
"Zeline? Bukankah tadi Zeline berjalan di belakang Kakak?" Tanya Amara. Amara pun turut memperhatikan sekitarnya.
"Tidak ada, Amara. Zeline dimana?" Wajah Naina mulai panik.
"Tadi Zel masih berjalan di belakang Kakak waktu Mara meninggalkannya." Wajah Amara pun berubah panik. "Astaga... kenapa Zel suka sekali hilang?" Ucap Amara.
"Tenanglah. Zel aman di lingkungan villa ini. Sekarang ayo kita cari Zeline." Ajak Aga.
Naina dan Amara mengangguk cepat. Mereka pun mulai berpencar mencari keberadaan Zeline di sekitar Villa.
Di tengah kepanikan Naina yang kehilangan jejak Zeline, putri kecilnya itu kini juatru terlihat tengah tertawa sambil menikmati semangkok cup es krim di tangannya.
"Nak loh. Bibi dapat mana ini?" Tanya Zeline pada Bibi Marni. Ya, saat sedang berjalan disekitar villa tadi, Zeline diam-diam pergi dari Naina saat melihat Bibi Marni masuk ke villa Alexander sambil membawa kotak es krim di tangannya.
"Bibi mendapatkannya dari penjual es krim." Balas Bibi Marni.
"Bibi beli?" Tanya Zeline yang diangguki Bibi Marni.
"Apa Tuan Aga dan Nona Naina tahu kalau Zel pergi dari mereka?" Tanya Bibi Marni.
__ADS_1
Kepala Zeline menggeleng lalu mengangguk. "Tau sepeltinya." Balasnya tak pandai berbohong.
"Sepertinya? Jadi Zel tidak berpamitan mengikuti Bibi tadi?" Bibi Marni nampak terkejut.
Zeline tersenyum lalu menggeleng. "Inda. Jalan telus itu. Zel kan tapek." Jelasnya.
Bibi Marni menggeleng. "Sekarang habiskan es krimnya. Bibi akan mengantarkan Zel kembali pada Nona Naina dan Tuan Aga." Ucap Bibi Marni.
"Nanti ja pelginya, Bi. Mau satu lagi ya es klimnya." Pinta Zeline dengan mata berkedip-kedip.
Melihat ekspresi menggemaskan Zeline, Bibi Marni pun merasa tidak tega menolaknya. Apa lagi semangkok es krim yang diberikannya pada Zeline tadi sudah hampir habis.
Zeline nampak berpikir lalu mengangguk. "Ya deh." Balasnya. Zeline pun buru-buru menghabiskan es krim yang masih tersisa lalu memberikan mangkok kecil kepada Bibi Marni.
"Zel jangan kemana-mana, ya. Bibi ke belakang dulu." Ucap Bibi Marni yang diangguki oleh Zeline.
Dan tak seperti yang Bibi Marni katakan, setelah kepergian Bibi Marni, Zeline justru turun dari atas sofa lalu melangkah keluar dari pintu samping saat melihat sebuah kolam renang yang menarik perhatiannya.
"Kaya kenal itu." Ucapnya saat melihat sosok yang kini tengah berdiri di pinggir kolam renang. Setelah memastikan penglihatannya benar, Zeline pun berlari ke arah sosok yang sangat dikenalinya.
__ADS_1
"Tak Niel..." ucap Zeline sambil memeluk erat sebelah kaki Daniel.
Daniel yang hendak masuk ke dalam kolam renang pun terkejut saat sebelah kakinya tiba-tiba dipeluk dan mendengar suara gadis kecil yang selalu terngiang di telinganya akhir-akhir ini.
"Zeline?" Wajah Daniel terlihat begitu terkejut saat melihat memang Zelinelah yang tengah memeluk kakinya.
"Tak Niel..." Zeline mengangkat wajahnya hingga Daniel kini dapat melihat jelas wajah putrinya. "Tak Niel main sini juga?" Tanya Zeline sambil memasang wajah begitu senang.
Daniel pun segera membawa tubuh Zeline ke dalam gendongannya.
"Zeline? Kenapa kau ada di sini?" Tanya Daniel dengan wajah bingung.
"Main sini. Tak Niel main sini juga?" Tanya Zeline sambil mengusap-usap wajah Daniel dengan jari mungilnya.
"Main di sini?" Daniel dibuat semakin bingung dengan jawaban putrinya.
***
Lanjut? Like, komen dan votenya dulu ya🌹
__ADS_1