
Daniel terdiam. Rasa bersalah itu kembali hadir dan membuat dadanya sesak. Terlalu banyak alasan yang membuat Naina harus mengakui Zeline sebagai adiknya dan semua alasan itu tertuju pada dirinya yang menjadi penyebabnya.
Melihat Daniel yang diam saja membuat Naina menggunakan kesempatan itu dengan menggigit tangan pria itu. Daniel pun sontak menjauhkan tubuh mereka. Mendapatkan kesempatan, Naina segera berlari menuju pintu keluar.
"Aku peringatkan padamu agar tidak lagi mencampuri urusanku dan keluargaku! Kita sudah berakhir. Dan kau tidak memiliki hak apa pun atas anakku kerena dia bukanlah anakmu!" Pekik Naina lalu menutup pintu ruangan dengan keras.
Daniel tak mengejar atau pun mencegahnya. Ia lebih memilih diam di tempatnya sambil menatap kepergian Naina dengan nanar. "Kau bodoh Daniel... sikapmu tadi justru membuat Naina semakin takut padamu!" Sembur seseorang yang baru saja keluar dari dalam kamar pribadinya.
Daniel tak menghiraukan ucapan itu. Mengusap wajahnya kasar lalu membuang nafas bebas di udara. Daniel membalikkan tubuhnya, menatap pada ketiga sahabatnya yang kini sedang bersedekap dada sambil menatap kepadanya.
"Sekarang kau sudah menyadari bukan apa yang menjadi alasan sebenarnya sehingga Naina menukar dan menyembunyikan status anak kalian?" Ucap Kevin.
__ADS_1
"Aku jadi merasa sangat bersalah karena taruhan konyol kita membuat Naina begitu tersiksa selama ini. Hamil di luar nikah dan pria yang menghamilinya tidak bertanggung jawab. Dan sudah pasti kehamilannya menjadi aib di keluarganya. Namun untung saja ayah dan ibunya dengan sabar menerima dan mendampinginya selama ini." Tambah Marvel.
Daniel hanya diam dan tak berniat menyahut. Ia membenarkan kata-kata itu. Memang ialah penyebabnya. Dan Daniel tak dapat mengelak kenyataan yang ada. Rencana yang sudah ia susun bersama ketiga sahabatnya hancur betitu saja karena egonya yang tak dapat ia tahan.
"Bukankah kau terlihat begitu lantang waktu itu mengatakan jika tidak ingin memiliki anak dari wanita seperti Naina?" Ucap Dio mengingatkan mereka pada kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Apa sekarang kau sudah mulai menyesali setiap perkataan yang keluar dari dalam mulutmu dulu? Naina pasti sangat terluka mendengar percakapan kita waktu itu. Walau luka di hatinya begitu dalam, namun ia masih tetap mempertahankan anak kalian. Bahkan menjaganya dengan baik sampai saat ini." Ucap Kevin dengan datar namun dapat di lihat wajah pria itu terlihat sangat bersalah.
"Diamlah. Kalian sungguh membuat kepalaku bertambah pusing!" Daniel menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Diikuti oleh Kevin, Dio dan Marvel. Daniel terlihat begitu kacau setelah perdebatannya dan Naina berujung pertengkaran hebat. Bukan sesuai harapan yang sudah ia susun sebelumnya.
"Aku harap Tuan Daniel tidak menyakiti Nona Naina atau dia akan menyesal." Gumam Marko yang mengetahui seperti apa sifat arogan Daniel selama ini yang belum berubah.
__ADS_1
Saat sudah masuk ke dalam lift, tubuh Naina bergetar hebat. Ketakukan mulai menyelimuti pemikirannya. Bayangan Daniel akan melenyapkan atau mengambil putrinya semakin berkeliaran di benaknya.
"Tidak... tidak... aku akan menjaga Zel agar Daniel tidak bisa mengambilnya dariku. Aku tidak akan membiarkannya melakukan apa pun lagi kepada putriku." Naina nampak begitu gelisah. Ia pun menyalurkan rasa sedihnya itu dengan memeluk tubuhnya sendiri.
***
Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺
Sambil menunggu cerita DABA update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
- Hanya Sekedar menikahi (On Going)
__ADS_1
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (End)