutkan.
Apa yang ada di pemikirannya benar adanya. Masa lalu putranya benar-benar membuatnya kecewa. Mata Mama Hasna mulai tergenang. Menatap pada putranya penuh tuntutan jawaban.
"Mama..." tangan Dara terus mengelus punggung Mamanya. Dara bahkan mengambil izin tidak bekerja sore ini untuk menyelesaikan masalah keluarganya yang rumit. Sore itu Dara juga meminta suaminya untuk membawa kedua anaknya untuk menginap di rumah mertuanya karena ia ingin menyelesaikan masalah keluarganya malam ini.
"Mama..." suara Daniel tertahan. Dadanya sungguh sakit melihat wanita yang melahirkannya nampak menangis karena dirinya.
"Dan ini? Apa kau bisa menjelaskan apa maksud surat ini?" Mama Hasna menunjukkan sebuah lembaran hasil tes DNA dari rumah sakit Dara bekerja.
Daniel semakin dibuat terkejut dengan apa yang Mamanya dapatkan.
"Apa kau bisa menjelaskan semua ini Daniel?" Mama Hasna meletakkan kasar hasil tes itu di depan Daniel.
__ADS_1
"Maafkan aku, Ma..." Daniel tertunduk.
"Mama tidak membutuhkan kata maaf darimu. Mama hanya butuh penjelasanmu!" Ucap Mama Hasna dengan suara meninggi.
"Mama tenanglah..." Dara turut menangis. Ia pun cukup terluka mengetahui rahasia besar dari adiknya.
"Apa kau memiliki hubungan khusus dengan Naina saat sekolah dulu?" Mama Hasna nampak tak sabar menunggu putranya berbicara.
"Semua yang Mama pikirkan memang benar. Aku dan Naina memang pernah menjalin hubungan saat masih sekolah dulu." Daniel mengela nafas sejenak sebelum kembali berbicara.
"Maafkan aku, Ma. Ini semua memang kesalahanku." Ucap Daniel.
"Jadi benar jika gadis kecil itu adalah putrimu?" Tanya Mama Hasna tertuju pada Zeline. Walau pun sudah mengetahui faktanya, namun Mama Hasna tetap ingin mendengarkan langsung pengakuan dari putranya.
Daniel mengangguk. "Dia adalah anakku dari Naina."
__ADS_1
Plak
Sebuah tamparan cukup keras melayang di pipi Daniel. Sebelah wajah Daniel nampak memerah akibat kerasnya tamparan dari Mama Hasna.
"Apa ini hasil dari didikan Mama selama ini padamu, Daniel? Apa Mama pernah mengajarimu menjadi pria berengsek yang tega merusak seorang wanita hingga wanita itu mengandung anakmu? Dan apa Mama pernah mengajarimu menjadi pria yang tidak bertanggung jawab?!"
Plak
Tamparan kedua dari tangan Mama Hassna pun melayang di pipi Daniel. Mama Hasna menatap nyalang pada putra bungsunya itu dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Apa ini alasanmu meminta hidup terpisah dari Kakakmu dulu? Karena kau ingin hidup bebas tanpa aturan hingga melakukan perbuatan dosa?! Apa kau juga melakukan hal ini dengan banyak wanita?" Bentak Mama Hasna.
***
Lanjut? Berikan dukungan dulu yuk dengan cara komen, like dan votenya.
__ADS_1
Dan sambil menunggu cerita Naina dan Daniel update, silahkan mampir ke karya aku yang baru yang berjudul Bukan Sekedar Menikahi. Lanjutan dari novel aku Hanya Sekedar Menikahi. Terimakasih😉