Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Semakin menjauh


__ADS_3

Daniel terus menggeser foto demi foto Naina yang masih tersimpan di ponselnya. Semakin banyak foto yang ia lihat semakin membuat jantungnya berdegup dengan kencang. Jari jempol Daniel terus menggeser foto Naina yang masih tersimpan rapi di ponselnya. Sebuah foto Naina yang sengaja ia ambil diam-diam saat Naina berdiri di balkon kamarnya waktu itu kini mencuri perhatian Daniel.


Daniel memperhatikan foto itu dengan intens. "Bagaimana kau bisa mengandung Zeline hingga melahirkannya ke dunia dengan tubuh kecilmu ini?" Daniel menggelengkan kepalanya tak percaya. Bagaimana tidak, tinggi Naina yang hanya 152 CM dan tubuhnya yang tidak berisi membuat Naina terlihat sangat mungil.


"Kau pasti kesusahan saat menggendong Zeline dengan tubuh kecilmu ini." Daniel memejamkan kedua matanya. Membayangkan betapa susahnya Naina selama ini merawat putrinya dengan tubuh mungilnya dan di usia muda. Membayangkan kesulitan Naina semakin membuat Dadanya kian sesak.


Daniel membuka matanya. Menatap kembali foto Naina di layar ponselnya. Daniel kembali menggeser foto Naina hingga memperlihatkan foto Naina tanpa memakai kaca mata tebalnya. "Kau sangat mirip dengan Zeline." Gumam Daniel menatap wajah Naina dengan intens.


Cukup lama Daniel habiskan waktu di dalam ruangannya sambil memandangi setiap foto Naina. Hingga kedatangan Marko kembali ke dalam ruangannya membuat aktivitas Daniel terhenti.


"Ada apa?" Tanya Daniel setelah mematikan layar ponselnya dan menyimpan ponselnya di laci meja.


"Nona Queen kembali menanyakan keberadaan anda, Tuan."


Daniel menghela nafas panjang. "Katakan padanya aku sedang sibuk dan akan membalas pesannya sebenatar lagi." Balas Daniel.

__ADS_1


Marko mengangguk patuh. "Baik Tuan."


"Apa kau sudah menyelidiki latar belakang calon direktur keuangan yang baru?" Tanya Daniel.


"Sudah, Tuan. Namun masih ada beberapa hal harus saya selidiki lebih lanjut."


"Pastikan dia bukanlah bagian dari sindikat tua bangka itu!" Ucap Daniel dengan wajah yang sudah berubah dingin mengingat pengkhianat di perusahaannya.


*


"Kenapa aku merasa Daniel semakin berubah akhir-akhir ini." Wajah cantik Queen berubah sendu. Setelah acara pertunangannya dan Daniel beberapa bulan yang lalu, Queen dapat merasakan jika sikap Daniel semakin berubah kepadanya. Beberapa kali Daniel sempat menolak ajakannya untuk pergi berkencan hingga membuat Queen bertanya-tanya ada apa dengan pria itu.


Queen menghembuskan nafas bebas di udara. Acara pertunangan yang ia harapkan akan menjdi pengerat di hubungan mereka justru tidak seindah yang ia bayangkan.


"Ada apa denganmu, Niel? Kenapa kau semakin mencoba menjauh dariku?" Queen menunduk sedih. Walau pun sudah biasa dengan sikap dingin Daniel sejak awal mereka menjalin kasih, namun kali ini ia benar-benar merasakan perubahan dalam diri pria itu.

__ADS_1


Daniel yang biasanya tidak akan pernah tega menolak keinginannya dan melihatnya bersedih, kali ini justru berbeda. Pria itu benar-benar berubah. Semakin dingin dan jauh darinya. Daniel selalu saja mencoba memberikan alasan untuk menolak ajakannya.


"Aku tidak boleh menyerah. Aku harus selalu berusaha agar Daniel bisa menjatuhkan hatinya kepadaku." Walau pun tidak yakin, namun Queen selalu mencoba menguatkan hatinya untuk meraih cinta Daniel.


Selama empat tahun hubungan mereka ternyata tak membuat Queen berhasil merobohkan tembok pertahanan Daniel. Namun itu semua tak menyurutkan semangat Queen untuk menggapai cinta Daniel apa lagi mengingat saat ini sudah ada pengikat di antara mereka.


"Aku akan selalu berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku, Niel." Ucap Queen dengan lirih.


***


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku Bukan Sekedar Menikahi.


Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗


Terimakasih🤗

__ADS_1


__ADS_2