
Pukul enam pagi, mobil bewarna merah milik Sasa pun sudah terparkir di depan rumah Naina. Naina yang sejak tadi menunggu kedatangan Sasa pun akhirnya keluar dari dalam rumah saat mendengar suara deru mobil.
"Hallo, Nai..." Sapa Sasa setelah keluar dari dalam mobil.
"Hallo, Sa..." Balas Naina seraya tersenyum.
"Adikmu jadi ikut?" Tanya Sasa saat tidak melihat keberadaan Zeline di sana.
"Jadi... Lagi dipakein baju sama Ibu sebentar."
"Oh..." Kepala Sasa mengangguk.
Tak lama suara cempreng Zeline pun mulai terdengar.
"Tak... Ayo Tak..." Ucap Zeline begitu bersemangat berlari ke arah Naina. Bayi kecil Naina itu sudah nampak cantik dengan kaos bewarna pink pastel dan celan training bewarna cream di tubuhnya. Serasi dengan pakaian Naina.
"Mau berangkat sekarang, Nai?" Tanya Ibu yang baru saja keluar dari dalam rumah.
"Iya, Bu."
"Pagi Bu... Saya Sasa teman kerja Naina." Sapa Sasa sambil menyalami Ibu Naina.
"Pagi, Sasa... Kau cantik sekali." Puji Ibu yang membuat kedua sudut Sasa nampak tertarik.
__ADS_1
Sasa dan Naina pun berpamitan pada Ibu untuk segera berangkat karena Dimas, Thoriq dan Aga sudah menunggu kedatangan mereka di taman kota.
"Dimana sih mereka?" Ucap Sasa saat tidak menemukan keberadaan teman-temannya saat sudah sampai di taman kota.
"Sasa... Naina..." Panggil Thoriq yang berada tidak terlalu jauh dari mereka.
"Itu mereka... Ayo, Nai!" Ajak Sasa segera berjalan ke arah Dimas, Thoriq dan Aga.
Naina dan Zeline pun ikut berjalan mengikuti Sasa.
"Adikmu, Nai?" Tanya Dimas menatap pada gadis kecil yang terlihat begitu lucu di matanya.
"Iya... Namanya Zeline." Ucap Naina memperkenalkan anaknya.
Si kecil Zeline pun terlihat malu-malu saat bertemu dengan teman Kakaknya. Namun setelah melihat kedatangan Aga membawa air minum ke arah mereka membuat wajah malu-malunya berubah ceria.
"Zeline." Balas Aga sedikit menarik kedua sudut bibirnya saat melihat Zeline di sana.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Sasa dengan raut wajah heran pada Aga dan Zeline.
"Ya." Balas Aga dengan datar.
Sasa, Dimas dan Thoriq nampak bingung dan bertanya-tanya. Tak ingin teman-temannya terlalu lama larut dalam pemikirannya, Aga pun segera mengajak mereka untuk segera lari pagi.
__ADS_1
Sedangkan di tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada, Daniel nampak menatap jengah pada ketiga sahabatnya yang sudah mengacaukan acara tidurnya di pagi hari.
Bagaimana tidak, pagi-pagi sekali Kevin, Marvel dan Dio sudah datang ke mansionnya untuk mengajaknya lari pagi dengan alasan untuk mengingat masa kuliah mereka dulu yang suka mencari perhatian para kaum wanita saat berlari di taman kota setiap minggunya.
"Pergilah, aku tidak berselera untuk olah raga pagi ini!" Tolak Daniel saat Marvel mulai mengajaknya untuk berlari.
Lidah Kevin berdecak. "Ayolah... Kau terlihat lemah sekali sebagai seorang pria!" Cibir Kevin.
"Ayolah... Lagi pula kapan lagi kita punya waktu santai seperti saat ini." Timpal Dio kemudian.
Daniel mendesahkan nafas kasar di udara. "Baiklah." Putusnya yang sudah malas mendengar celotehan ketiga sahabatnya.
Di saat sedang menikmati lari paginya menyusuri jalanan taman, langkah Daniel pun tiba-tiba terhenti saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya.
"Kalau capek bilang ya. Nanti kita jalan saja." Ucap wanita yang sedang mengikatkan tali sepatu pada gadis kecil yang terlihat sedang menunduk di depannya.
***
Selamat membaca☺
lanjut??
Mohon beri dukungan untuk karya author dengan cara memberikan like, komen dan votenya☺
__ADS_1
Semakin banyak dukungannya... Maka author juga makin semangat upnya, hihi☺☺
Buat mengetahui jadwal update, kalian bisa bergabung di grup chat author, ya☺