Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Sama-sama terluka


__ADS_3

"Apa kau pikir selama ini Ibu tidak sakit melihatmu menderita karena memiliki anak di luar nikah? Apa kau pikir Ibu tidak sakit hati dan dendam padanya karena dialah yang membuat anak Ibu menderita dan menghancurkan masa depan anak Ibu? Apa kau pikir Ibu baik-baik saja selama ini Naina? Ibu pun turut terluka melihat kau terluka." Ibu mulai menangis. Memegang kedua bahu Naina agar menatap kepadanya.


"Kau adalah anak kandung Ibu dan Ibu dapat merasakan apa yang kau rasakan selama ini. Walau pun bibirmu berkata jika kau baik-baik saja, wajahmu tersenyum menutupi rasa sakitmu, namun Ibu sangat tahu jika kau menderita sama seperti yang Ibu dan Ayah rasakan selama Zel hadir di dalam rahimmu."


Naina pun turut menangis dalam diamnya.


"Jika Ibu bisa, Ibu sangat ingin membalaskan rasa sakitmu selama ini padanya bahkan membunuhnya. Namun Ibu tidak bisa melakukannya Naina. Kau tahu karena apa? Karena Ibu masih memiliki hati dan naluri sebagai seorang Nenek yang dapat merasakan jika cucu Ibu sangat membutuhkan kasih sayang dari ayahnya. Kau boleh saja keras kepala dan egois dengan dirimu sendiri jika kau hanya hidup sendiri di dunia ini. Namun saat ini keadaanya berbeda. Kau memiliki anak yang masih membutuhkan kasih sayang dari ayah kandungnya." Ibu menarik nafas panjang saat merasa dadanya kian sesak.

__ADS_1


"Ibu memintamu memaafkannya bukan untuk dirimu sendiri, Naina. Tapi juga untuk kebaikan Zeline. Memaafkannya bukan berarti Ibu menyuruhmu untuk kembali bersama dengannya. Kau hanya perlu belajar menerima masa lalumu dan mengikhlaskan jalan hidupmu karena masa lalumu yang telah terjadi tidak bisa kau ubah."


Naina tertunduk. Lidahnya terasa kelu saat ingin membantah ucapan Ibunya.


"Zeline berhak atas kasih sayang ayah kandungnya, Naina. Apa kau tidak bisa memahami atas apa yang telah terjadi akhir-akhir ini pada Zeline itu adalah bentuk rasa rindunya pada Ayah kandungnya? Walau pun mereka baru beberapa kali bertemu, namun ikatan batin di antara mereka sangat kuat hingga di alam bawah sadarnya Zeline terus menginginkan sosok Ayahnya. Mungkin kau bisa saja berkata jika tanpa Daniel kau bisa menjadi sosok ibu sekaligus ayah untuk Zeline. Namun pada kenyataannya kau tidak bisa melakukannya Naina. Karena peranmu dan peran Daniel berbeda. Dan Daniel masih ada di dunia ini sehingga kau tidak berhak membuat dia seolah-olah tidak ada."


"Ibu hanya memintamu untuk memaafkannya demi Zeline. Zeline berhak mengetahui status aslinya sebelum dia beranjak dewasa. Apa aku tidak pernah berpikir jika mungkin saja suatu saat nanti putrimu akan membencimu karena dia berpikir jika kau tidak menginginkan kehadirannya sehingga kau menyembunyikan status aslinya selama ini."

__ADS_1


"Hati Nai sangat sakit, Bu..." Naina semakin menangis dengan kencang. Dadanya terasa semakin sesak saat mengingat percakapan Daniel dan teman-temannya beberapa tahun yang lalu.


"Bukankah Daniel sudah memiliki seorang tunangan?" Tanya Ibu yang diangguki lemah oleh Naina.


"Kau dan Daniel berhak memilih pasangan kalian masing-masing tanpa harus bersama. Namun akan lebih baik mulai saat ini kau dan Daniel mengungkapkan kebenaran ini kepada pasangan kalian sehingga tidak ada hati yang semakin terluka nantinya." Ucap Ibu sambil mengelus punggung Naina yang bergetar.


***

__ADS_1


Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗


Terimakasih🤗


__ADS_2