Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Sedihmu adalah lukaku


__ADS_3

Setelah dokter yang memeriksa Zeline keluar dari dalam ruangan rawat Zeline, Naina pun masuk ke dalam ruangan rawat putrinya diikuti oleh Aga dan Amara.


Naina menjatuhkan pandangannya pada sosok kecil yang kini tengah terbaring di atas ranjang. Hatinya terasa sangat sakit. Putri kecilnya yang biasanya ceria kini terbaring lemah dengan selang infus menancap di tangannya.


Langkah kaki Naina semakin mendekat ke arah ranjang. Matanya nampak berkaca-kaca. Wajah putrinya yang kini tertidur itu kini nampak pucat. Naina memegang kening putrinya. Suhu tubuh putrinya masih panas dan belum ada perkembangan.


Tangan Naina terulur mengelus lembut rambut pirang putrinya. Naina menangis dalam diam. Jika boleh memilih, lebih baik ia saja yang mengalami sakit dibandingkan putrinya yang masih kecil.


Di belakang tubuhnya, Aga dan Amara masih sama-sama berdiri menatap pada Zeline yang tengah tertidur.


"Zel akan baik-baik saja, Kak. Bukankah Dokter bilang jika panasnya akan turun setelah diberikan obat?" Ucap Amara menenangkan Kakaknya yang masih nampak bersedih.


Naina mengangguk. Lalu mengikuti langkah Amara menuju sofa.


Di dalam ruangan rawat Zeline itu hanya ada keheningan sebab Naina masih larut dalam kesedihannya sedangkan Aga dan Amara memilih diam sambil sesekali menenangkan Naina.


"Amara... bukankah kau ingin pulang ke rumah?" Tanya Naina setelah cukup lama terdiam.


"Ya. Aku ingin pulang mengambil baju ganti untuk Zeline dan untuk Kakak." Jelas Amara.


Naina mengangguk paham. "Pulanglah. Sebelum hari semakin gelap." Perintah Naina.


"Tapi... Apa Kakak tidak apa-apa aku tinggal di sini?" Amara meragu.


"Tak masalah... Lagi pula akan ada suster yang akan terus mengontrol keadaan Zel."

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu, Kak." Amara pun bangkit. "Apa Kakak ingin menitip sesuatu?" Tanya Amara.


"Tidak ada. Hati-hatilah di jalan karena jalanan cukup padat sore begini." Pesan Naina yang diangguki oleh Amara.


Amara pun kembali berpamitan pada Naina dan juga Aga lalu keluar dari dalam ruangan rawat Zeline.


"Apa Kakak tidak ingin pulang?" Tanya Naina pada Aga.


Aga menolehkan wajahnya ke samping. "Aku akan menemanimu di sini." Balas Aga lalu menggenggam tangan Naina.


Naina tersenyum karenanya. "Terimakasih. Namun sebaiknya Kakak pulanglah. Bukankah sore ini Kakak akan pulang ke rumah orang tua Kakak? Paman Andrew dan Agatha akan merasa khawatir jika Kakak belum juga kembali ke rumah." Ucap Naina.


Aga nampak terdiam. Sejak tadi ia memang sudah mendapatkan beberapa kali panggilan telefon dari Agatha yang terus menanyakan kepulangannya.


Ting


Suara panggilan masuk dari ponselnya pun kembali terdengar. Aga mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Siapa?" Tanya Naina melihat Aga nampak ragu mengangkat telefonnya.


"Agatha." Balas Aga.


"Angkat saja, Kak." Ucap Naina yang diangguki Aga. Aga pun keluar dari dalam ruangan untuk mengangkat panggilan dari adiknya.


"Apa Agatha menanyakan kepulangan Kakak?" Tebak Naina yang diangguki oleh Aga.

__ADS_1


Naina tersenyum. "Pulanglah. Aku tak apa." Ucap Naina menenangkan pemikiran Aga.


Aga menghela nafas panjanga. "Baiklah. Aku pulang dulu. Jika kau membutuhkan sesuatu, jangan lupa mengabariku." Perintah Aga yang diangguki oleh Naina.


Naina pun bangkit.


"Jangan bersedih, karena sedihmu turut membuatku sakit." Ucap Aga lalu memeluk kekasihnya barang sejenak.


Naina membalas pelukan Aga. "Terimakasih, Kak." Ucapnya yang diangguki Aga.


Aga pun keluar dari dalam ruangan rawat Zeline. Setelah melihat pintu ruangan kembali tertutup, Naina pun berjalan mendekat ke arah ranjang putrinya.


Sedangkan di luar ruangan, seseorang yang sejak tadi menunggu Aga keluar dari dalam ruangan rawat Zeline pun mendekat ke arah pintu.


***


Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺


Sambil menunggu cerita DABA update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


- Hanya Sekedar menikahi (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)

__ADS_1


__ADS_2