
Mendengar ucapan Kevin, sontak membuat Marvel dan Dio menatap wajah Daniel secara bersamaan.
"Kau jangan sembarangan bicara!" Cetus Daniel menatap tajam Kevin.
Kevin menarik sebelah bibirnya ke kuping. "Aku hanya mengatakan sebuah fakta. Kau terlalu lama membohongi perasaanmu sendiri, Niel."
Daniel terdiam. Pandangannya kini beralih menatap jendela apartemen Dio yang menampilkan gelapnya malam.
"Sudahlah. Aku tidak ingin membahas masalah ini lagi." Ucap Daniel setelah cukup lama terdiam.
"Ada baiknya kau memahami perasaanmu sendiri sebelum semuanya terlambat. Menjalin hubungan dalam keterpaksaan tidak baik untuk rumah tanggamu nantinya, Niel. Kau tidak mencintai Queen, jangan memaksakan hatimu untuk tetap bersamanya. Sudah empat tahun kau menjalin hubungan dengannya dan sampai saat ini rasa cintamu tidak pernah ada untuknya. Coba kau tanyakan kepada hatimu apa yang membuat hatimu tertutup. Apa jangan-jangan ada nama wanita lain yang sudah memenuhi relung hatimu sehingga kau tidak bisa menerima wanita mana pun di hatimu sampai saat ini." Ucap Kevin panjang lebar.
Lagi-lagi Daniel dibuat terdiam. Marvel dan Dio saling pandang sambil menarik kedua alis mereka ke atas.
"Sudahlah. Aku ingin pulang. Besok pagi ada banyak hal yang harus aku kerjakan." Ucap Daniel lalu bangkit dari duduknya.
"Kenapa kau cepat sekali pulang? Kita bahkan belum selesai membahas permasalahanmu saat ini." Ucap Dio menahan Daniel.
"Besok aku akan kembali lagi ke sini." Ucap Daniel dengan singkat lalu melangkah menuju pintu keluar.
__ADS_1
Melihat kepergian Daniel, Kevin menarik tipis kedua sudut bibirnya.
Kau terlalu lama bersama orang yang salah, Niel. Kenapa kau selalu saja membohongi hatimu jika kau sudah lama mencintai Naina. Kevin membatin.
*
"Kak Aga." Naina melebarkan senyumannya pada Aga yang baru saja memarkirkan motornya di samping motornya pagi itu.
Aga membalas senyuman Naina lalu melepaskan helm dari kepalanya. "Tumben sekali kau datang lebih awal pagi ini." Tanya Aga.
"Ya. Aku ingin rajin seperti Kakak yang datang lebih awal." Balas Naina.
Aga kembali menarik tipis kedua sudut bibirnya. "Kau terlihat sangat manis jika seperti ini." Ucap Aga lalu membelai rambut Naina.
"Jangan terlalu banyak melamun." Ucap Aga menepuk pelan pundak Naina hingga membuatnya tersadar dari lamunannya.
"Eh." Naina menggaruk keningnya yang tak gatal merasa malu karena ketahuan melamun oleh Aga.
"Ayo masuk!" Ajak Aga yang diangguki oleh Naina.
__ADS_1
"Kakak tidur dimana tadi malam?" Tanya Naina yang sudah berjalan di samping Aga.
"Di rumahku sendiri. Ada apa?" Tanya Aga. Memiringkan wajahnya agar menghadap pada Naina.
"Tidak ada apa-apa. Aku kira Kakak tidur di rumah Paman Andrew sehingga tidak ada membalas pesanku." Balas Naina.
"Maaf. Tadi malam aku ketiduran setelah pulang dari rumah Papa." Jelas Aga.
Naina mengangguk paham. Mereka pun terus berjalan hingga sampai di depan lobby. Saat hendak masuk ke dalam lobby, langkah mereka terhenti saat melihat mobil Daniel berhenti di depan lobby perusahaan.
Pandangan Aga dan Naina pun tertuju pada Daniel yang baru saja keluar dari dalam mobilnya.
"Bibi Hasna." Gumam Aga melihat Mama Hasna yang turut keluar dari dalam mobil Daniel.
Pandangan Mama Hasna dan Naina pun bertemu. Mama Hasna nampak tersenyum manis pada Naina lalu berjalan mendekat ke arah Naina dan Aga.
^^^
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku Bukan Sekedar Menikahi.
__ADS_1
Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗
Terimakasih🤗