
Pagi itu di rumah Naina sudah dihebohkan dengan suara Zeline yang sudah merasa tak sabar pergi ke kota B .
"Mana Tak Aga? Lamana ini. Inda jadi pelgi ya?" Keluhnya menatap keluar rumah dari jendela ruang tamu. Pintu rumah Naina pagi itu masih ditutup karena hari masih gelap dan Naina tidak ingin Zeline tiba-tiba keluar dari dalam rumah karena rasa tak sabarnya.
"Sabarlah. Kak Aga sebentar lagi juga pasti akan datang. Kau ini sungguh tidak sabar sekali." Ucap Amara menatap gemas pada wajah cemberut Zeline.
Zeline menolehkan wajah ke samping lalu menatap sebal pada Amara. "Lama ini pelgina Tak. Zel dah Tantik gini. Mandi dingin-dingin juga tadi." Balasnya.
"Iya, iya. Kita tunggu saja. Paling sebentar lagi Kak Aga juga datang." Ucap Amara.
Tak lama suara klakson mobil pun berbunyi.
"Tak Aga itu!" Sorak Zeline menatap mobil yang terparkir di depan rumahnya dari jendela.
Amara ikut melihat dari jendela. "Iya benar. Kak Aga sudah datang." Balas Amara. Bangkit dari sofa lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Tak Aga..." Zeline berlari ke luar rumah saat melihat Aga sudah turun dari mobilnya.
"Zeline?" Aga melebarkan senyumannya. Berjongkok lalu merentang kedua tangannya.
Zeline semakin mempercepat langkahnya lalu membenamkan tubuh mungilnya saat sudah berada di dekat Aga. "Jadi main ini Tak?" Tanyanya dengan menampilkan deretan gigi kecilnya.
Aga menganggukkan kepalanya.
"Asik... Ayo pelgi Tak!" Ajak Zeline.
__ADS_1
Aga tersenyum. "Kita tunggu Kak Naina dulu, ya." Ucap Aga.
Zeline mengangguk paham lalu melepaskan pelukan Aga. "Panggil Tak Nai dulu, ya!" Pamitnya lalu kembali berlari masuk ke dalam rumah.
"Silahkan masuk dulu Kak Aga." Ucap Amara.
Aga mengangguk. "Terimakasih." Balasnya lalu mengikuti langkah Amara masuk ke dalam rumah.
*
"Blangkat!" Sorak Zeline saat mereka sudah masuk ke dalam mobil Aga.
Dari kursi depan Naina dan Aga menatap ke arah belakang dimana Zeline terlihat sangat senang karena ingin di bawa pergi berlibur.
"Ayo berangkat!" Balas Naina yang diangguki oleh Zeline.
Hari itu mereka memutuskan untuk pergi lebih pagi agar menghindari kemacetan di perjalanan menuju kota B.
"Kalau masih ngantuk tidur saja, ya." Ucap Amara dari kursi belakang pada Zeline yang nampak menguap.
Zeline menolehkan wajah ke samping menatap wajah Amara dengan mata yang sudah layu.
"Ngantuk Tak." Adunya lalu kembali menguap.
"Ya sudah. Ayo sini, kita tidur dulu ya." Ucap Amara lalu membawa tubuh Zeline ke dalam pangkuannya.
__ADS_1
"Tidurkan saja di atas kursi, Mara. Kau akan keberatan jika memangkunya seperti itu." Ucap Naina.
"Tak masalah Kak." Balas Amara lalu mulai mengelus punggung Zeline agar keponakannya itu segera terlelap.
Dua jam berlalu, mobil Aga memasuki jalanan yang terbilang cukup sempit namun memperlihatkan keindahan alam di sekitarnya saat melewatinya.
"Indah sekali..." Gumam Naina menatap takjub pemandangan di sekitarnya.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Aga.
Naina menganggukkan kepalanya. "Suasananya sungguh membuat hati tenang." Balas Naina.
Aga tersenyum. Laju mobilnya kian melambat saat sudah dekat dengan sebuah pagar menjulang tinggi yang berada di kiri jalan. Aga membelokkan mobilnya lalu berhenti di depan pagar.
Seorang penjaga yang melihat kedatangan mobil Aga pun segera membuka pagar.
"Indah sekali tempatnya." Puji Naina saat mobil sudah memasuki area Villa.
***
Lanjut?
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku,
^ Bukan Sekedar Menikahi ^
__ADS_1
Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗