
"Kak Aga... itu tidak benar..." Naina menggelengkan kepalanya.
"Jangan lagi membohongi hatimu, Nai. Aku tahu selama ini kau hanya terpaksa menerima cintaku hanya untuk tempat berlindungmu dari Daniel." Ucap Aga yang membuat Naina terkejut mendengarnya. "Kau tidak perlu bertanya dari mana aku mengetahuinya, yang jelas saat ini aku sudah merelakanmu untuk bersama Daniel sebagai ayah dari anakmu."
"Kak Aga jangan seperti ini. Aku masih bisa memberikan kasih sayangku pada Zel meski kami tidak bersama." Ucap Daniel.
"Mungkin kau bisa berbicara seperti itu, namun tidak dengan putrimu. Zeline sangat menginginkan kalian untuk bersama. Dia membutuhkan kalian untuk selalu berada di sisinya di atap yang sama. Kau dan Naina tidak bisa egois demi membahagiakan hati kalian masing-masing. Harus kalian ingat jika kebahagiaan Zeline lebih penting dibandingkan kebahagiaan kalian masing-masing!" Tekan Aga.
Daniel dan Naina saling pandang. Aga benar, selama ini mereka lupa jika putri mereka sangat membutuhkan kehadiran mereka sebagai ayah dan ibu Zeline dalam ikatan yang sah.
"Naina, aku sudah ikhlas melepaskanmu untuk pria yang kau cintai dan juga mencintaimu. Aku harap kau bisa menerima lamaran ini bukan hanya untukmu, tapi untuk kebahagiaan putri kalian. Aku sangat menyayangi Zel sebagai keponakanku. Dan aku ingin dia bahagia menjalani hidupnya dengan adanya kalian berdua di sisinya." Ucap Aga dengan tulus.
"Kak A—" Daniel yang hendak berbicara menghentikan niatnya saat tangan Aga terangkat di udara.
"Jangan pikirkan perasaanku. Aku baik-baik, Naina. Aku akan lebih sakit jika selalu memaksamu hidup dengan pria yang tidak akan pernah kau cintai. Kembalilah pada Daniel, kau mencintainya dan dia pun begitu. Aku sangat mengharapkan kebahagiaan kalian. Jangan membuat aku kembali kecewa setelah melepaskanmu, Naina."
__ADS_1
"Kak Aga..." Naina tak dapat membendung tangisannya. Tanpa memperdulikan Daniel, Naina memeluk erat tubuh Aga dan menumpahkan kesedihannya di dada bidang aga.
Tangan Aga terulur mengelus rambut Naina. "Jangan menangis lagi. Kau berhak bahagia, Naina. Dan aku sadar kebahagiaanmu tidak terletak padaku."
"Aga, Naina, Daniel, ayo kembali masuk ke dalam. Semua orang sudah menunggu kalian untuk kembali." Ucap Papa Andrew yang kini berdiri di belakang Naina.
Naina melerai pelukannya. Menatap Papa Andrew yang kini menatapnya dengan tersenyum. Papa Andrew pun membalikkan tubuhnya dan kembali masuk ke dalam rumah.
Aga mengeluarkan selembar tisu dari celananya lalu menghapus air mata yang membasahi pipi Naina.
"Ayo masuk." Ajak Aga dengan lembut.
Pandangan Aga beralih pada Daniel. "Aku kembalikan Naina padamu bukan untuk kau sakiti lagi hatinya, Daniel. Bahagiakanlah Naina dan tebus kesalahanmu di masa lalu pada Naina mulai saat ini dan seterusnya. Jika kau menyakitinya kembali untuk kedua kalinya, aku tidak akan sungkan menarik kembali Naina ke dalam pelukanku." Ucap Aga dengan tegas.
Daniel mengangguk pasti. "Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah Kakak berikan. Terimakasih, aku berhutang budi untuk semua kebaikan Kakak." Daniel melangkah mendekat pada Aga lalu memeluk tubuh Aga barang sejenak.
__ADS_1
"Mamah... Papah... Om Aga..." suara lembut Zeline mengalihkan pandangan mereka pada sosok mungil yang kini nampak menangis.
"Zeline..." Naina mendekat pada putrinya lalu menggendongnya.
"Mama napa nangis?" Tanya Zeline yang semakin menangis kencang.
"Mama tidak apa-apa..." Naina menghapus air matanya dengan jari jempolnya.
"Ayo masuk." Ajak Aga lagi yang diangguki Naina dan Daniel secara bersamaan.
***
Selamat membaca☺️
Jangan lupa berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Semakin banyak dukungannya, SHy semakin semangat menulisnya ini🌹
__ADS_1
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).
Terimakasih☺️