Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Papah berbohong


__ADS_3

"Kami tidak melakukan apa-apa, Mah." Balas Farhan dan Fahri dengan kompak.


"Hua... Tatak bilang Zel nutrizel Nty." Adu Zeline pada Amara sambil menangis kencang.


"Oh astaga..." Dara menggelengkan kepalanya. "Kenapa kalian mengubah nama Zeline?" Dara dibuat tak habis pikir dengan tingkah kedua putranya.


"Karna namanya mirip Mah." Balas mereka lagi dengan kompak. Farhan dan Fahri memasang wajah tak berdosa seolah apa yang mereka katakan tidak ada masalah.


"Farhan... Fahri..." Mama Hasna mendekat pada kedua cucunya. "Kalian tidak boleh seperti itu. Kasihan Zel jadi menangis." Mama Hasna mengelus lembut kedua kepala cucunya secara bergantian.


"Ya, Nek." Balas Farhan yang diangguki oleh Fahri.


"Hua... jahat itu Tak. Ubah nama Zel itu." Adu Zeline lagi pada Amara.


"Sudah... jangan menangis lagi." Amara mengelus kepala Zeline sambil menahan mulutnya agar tidak tertawa.


"Papah..." Zeline mengulurkan kedua tangannya saat melihat Daniel berjalan mendekat ke arahnya. "Tatak jahat itu." Adunya saat sudah berada dalam gendongan Daniel.


Daniel hanya tersenyum sambil mengelus kepala Zeline. Tak berbeda dengan Dara, Daniel pun sering dibuat sakit kepala dengan tingkah kedua keponakannya yang selalu ada-ada saja tingkahnya.


"Farhan, Fahri, ayo minta maaf dengan Zel." Ucap Dara.


Farhan dan Fahri mengangguk lalu mendekat pada Zeline.


"Nutrizel—" ucapan Farhan terputus saat mendengar suara Dara

__ADS_1


"Farhan..." Dara dibuat gemas dengan putranya.


"Zeline... maafkan Kakak." Farhan mengulurkan tangan kanannya pada Zeline.


Zeline menatap uluran tangan Farhan lalu menatap wajah Farhan yang terlihat menyebalkan di matanya.


"Zeline..." suara lembut Naina membuat Zeline segera membalas uluran tangan Farhan.


Fahri pun turut mengulurkan tangannya pada Zeline sebagai permintaan maaf.


*


Setelah drama anak-anak selesai, keluarga Daniel pun pulang meninggalkan Daniel di rumah Naina. Di teras rumah, Daniel nampak masih memangku Zeline yang kini tengah bercerita tentang film kesukaannya.


"Apa kau ingin minum lagi?" Tanya Naina melihat air di dalam gelas Daniel sudah tandas.


Naina mengangguk paham lalu mengalihkan pandangannya dari Daniel.


"Papah, napa Papah pulang? Papah kan sudah janji mau bobo sini sama Zel." Ucap Zeline dengan mata berkaca-kaca.


Daniel terdiam sambil merutuki kebodohannya yang mengiyakan permintaan Zeline begitu saja untuk tidur di rumahnya malam ini.


"Maaf, princess... tapi Papa harus—"


"Apa Papah belbohong?" Tanya Zeline yang hendak menangis.

__ADS_1


"Bukan begitu..." Daniel mengelus kepala Zeline untuk menenangkannya.


"Mamah... Papah dah janji itu mau bobo sini tadi." Adu Zeline pada Naina.


Naina menatap Daniel seolah meminta pertanggungjawaban atas ucapannya.


"Hua... Papah bohong itu..." Zeline pun memberontak untuk diturunkan. Setelah Daniel menurunkannya, Zeline pun berlari masuk ke dalam rumah sambil menangis.


"Maaf, aku tidak tega menolak permintaannya tadi. Lagi pula Zel mengancam tidak mau makan jika aku tidak tidur di sini malam ini." Terang Daniel pada Naina yang hendak mengejar Zeline.


Naina mengangguk paham lalu masuk ke dalam rumah. Beberapa menit berlalu, Ibu nampak keluar dari dalam rumah sambil menggendong Zeline.


"Daniel... apa kau memiliki kesibukan malam ini?" Tanya Ibu dengan lembut.


Daniel menggeleng.


"Kalau begitu Ibu minta kau tidurlah di sini malam ini. Kasihan Zeline yang selalu mengharapkanmu tidur bersamanya." Tutur Ibu lembut.


"Tapi bagaimana dengan—"


"Naina akan tidur bersama Amara malam ini." Ucap Ibu seolah mengerti pemikiran Daniel.


***


Jangan lupa berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Semakin banyak dukungannya, SHy semakin semangat menulisnya ini🌹

__ADS_1


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).


Terimakasih☺️


__ADS_2